Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Makna Lagu Lupakan Dia - Katyana dan Widuri, Ajak Berani Move On!

Makna Lagu Lupakan Dia - Katyana dan Widuri, Ajak Berani Move On!
potret Katyana dan Widuri di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Share Article

Katyana Mawira dan Widuri Puteri resmi merilis lagu duet berjudul “Lupakan Dia” pada 24 Juni 2026. Kolaborasi ini terasa sangat spesial karena menandai pertemuan perdana mereka dalam sebuah karya musik.

Nah, cukup berbeda dari kebanyakan lagu yang mengusung tema kegalauan atau jatuh cinta, “Lupakan Dia” justru mengajak para pendengarnya untuk berani move on. Lagu ini juga menggambarkan persahabatan perempuan yang saling menguatkan dan menjadi tempat bersandar saat salah satu di antaranya tengah berjuang melewati patah hati. Berikut lirik dan makna lagu “Lupakan Dia” dari Katyana dan Widuri.

  1. 1. Lirik lagu “Lupakan Dia” - Katyana dan Widuri

    Dua perempuan berpose santai di tangga kantor dengan dekorasi bendera kecil berwarna-warni di latar belakang, suasana cerah di Jakarta.
    potret Katyana dan Widuri di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Berikut lirik lagu “Lupakan Dia” - Katyana dan Widuri.

    Aku tahu kamu baru tutup buku
    Kau katakan hal yang sama tentang dia
    Hari-hari, menit, detik, kenapa kupikirkan dia?
    Jelas tak berguna, sudahi saja

    Beribu kali kubilang, selalu kubilang
    Tapi kau tak pernah dengar
    Percayalah ku tahu ku benar

    Lupakan dia kar'na dia buat luka
    Tinggalkan dirinya, lari sekencangnya
    Dan jauhkanlah dia dari mata dan telinga
    Janganlah terlena, habiskan tenaga

    Aku memang (Kamu memang)
    Baru saja (Baru saja)
    Tutup buku (Tutup buku)
    Kucurahkan (Kau curahkan)
    Semua resah (Semua resah)
    Tentang dia (Tentang dia)
    Hari-hari, menit, detik, kau tak bisa lupakan dia
    Memang tak berguna, kau bisa apa?


    Beribu kali kau bilang, selalu kau bilang
    Tapi ku tak pernah dengar
    Padahal yang kau katakan benar

    Lupakan dia kar'na dia buat luka
    Tinggalkan dirinya, lari sekencangnya
    Dan jauhkanlah dia dari mata dan telinga
    Janganlah terlena, habiskan tenaga

    Lupakan, lupakan
    Lupakan, lupakan
    Lupakan dia kar'na dia
    Berulang kali dia buat luka

    Lupakan dia kar'na dia buat luka
    Tinggalkan dirinya, lari sеkencangnya
    Dan jauhkanlah dia dari mata dan telinga
    Janganlah terlеna, habiskan tenaga
    (Lupakan dia kar'na dia buat luka)
    Tinggal-tinggalkanlah dirinya, lari-larilah sekencangnya
    Dan jauhkan dia
    Janganlah terlena, habiskan tenaga

  2. 2. Makna lagu “Lupakan Dia” - Katyana dan Widuri

    Dua perempuan duduk berdampingan di area kantor dengan jendela besar berlatar gedung tinggi dan pepohonan di Jakarta.
    potret Katyana dan Widuri di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Secara keseluruhan, lagu ini mengangkat tema tentang persahabatan perempuan yang saling menguatkan dalam menghadapi patah hati. Alih-alih berfokus pada kesedihan, “Lupakan Dia” justru menyampaikan pesan tentang keberanian untuk melepaskan seseorang yang terus menyakiti, membuka lembaran baru, dan percaya bahwa kebahagiaan akan datang setelah berani move on.

    Dalam sesi roundtable interview di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/7/2026), Widuri menjelaskan bahwa ini memang sengaja dibuat untuk mengangkat makna persahabatan perempuan yang saling mendukung, alih-alih berfokus pada sosok sang mantan kekasih.

    “Lagu ini emang lebih fokusnya ke persahabatan perempuannya dan seberapa berpengaruhnya girl’s best friend dalam hidup. Gak terlalu fokus ke cowoknya,” ungkap Widuri.

  3. 3. Fakta lagu “Lupakan Dia” - Katyana dan Widuri

    Seorang perempuan berdiri santai di dekat jendela besar dengan latar gedung tinggi dan pepohonan di kawasan perkantoran Jakarta.
    potret Widuri di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Dibungkus dengan nuansa musik yang easy listening, “Lupakan Dia” juga melibatkan sederet nama besar di balik proses kreatifnya. Lirik lagu ini ditulis oleh Adhisty Zara bersama suaminya, Tsaqib, serta Shakira Jasmine dan Rizky Maulana Hidayat.

    Keterlibatan Adhisty Zara ini pun menjadi fakta menarik. Pasalnya, Zara dan Widuri Puteri sebelumnya pernah dipertemukan dalam film Keluarga Cemara sebagai kakak dan adik. Kini, keduanya pun kembali berkolaborasi, meski dengan peran yang berbeda.

    “Kita udah lama banget gak ketemu kan? Terus dipertemukan lagi dan aku bisa dengerin seberapa giatnya Teteh menulis, dan teman-teman yang nulis lagu ini. Kayak, ‘Ya ampun, lucu banget,’” ujar Widuri sambil tersenyum.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More