Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Masalah Hidup Ijat di Upin & Ipin yang Mungkin Relate Buat Kamu
Ijat dalam animasi Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Ijat digambarkan pemalu, pendiam, dan belum lancar berbicara maupun membaca; ia menghadapi tantangan saat harus membawakan cerita di depan banyak orang.
  • Saat diminta membaca di kelas, Ijat memilih memperagakan cerita dari tempat duduknya dan terlihat bingung ketika menjadi pusat perhatian teman-teman serta gurunya.
  • Ijat terpaksa mengakui belum bisa membaca hingga menangis; episode lain mengungkap kecelakaan sepeda membuatnya sulit berbicara dan trauma, meski komunikasinya kemudian membaik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serial animasi Upin & Ipin menghadirkan banyak karakter yang mempunyai keunikan masing-masing. Seperti Upin dan Ipin yang dikenal karena tak memiliki rambut, karakter lainnya juga punya keunikan yang membuat mereka melekat di ingatan penonton.

Salah satunya adalah karakter bernama Ijat. Ijat diperlihatkan sebagai karakter yang pemalu dan pendiam. Ijat lebih banyak berinteraksi dengan bahasa isyarat karena memang tak lancar berbicara. Namun, inilah yang membuat karakternya mudah diingat.

Sepanjang kemunculan Ijat di Upin & Ipin, ternyata, ada beberapa masalah hidup dari karakternya yang mungkin akan terasa relate untuk sebagian orang. Nah, apakah ada salah satunya yang sama dengan masalah hidupmu? Coba cari tahu selengkapnya di bawah, ya!

1. Kesulitan berbicara di depan umum

Ijat dalam animasi Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Dibandingkan anak-anak lain di Kelas Aman, Ijat memang sedikit berbeda. Ijat diperlihatkan sebagai anak yang tak lancar berbicara. Menariknya, dalam episode "Cerita Kami", Ijat harus menjadi pembawa cerita. Tugas ini sangat sulit bagi Ijat, mengingat ia masih kesulitan berbicara dan membaca. Tak hanya itu, Ijat yang pemalu juga harus tampil di depan banyak orang. Bahkan, teman-teman Ijat pada awalnya meragukan kemampuan Ijat.

Beberapa orang menganggap berbicara di depan umum adalah sebuah tantangan. Ketakutan tak bisa merangkai kata-kata atau menghidupkan suasana menjadi alasan mengapa seseorang merasa tak mampu tampil di hadapan orang banyak. Kalau kamu relate dengan apa yang dialami Ijat, maka yang perlu kamu ingat adalah bahwa skill public speaking bisa diasah dan ditingkatkan dengan banyak berlatih.

Kamu juga bisa melihat sendiri hal tersebut pada Ijat yang pada awalnya kesulitan tampil sebagai pembawa cerita. Dengan usaha dan kemauan yang keras, ia akhirnya bisa tampil membawakan cerita dengan baik. Kemunculan Ijat di episode Upin & Ipin musim terbaru juga diperlihatkan mempunyai komunikasi yang semakin baik.

2. Tidak nyaman menjadi pusat perhatian

Ijat dalam animasi Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Ijat pernah ditunjuk Cikgu Jasmin untuk membaca cerita di depan kelas dalam episode “Seronoknya Membaca”. Bukannya langsung maju ke depan kelas, Ijat yang belum lancar membaca memilih melanjutkan cerita dengan memperagakan isi cerita di tempat duduknya. Namun, teman kelas Ijat dan Cikgu Jasmin melihat perilaku Ijat ini sebagai hal aneh. Seluruh penghuni kelas memandangi Ijat dengan tatapan penuh heran. Di sisi lain, Ijat terlihat kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa.

Kalau kamu pernah dihadapkan dengan sebuah momen yang membuatmu menjadi pusat perhatian, sedangkan kamu tak nyaman ketika semua mata tertuju padamu, maka apa yang dialami Ijat di atas tentunya terasa relate buatmu. Ada orang yang cenderung menghindari tatapan orang-orang karena bagi mereka terasa seperti dihakimi. Kamu bisa melihat Ijat yang tampak tak nyaman karena ditatap banyak orang. Terlebih ia menjadi pusat perhatian karena sebuah kekurangan.

3. Tidak suka masalah pribadinya diketahui banyak orang

Ijat dalam animasi Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Episode "Seronoknya Membaca" juga menjadi episode yang menampilkan kerja keras Ijat untuk bisa membaca. Di saat teman-temannya asyik meminjam buku di perpustakaan bergerak, Ijat justru berada di kelas dan belajar membaca bersama Cikgu Jasmin.

Sebelumnya, terdapat momen yang memperlihatkan Ijat harus mengakui kekurangannya tersebut. Sesaat setelah seisi kelas memandanginya, Cikgu Jasmin kemudian menanyakan siapa saja yang belum pandai membaca. Di antara teman-temannya, Ijat pun mengangkat tangan sambil menangis tersedu-sedu. Di momen inilah Ijat seakan terpaksa mengakui bahwa ia memang belum bisa membaca. Tak hanya itu, karena hal inilah Ijat juga menjadi bahan pembicaraan teman-temannya yang berada di dalam perpustakaan bergerak.

Beberapa atau bahkan kebanyakan orang akan merasa terganggu saat kehidupan atau masalah pribadinya menjadi topik pembahasan orang-orang. Ada orang yang cenderung lebih tertutup dan risih ketika hal pribadi mereka diketahui banyak orang. Jika melihat kembali pada apa yang dilakukan Cikgu Jasmin, sebenarnya hal tersebut adalah demi kebaikan Ijat. Namun, dari sisi Ijat sendiri, ia terlihat tak nyaman saat anak-anak lain mengetahui ia adalah satu-satunya murid yang belum bisa membaca.

Terlepas dari apa yang dialami Ijat dan mungkin relate buat kamu, ternyata, ada penyebab yang membuat Ijat bersikap demikian. Dalam episode "Basikal Kawanku", terungkap Ijat pernah terjatuh dari sepeda. Insiden ini menyebabkan Ijat tak lancar berbicara dan memiliki trauma terhadap sepeda. Namun, kamu juga bisa melihat Ijat yang mengalami banyak perubahan baik, termasuk semakin lancar berkomunikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article