Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Maxime Bouttier Ditampar Raihaanun 5-6 Kali: Gak Tahu Sekencang Itu

4 min read
Maxime Bouttier Ditampar Raihaanun 5-6 Kali: Gak Tahu Sekencang Itu
potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Maxime Bouttier menjalani adegan ditampar Raihaanun hingga 5-6 kali dalam serial Tante Sonya. Meski kaget dengan kerasnya tamparan, ia menganggapnya sebagai tantangan pendalaman karakter.
  • Raihaanun menghadapi tantangan teknis saat syuting adegan melompat dari curug setinggi sekitar 7 meter. Ia dan Maxime kedinginan, serta harus menjaga konsistensi sapaan karena urutan syuting tidak kronologis.
  • Maxime dan Raihaanun membangun chemistry Ben dan Sonya secara natural sejak reading melalui obrolan. Serial Tante Sonya, tentang romansa beda usia 14 tahun, tayang perdana di WeTV pada 4 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menjadi seorang aktor membuat Maxime Bouttier harus siap menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses syuting. Salah satunya ketika ia memerankan karakter Ben di serial WeTV Tante Sonya dan harus beradu akting dengan Raihaanun sebagai Sonya.

Perdana disatukan sebagai lawan main, suami Luna Maya tersebut mengaku baru tahu bahwa Raihaanun terbiasa melakukan adegan tamparan secara langsung. Maxime tak menampik bahwa awalnya ia dan Raihaanun sempat mengobrol soal adegan tersebut sebelum syuting. Namun, Maxime tetap merasa kaget karena tamparan Raihaanun tersebut cukup keras.

  1. 1. Maxime Bouttier berusaha profesional jalani adegan ditampar Raihaanun, ungkap 5-6 kali take

    Seorang pemain serial Tante Sonya berpose untuk potret dalam dokumentasi IDN Times oleh Rani Asnurida.
    potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Maxime Bouttier terlihat begitu antusias saat mengingat kembali momen syuting serial Tante Sonya bersama Raihaanun. Dalam acara An After Office Date With Maxime di On3, Kamis (24/9/2026), ia mengungkapkan, sebenarnya proses syuting serial WeTV tersebut berjalan tanpa tantangan yang terlalu berat.

    Namun, ada satu momen yang ternyata cukup membekas bagi Maxime, yakni ketika ia harus menjalani adegan bermain piano dan ditampar karakter Sonya yang diperankan oleh Raihaanun. Menurut Maxime, saat itu ia baru mengetahui bahwa Raihaanun terbiasa melakukan adegan tamparan secara langsung kepada lawan mainnya.

    “Momen aku mainin piano buat Sonya dan di adegan itu Sonya harus tampar aku dan itu take-nya bukan cuma sekali dan ternyata kalau Raihaanun tampar pemain, dia tamparnya beneran,” ungkap Maxime Bouttier sambil tertawa kecil menggoda Raihaanun yang tengah berdiri di sebelahnya.

    Menurut Maxime, sebelum adegan tersebut dimulai, ia dan Raihaanun sudah lebih dulu berdiskusi. Namun, ia tak menyangka kalau tamparan dari Raihaanun akan sekeras itu. Bahkan, adegannya harus dilakukan hingga 5-6 kali. Meski sempat terkejut, Maxime berusaha tetap profesional berakting di depan kamera. Ia tak mempermasalahkannya dan menganggap hal tersebut sebagai bagian dari proses pendalaman karakter.

    “Dia ngomong, ‘Max, gak apa-apa ya?’ Tapi aku gak tahu sekeras itu,” kata Maxime. Ia melanjutkan, “Maksudku ini kayak pendalaman, you know. Jadi gak apa-apa. Tapi mungkin itu salah satu kayak, aku gak pernah ditampar on-screen sekeras itu. Dan menurut aku itu sangat menarik dan ini tantangan untuk aku sebagai aktor, take-nya 5 atau 6 kali.”

  2. 2. Raihaanun kenang momen syuting di curug bareng Maxime Bouttier

    Potret para pemain serial Tante Sonya dalam sesi pemotretan yang didokumentasikan oleh IDN Times bersama Rani Asnurida.
    potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Cukup berbeda dari Maxime, Raihaanun justru menghadapi tantangan yang lebih bersifat teknis selama proses syuting serial Tante Sonya. Salah satunya ketika ia harus menjalani adegan di sebuah curug dan melompat dari ketinggian sekitar 7 meter.

    Meski cuaca saat itu sedang terik, Raihaanun mengungkapkan, kondisi air justru terasa sangat dingin. Ia dan Maxime bahkan sampai gemetaran saat memegang gelas teh hangat setelah menjalani adegan tersebut.

    “Yang di adegan curug, itu kita harus loncat di 7 meter. Di adegan itu walaupun matahari terik, tapi dinginnya luar biasa. Dan aku sama Max pas dikasih teh hangat tuh udah gak bisa minum karena gelasnya tuh sampai goyang-goyang. Jadi dingin banget. Jadi challenge-nya lebih ke teknisnya yang lebih kayak gitu,” cerita Raihaanun.

    Selain itu, proses syuting yang dilakukan secara tidak berurutan juga menjadi tantangan tersendiri bagi Raihaanun. Ia harus menyesuaikan cara berkomunikasi dengan Maxime berdasarkan episode yang sedang mereka kerjakan. Jika hubungan Sonya dan Ben dalam cerita sudah semakin dekat, sapaan mereka pun berubah dari “saya-kamu” menjadi “aku-kamu”. Untuk menjaga konsistensi tersebut, Raihaanun dan Maxime pun harus saling mengingatkan selama proses syuting.

    “Jadi ketika kita ngejalanin syuting ini masih episode 2, next syuting kita episode 6, itu tuh kita langsung switch dari aku ke saya. Jadi kita sama-sama saling jagain itu.”

  3. 3. Maxime dan Raihaanun gak kesulitan bangun chemistry

    Potret salah satu pemain serial Tante Sonya dalam sesi dokumentasi yang diabadikan oleh IDN Times untuk publikasi.
    potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Terlepas dari tantangan yang dihadapi selama proses syuting, Maxime Bouttier dan Raihaanun juga berbicara soal chemistry. Keduanya mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk membangun chemistry sebagai Ben dan Sonya. Menurut Maxime, chemistry di antara mereka sudah terbangun secara natural sejak proses reading.

    “Membangun chemistry itu semua natural. Kita kayak coba bangunin pas kita reading. Untungnya semuanya berjalan baik dan Mas Ardy juga, sutradara kita dekat juga sama kita secara personal,” kata Maxime.

    Hal senada juga diungkap oleh Raihaanun. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan selama proses reading bukan sekadar membaca dialog, melainkan lebih banyak diisi dengan obrolan. Bahkan, cara tersebut tidak hanya dilakukan untuk membangun hubungan antara Sonya dan Ben, tetapi juga dengan para pemain lainnya sehingga mereka bisa nyaman untuk masuk ke karakter masing-masing.

    “Pendekatan kita lebih kayak ngobrol, bukan hanya Sonya dan Ben aja tapi ke yang lain juga seperti itu. Kita emang kalau lagi reading tuh bukan reading yang kayak baca gitu, tapi lebih kayak ngobrol. Jadi dengan pendekatan seperti itu membuat kita nyaman untuk masuk ke karakter masing-masing,” pungkas Raihaanun.

    Serial Tante Sonya tayang perdana di WeTV pada 4 September 2026. Mengusung tema tentang age-gap romance, serial ini mengikuti kisah Sonya dan Ben yang terlibat dalam hubungan romantis meski terpaut usia 14 tahun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More