Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Ken, sang Jagoan Utama Film Street Fighter 2026

5 min read
Mengenal Ken, sang Jagoan Utama Film Street Fighter 2026
Noah Centineo sebagai Ken (dok. Paramount Pictures/Street Fighter)
  • Ken Masters, diperankan Noah Centineo dalam Street Fighter (2026), merupakan karakter sejak game pertama 1987 dan rekan seperguruan sekaligus rival ikonik Ryu.
  • Dididik Gouken dalam Ansatsuken, Ken bertarung lebih agresif dan cepat daripada Ryu, dengan Shoryuken sebagai jurus andalan yang digunakan melawan Dhalsim di film.
  • Di luar pertarungan, Ken berasal dari keluarga bisnis kaya, pernah memimpin perusahaan, berkeluarga dengan Eliza dan Mel, serta menjadi guru bagi Sean Matsuda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah Mortal Kombat 2 (2026), fans game fighting tengah dimanjakan dengan perilisan Street Fighter (2026). Film adaptasi game fighting ikonik besutan Capcom ini menghadirkan sederet petarung populer, sebut saja Ryu (Andrew Koji) yang identik dengan ikat kepala merah serta Chun-Li (Callina Liang) yang lekat dengan kostum biru khasnya. Di antara mereka, Ken Masters (Noah Centineo) menjadi salah satu karakter yang tak kalah mencuri perhatian lewat pembawaannya yang ekspresif meski digentayangi luka lama.

Ken bukan sekadar rekan seperguruan dan counterpart Ryu, melainkan juga memiliki kisah menarik di baliknya. Mulai dari kehidupan pribadinya hingga latar belakang keluarganya, ada sejumlah fakta tentang Ken yang bisa jadi belum kamu ketahui. Kalau kamu telanjur jatuh hati dengan Ken, tetapi belum familier atau bahkan belum pernah menyentuh gamenya, yuk, simak artikel ini sampai selesai.

  1. 1. Ken dan Ryu sudah meramaikan Street Fighter sejak debut di mesin arkade

    kemunculan pertama Ken Street Fighter
    Ken dalam game pertama Street Fighter (dok. Capcom/Street Fighter)

    Game pertama Street Fighter yang rilis pada 1987 memperkenalkan dua karakter yang dapat dimainkan (playable character), yaitu Ryu dan Ken. Mereka diceritakan menghadapi petarung-petarung tangguh dalam berbagai turnamen bela diri demi membuktikan siapa yang terkuat. Melihat penampilannya yang mengenakan gi merah, tak heran kalau Ken kerap dibandingkan dengan Ryu yang identik dengan gi putih ikoniknya.

    Sejak kemunculan perdananya, Ken rutin muncul dalam setiap seri utama Street Fighter, mulai dari Street Fighter II (1991) hingga Street Fighter 6 (2023). Dia juga sering bertamu dan bertarung melawan karakter dari franchise lain. Ken pernah berhadapan dengan para superhero dan supervillain Marvel dalam Marvel Super Heroes vs. Street Fighter (1997) serta berkunjung ke South Town sebagai karakter DLC dalam Fatal Fury: City of the Wolves (2025).

  2. 2. Ken merupakan pengguna Ansatsuken yang menguasai jurus ikonik Shoryuken

    Ken menggunakan jurus Shoryuken dalam film Street Fighter
    Ken menyerang Dhalsim dengan jurus Shoryuken (dok. Paramount Pictures/Street Fighter)

    Di bawah bimbingan Gouken, guru yang juga melatih Ryu, Ken mampu menguasai Ansatsuken. Dalam semesta Street Fighter, Ansatsuken merupakan seni bela diri fiktif yang dari bahasa Jepang dapat diterjemahkan sebagai seni bela diri untuk membunuh. Berbeda dengan Ryu yang mengandalkan gaya bertarung seimbang, Ken cenderung lebih agresif dan cepat dalam menggunakan teknik Ansatsuken.

    Tidak lengkap membahas Ken jika tidak menyebut Shoryuken, jurus ikonik berupa pukulan uppercut sambil melompat yang dapat melontarkan lawan ke udara. Seiring waktu, petarung berambut pirang ini mengembangkan berbagai variasi Shoryuken, termasuk versi yang diselimuti api. Jurus inilah yang Ken gunakan untuk menyerang Dhalsim (Vidyut Jammwal) dalam World Warrior Tournament di film Street Fighter.

  3. 3. Rivalitas Ken dan Ryu menjadi salah satu cerita terkenal dalam Street Fighter

    Ken dan Ryu dalam game Street Fighter V
    Ken dan Ryu (dok. Capcom/Street Fighter V)

    Layaknya Scorpion dan Sub-Zero dari Mortal Kombat, Street Fighter juga mempunyai kisah rivalitas yang tak kalah ikonik. Siapa lagi kalau bukan Ryu dengan Ken, dua petarung yang sama-sama merupakan alumni dojo Gouken. Kalau di film Street Fighter, hubungan mereka sempat merenggang dan berpisah selama enam tahun setelah Gouken (Don Lee) dibunuh oleh Akuma (Roman Reigns).

    Berbeda dengan filmnya, Ken dalam game justru sering menjadi sosok yang terdepan soal menghargai dan menyemangati Ryu. Contohnya, dalam Street Fighter V (2016) ketika Ken menerima ajakan Karin Kanzuki untuk menghadapi organisasi Shadaloo yang mengancam dunia. Meskipun Ryu memilih melanjutkan latihan demi mengatasi pengaruh Satsui no Hado, mereka berjanji untuk kembali bertarung saat bertemu lagi.

  4. 4. Ken memiliki hubungan darah dengan keluarga kaya raya

    Ken dalam film Street Fighter
    Noah Centineo sebagai Ken (dok. Paramount Pictures/Street Fighter)

    Ken sekilas mungkin hanya tampak seperti sosok yang gemar mencari lawan hanya untuk membuktikan kehebatannya. Usut punya usut, dia berasal dari keluarga berada yang cukup tersohor di Amerika Serikat. Mereka menjalankan banyak bisnis, mulai dari perhotelan hingga organisasi nirlaba yang bergerak di bidang amal.

    Sebagai anak tunggal, Ken sebenarnya dipersiapkan untuk meneruskan bisnis keluarganya. Namun, karena sifatnya yang manja dan nakal, ayah Ken memutuskan mengirim putranya kepada Gouken untuk mendapat didikan yang lebih disiplin. Ketika dewasa, Ken menjabat sebagai wakil ketua dan ketua dewan direksi perusahaan sebelum JP menjebaknya dalam kasus kriminal di Street Fighter 6.

  5. 5. Ken pernah menerima Sean sebagai anak didiknya

    Sean Matsuda jadi murid Ken Street Fighter
    Sean Matsuda (dok. Capcom/Street Fighter III: New Generation)

    Tahukah kamu kalau Ken ternyata pernah memiliki seorang murid? Yap, dia adalah Sean Matsuda, pria asal Brasil yang mengidolakan Ken setelah menyaksikan aksinya dalam sebuah turnamen bela diri. Namanya mungkin kurang terkenal di kalangan fans kasual Street Fighter sebab dirinya hanya menjadi playable character dalam seri Street Fighter III sebelum lebih sering muncul sebagai kameo.

    Ken awalnya tidak berniat menjadi guru bagi Sean. Namun, karena Sean terus memohon, Ken akhirnya bersedia mengangkatnya sebagai murid. Mereka bahkan diceritakan sempat bertarung dalam Street Fighter III: 2nd Impact (1997) saat mengikuti turnamen bela diri, meski Sean harus menelan kekalahan dari sang guru.

  6. 6. Ken termasuk salah satu tokoh Street Fighter yang hidup berkeluarga

    Ken Street Fighter bersama keluarga
    Ken bersama istri dan anaknya (dok. Capcom/Super Street Fighter IV)

    Dunia Street Fighter memang penuh dengan pertarungan dan aksi yang nyaris tiada hentinya sampai fans mungkin lupa kalau sebetulnya Ken sudah berkeluarga. Dia diceritakan menikah dengan Eliza, adik Julia yang merupakan istri dari Guile. Jadi, secara teknis, Ken adalah adik ipar Guile, sosok yang juga memiliki hubungan rivalitas dengan Ryu.

    Dari pernikahannya, Ken dikaruniai seorang putra bernama Mel. Sama seperti Sean, Mel pernah berlatih bela diri di bawah bimbingan Ken. Dalam salah satu sesi latihan, Mel pernah mengalahkan Ken setelah memukul bagian selangkangan ayahnya.

  7. 7. Ken pernah jatuh ke jalan kejahatan karena merasa cemburu dengan Ryu

    Ken jahat melawan Ryu jahat
    Violent Ken bertarung melawan Evil Ryu (dok. Capcom/Ultra Street Fighter II: The Final Challengers)

    Ken pernah mengalami nasib seperti Ryu ketika dirinya terjerumus dalam jalan kegelapan. Bukan karena Satsui no Hado, melainkan Psycho Power milik M. Bison, antagonis utama dalam waralaba Street Fighter, yang mengubahnya menjadi sosok jahat bernama Violent Ken. Untungnya, momen ketika Ken menjadi jahat berlangsung dalam semesta alternatif alias bukan bagian dari kanon utama seri Street Fighter.

    Violent Ken pertama kali tampil dalam SNK vs. Capcom: SVC Chaos (2003) sebelum akhirnya kembali dalam Ultra Street Fighter II: The Final Challengers (2017). Selain Shoryuken dan jurus khas lainnya, Ken versi ini juga mempunyai jurus tambahan, seperti Rasetsu Kyaku dan Shinbu Messatsu, yang dibalut efek api berwarna ungu. Psycho Power tak hanya mengubah penampilannya, tetapi juga membuat gaya bertarungnya lebih brutal dan agresif.

    Melihat popularitasnya yang begitu kuat, bukan tidak mungkin Ken bakal kembali dalam sekuel film Street Fighter. Apalagi, lore mengenai keluarganya menyimpan banyak kisah menarik yang bisa dieksplorasi lebih lanjut. Ngomong-ngomong, apakah kamu termasuk gamer Street Fighter yang setia menggunakan Ken?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More