Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Profesi Asisten Sutradara dari Cerita Acong, Astrada MV no na
Hendrawan Wibisono alias Acong (instagram.com/handrawant)
  • Acong menjelaskan astrada memastikan visi sutradara terlaksana di lapangan melalui rundown, koordinasi departemen, kesiapan talent-kru, pengaturan waktu, serta keamanan dan kenyamanan syuting.
  • Sebelum syuting, Acong dan tim melakukan recce dengan mengecek lokasi serta merekam rehearsal adegan memakai ponsel; dokumentasi recce MV “honk!” bahkan viral di media sosial.
  • Astrada untuk berbagai MV, termasuk proyek 88rising, Acong pernah menghadapi syuting truk Rich Brian di jalan berbatu dan kini tetap fokus sebagai Assistant Director.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di balik video musik yang terlihat keren di layar, ada banyak pekerjaan yang harus dibereskan sebelum kamera benar-benar mulai merekam. Salah satu sosok yang punya peran penting dalam proses tersebut adalah asisten sutradara atau astrada. Hendrawan Wibisono alias Acong sudah bertahun-tahun menjalani profesi tersebut dan terlibat dalam berbagai produksi video musik, termasuk proyek bersama label internasional 88rising.

Pekerjaan astrada tidak kalah penting dari sutradara. Mulai dari menyusun jadwal, mengatur koordinasi, hingga menjaga proses syuting tetap sesuai jadwal menjadi bagian dari pekerjaannya. Ia pun sering kali membagikan momen saat kru berperan dalam gladi bersih syuting sebelum artis benar-benar terjun di lokasi syuting. Berikut lika-liku Acong selama menjadi astrada di berbagai produksi video musik.

1. Apa itu tugas astrada?

Hendrawan Wibisono alias Acong (instagram.com/handrawant)

Bagi Acong, astrada merupakan salah satu posisi yang banyak bersentuhan langsung dengan proses produksi di lapangan. Jika sutradara memiliki visi tertentu untuk sebuah adegan, astrada bertugas membantu memastikan visi tersebut dapat diterapkan dan berjalan sesuai rencana. Karena itu, pekerjaan astrada bukan sekadar berdiri di lokasi syuting dan memberi arahan kepada kru.

"Nah kalau astrada ini versi ini sebenarnya lebih banyak pegang proses produksi di lapangan. Jadi misalkan director mau menyampaikan visi A gitu ya, nah tugasnya astrada adalah membuat visi A ini itu ke-deliver sebenarnya," jelas Acong.

Ia kemudian menjelaskan sejumlah tugas yang harus dilakukan, mulai dari membuat shooting rundown, berkoordinasi dengan berbagai departemen, memastikan talent dan kru siap, mengatur waktu, hingga menjaga proses syuting tetap aman dan nyaman. Semua hal tersebut dilakukan agar produksi dapat berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Menurut Acong, profesinya merupakan hasil dari lapangan. Pria kelahiran 1999 ini menjelaskan, "Kalau sutradara, DOP, sinematografer kan emang ada kelasnya. Kalau astrada itu sebenarnya autodidak. Jadi gak ada, secara akademis tuh gak ada sebenarnya."

2. Acong kerap membagikan recce di media sosial

Hendrawan Wibisono alias Acong (instagram.com/handrawant)

Sebelum masuk ke hari syuting, ada proses panjang yang harus dilakukan oleh tim produksi. Salah satunya adalah recce atau pengecekan lokasi yang dilakukan setelah tim memiliki gambaran mengenai konsep dan kebutuhan adegan. Dalam tahap ini, tim tidak hanya melihat kondisi lokasi, tetapi juga mencoba menerapkan shot dan adegan yang sudah direncanakan.

"Nah pas lagi cek lokasi, biasanya kita rehearsal adegan, tapi pake HP. Kita peragain semua. Nah, jadi pas syuting itu tinggal melakukan apa yang kita lakukan saat kita cek lokasi, tapi dengan equipment yang lebih profesional," jelas astrada video klip no na ini.

Menurut Acong, proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan rehearsal bersama DOP atau cinematographer saat produksi berlangsung. Mereka akan menentukan blocking, pergerakan, ekspresi, hingga timing adegan bersama tim video assist. Menariknya, dokumentasi rehearsal menggunakan HP yang pernah dilakukan Acong saat recce justru menarik perhatian banyak orang. Bahkan, recce dari MV "honk!" sampai viral di media sosial.

3. Acong pernah coba naik truk untuk recce MV Rich Brian

Hendrawan Wibisono alias Acong (instagram.com/handrawant)

Salah satu pengalaman yang cukup menantang bagi Acong terjadi ketika menggarap video musik Rich Brian yang melakukan proses syuting di Paragombong dan Terminal Pondok Cabe. Dalam produksi tersebut, tim harus menggunakan truk untuk salah satu adegan. Masalahnya, kondisi jalan di Paragombong nyatanya tidak semulus yang dibayangkan sehingga proses pengambilan gambar di atas kendaraan tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Pria berzodiak virgo ini mengenang momen tersebut, "Ya, karena truk kan kita suspensinya agak-agak ya. Terus lagi syuting, awal mulus lah jalannya. Pas lagi take, tiba-tiba masuk ke jalur batu, goyang-goyang. Ya, kamera juga goyang-goyang. Sama ini sih, pas lagi syuting di sana pasti ada yang teriak, 'Brian, Brian, Brian!'"

Untuk kebutuhan produksi agar tidak terjadi kebocoran dan kerumunan, Acong juuga bekerja sama dengan location manager. Nantinya, mereka kemudian berkoordinasi dengan warga sekitar. Mereka mencari tokoh setempat yang bisa membantu mengurus kebutuhan syuting di lokasi tersebut.

4. Acong masih nyaman jadi astrada

Hendrawan Wibisono alias Acong (instagram.com/handrawant)

Meski sudah lama berkecimpung di dunia produksi, Acong belum memiliki keinginan untuk buru-buru beralih menjadi sutradara. Ia bahkan sudah mengenal pekerjaan astrada sejak masih duduk di bangku kuliah dan pernah menjadi astrada magang di film The Big 4 saat masuk ke semester tiga. Setelah bertahun-tahun menjalani profesi tersebut, Acong mengaku justru semakin nyaman dengan perannya sebagai Assistant Director.

"Untuk jadi sutradara, kayaknya kalau di umur sekarang ya, belum ada kepikiran ke depannya sih. Kalau MV, tahu lah soal nge-direct. Tapi sisanya, fokus sebagai profesional Assistant Director, karena udah kecemplung lama banget," ujarnya.

Meski begitu, bukan berarti Acong menutup kemungkinan untuk mencoba menggarap video musik sebagai sutradara jika mendapat kesempatan yang sesuai. Salah satu proyek yang ingin ia coba garap jika mendapat kesempatan adalah video musik milik White Chorus, band asal Bandung. Acong menilai lagu-lagu mereka punya potensi untuk dikembangkan menjadi konsep visual yang menarik.

"Tapi kalau MV, kayaknya pengen White Chorus kali ya. Band asal Bandung tuh. Dari lagu-lagunya enak tuh kalau diapa-apain kayaknya secara treatment," ungkapnya.

Sementara itu, Acong sudah pernah menjadi astrada untuk MV Hindia, Lomba Sihir, Naykilla, .feast, Bernadya, JKT48, no na, hingga Ungu. Wah, siapa yang jadi ikut tertarik dengan profesi asisten sutradara ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article