5 Miniseri Historical Drama Netflix buat Penyuka East of Eden

- East of Eden (2026) ramai dibicarakan di Netflix karena mengisahkan konflik, rahasia, dan sisi gelap keluarga Trask di tengah perubahan zaman akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
- Alias Grace dan Godless menawarkan latar abad ke-19 dengan tokoh perempuan kompleks, isu sosial, serta konflik pelarian Roy Goode dari mantan gurunya, Frank Griffin.
- Death by Lightning, All the Light We Cannot See, dan The Leopard menyoroti tokoh rumit dalam peristiwa sejarah, dari pembunuhan presiden hingga perang dan intrik aristokrat.
Take a Deeper Reads

East of Eden (2026) langsung jadi obrolan hangat sejak tayang di Netflix pada awal Oktober lalu. Diadaptasi dari novel klasik John Steinbeck, miniseri ini mengikuti kehidupan keluarga Trask yang penuh konflik dan rahasia dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Karakter-karakternya yang punya sisi gelap serta perubahan zaman yang ikut memengaruhi kehidupan mereka jadi hal yang bikin ceritanya menarik untuk diikuti.
Kalau kamu suka East of Eden, Netflix masih punya banyak miniseri historical drama lainnya yang bisa dikulik. Dari kisah narapidana perempuan di abad ke-19 hingga intrik keluarga aristokrat di zaman kerajaan, berikut lima judul yang gak kalah seru buat ditonton. Siap-siap ketagihan binge watch!
1. Alias Grace (2017)

adegan dalam miniseri Alias Grace (dok. Netflix/Alias Grace) Berlatar abad ke-19, Alias Grace mengikuti Grace Marks (Sarah Gadon), imigran Irlandia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kanada. Pada 1843, Grace dinyatakan bersalah karena terlibat dalam pembunuhan majikannya, Thomas Kinnear (Paul Gross), dan rekan kerjanya, Nancy Montgomery (Anna Paquin). Bertahun-tahun kemudian, psikiater bernama Simon Jordan (Edward Holcroft) datang untuk mendengarkan cerita Grace tentang kejadian tersebut.
Miniseri enam episode ini diadaptasi dari novel laris karya Margaret Atwood yang terbit pada 1996. Sama seperti East of Eden dengan Cathy Ames (Florence Pugh)-nya, Alias Grace juga punya karakter perempuan yang sulit ditebak. Kisahnya juga membawa penonton melihat persoalan kelas sosial, gender, dan kehidupan perempuan pada masa itu.
2. Godless (2017)

adegan dalam miniseri Godless (dok. Netflix/Godless) Godless merupakan miniseri western Netflix yang dibuat oleh Scott Frank, salah satu kreator The Queen's Gambit. Berlatar di Amerika Serikat pada 1884, ceritanya bermula dari perselisihan antara mantan anak didik dan gurunya. Ada pula cerita tentang para perempuan di sebuah kota kecil yang harus menghadapi banyak masalah setelah ditinggal para pria.
Roy Goode (Jack O'Connell) melarikan diri dari Frank Griffin (Jeff Daniels), pemimpin geng yang pernah menjadi guru sekaligus sosok ayah baginya. Roy lalu menemukan tempat berlindung di peternakan Alice Fletcher (Michelle Dockery) dekat La Belle, kota pertambangan yang sebagian besar penduduknya adalah perempuan. Konflik meningkat ketika Frank mengendus keberadaan Roy di sana.
3. Death by Lightning (2025)

adegan dalam miniseri Death by Lightning (dok. Netflix/Death by Lightning) Death by Lightning mengangkat kisah James A. Garfield (Michael Shannon), Presiden Amerika Serikat ke-20, dan Charles J. Guiteau (Matthew Macfadyen), pria yang kemudian membunuhnya. Garfield awalnya gak menyangka bakal menjadi presiden, sedangkan Guiteau merasa dirinya berjasa dalam karier politik Garfield. Masalah muncul ketika Guiteau merasa gak dihargai dan mulai menuntut perhatian Garfield.
Adu akting Michael Shannon dan Matthew Macfadyen menjadi salah satu daya tarik utama miniseri ini. Keduanya sama-sama mampu menampilkan sisi kompleks dari karakter yang mereka perankan. Kalau yang kamu suka dari East of Eden adalah karakter-karakternya yang punya sisi gelap dan rumit, Death by Lightning bisa jadi pilihan berikutnya.
4. All the Light We Cannot See (2023)

adegan dalam miniseri All the Light We Cannot See (dok. Netflix/All the Light We Cannot See) Miniseri drama sejarah yang juga wajib ditonton fans East of Eden selanjutnya adalah All the Light We Cannot See. Bedanya, jika adaptasi novel karya John Steinbeck tersebut berlatar Amerika Serikat pada awal abad ke-20, adaptasi novel karya Anthony Doerr ini mengambil latar Prancis saat Perang Dunia II. Meski begitu, perubahan zaman yang mengubah kehidupan para tokohnya turut menjadi bagian penting dalam cerita.
All the Light We Cannot See mengikuti Marie-Laure (Aria Mia Loberti), gadis Prancis tunanetra yang menyiarkan pesan radio rahasia dari tempat persembunyiannya. Siaran tersebut didengar oleh Werner Pfennig (Louis Hofmann), pemuda Jerman yang dipaksa bekerja untuk melacak sinyal radio ilegal. Werner pun harus memilih antara mencari sumber siaran tersebut atau melindungi Marie.
5. The Leopard (2025)

poster miniseri The Leopard (dok. Netflix/The Leopard) Melengkapi daftar ini ada The Leopard, yang mengikuti Don Fabrizio Corbera (Kim Rossi Stuart), Pangeran Salina yang merasa kedudukannya mulai terancam. Ia kemudian mengatur hubungan antara keponakannya, Tancredi (Saul Nanni), dan Angelica (Deva Cassel), putri wali kota kaya. Pilihan tersebut ternyata bikin hubungan Don Fabrizio dengan putrinya, Concetta (Benedetta Porcaroli), yang juga menyukai Tancredi, ikut jadi rumit.
Diangkat dari novel klasik Il Gattopardo karya Giuseppe Tomasi di Lampedusa, miniseri ini menyajikan intrik keluarga aristokrat yang sangat adiktif. Latarnya sendiri berada di Sisilia pada 1860-an, saat berbagai wilayah di Semenanjung Italia mulai disatukan menjadi satu negara. Latar sejarah dan konflik keluarganya tersebut bikin The Leopard punya nuansa yang sama dengan East of Eden.
Kalau kamu suka East of Eden karena konflik keluarga, karakter yang rumit, dan latar sejarahnya, lima miniseri di atas bisa jadi tontonan selanjutnya. Setelah selesai dengan kisah keluarga Trask, kira-kira cerita siapa yang bakal kamu ikuti berikutnya? Siapa tahu, salah satunya bisa jadi tontonan favorit barumu!






















