Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Momen Berkesan di Konser Afgan retrospektif: Orkestranya Megah!

Momen Berkesan di Konser Afgan retrospektif: Orkestranya Megah!
potret Afgan di konser “Afgan retrospektif: The Concert” di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (18/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Afgan tampil total selama tiga jam di konser retrospektifnya, membawakan lebih dari 20 lagu dengan interaksi hangat dan fan service yang bikin penonton terhibur maksimal.
  • Kolaborasi Afgan dengan Erwin Gutawa Orchestra menghadirkan aransemen megah yang memperkaya nuansa lagu-lagu hits tanpa menghilangkan karakter khasnya.
  • Tata panggung dan visual konser dirancang cermat dengan efek cahaya, layar dinamis, serta kemunculan orkestra yang menciptakan suasana sinematik dan memukau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Megah. Mungkin itulah satu kata yang paling menggambarkan pengalaman saya meliput konser “Afgan retrospektif: The Concert”, Sabtu (18/7/2026). Bagaimana tidak? Kali ini, lagu-lagu milik penyanyi berusia 37 tahun itu terdengar semakin hidup berkat aransemen megah dari Erwin Gutawa Orchestra tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Kesan megah tersebut tidak hanya terasa dari musiknya saja, melainkan juga dari tata panggung yang disuguhkan. Ini merupakan pengalaman pertama saya menyaksikan konser di Plenary Hall, Jakarta International Convention Centre (JICC), dan saya cukup terpukau melihat bagaimana Afgan memanfaatkan setiap sudut panggung secara maksimal.

Pada awal pertunjukan, panggung memang tampak sederhana dengan dua layar LED besar di sisi kiri dan kanan. Namun, seiring pertunjukan berlangsung, satu per satu elemen panggung mulai terungkap dan menghadirkan kejutan yang membuat penampilan Afgan kian spektakuler. Nah, berikut sederet momen berkesan di konser “Afgan retrospektif: The Concert”.

1. Afgan tampil totalitas selama 3 jam pertunjukan, fan service juga ramah bintang lima!

Seorang penyanyi mengenakan jaket cokelat sedang bernyanyi di atas panggung konser di depan penonton yang memenuhi Plenary Hall JICC Jakarta.
potret Afgan di konser “Afgan retrospektif: The Concert” di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (18/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Konser “Afgan retrospektif: The Concert” dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Begitu lampu dipadamkan dan nuansa hijau mulai menyelimuti panggung, teriakan penonton pun langsung pecah. Banyak yang sigap mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen tersebut hingga akhirnya Afgan muncul ke atas panggung dengan penampilan gagah mengenakan jaket berwarna mustard.

Musisi bernama asli Afgansyah Reza tersebut langsung tancap gas menyanyikan lagu “Misteri Dunia” sebagai pembuka. Energi yang dibawa Afgan sejak detik awal kemunculannya membuat ribuan penonton seketika terbawa suasana hingga akhirnya asyik bernyanyi bersama dan bergoyang tipis-tipis mengikuti alunan musik. Suasana meriah ini terus berlanjut hingga lagu kedua dibawakan.

“Halo… Terima kasih banyak. Selamat malam, Jakarta! Selamat datang di konser retrospektif. Are you guys excited?” kata Afgan menyapa ribuan penonton yang telah memenuhi venue.

Pertunjukan konser berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Mungkin, bagi penonton yang berada di area VIP atau tribun, durasi tersebut terasa menyenangkan. Namun, bagi saya yang meliput dari area festival, tiga jam berdiri tentu cukup membuat kaki pegal. Hihihi~

Tapi jangan khawatir! Hal itu tidak mengurangi keseruan acara. Rasa lelah tersebut langsung terbayar tuntas karena Afgan totalitas mempersembahkan penampilan terbaiknya. Selama tiga jam, ia membawakan lebih dari 20 lagu hit dengan energi yang nyaris tak surut.

Gak cuma fokus bernyanyi, Afgan tampak juga berusaha membangun interaksi hangat dengan para penggemarnya dengan beberapa kali mengajak mengobrol, melempar candaan, hingga menanggapi celetukan dari fans.

Salah satu momen yang paling mengundang tawa terjadi saat beberapa penggemar menyinggung soal dirinya yang sudah menunaikan ibadah haji. Bukannya canggung, Afgan justru menanggapinya dengan santai dan meminta penonton untuk memanggilnya Pak Haji Afgan. Ramah bintang lima, pokoknya!

Gak sampai di situ, saat menyanyikan lagu “Lenggang Puspita”, Afgan secara tak terduga membawa beberapa tangkai bunga ke atas panggung dan membagikannya kepada sejumlah penonton. Meski sederhana, aksi Afgan tersebut sukses membuat penonton berteriak histeris hingga meleleh berjemaah.

2. Aransemen Erwin Gutawa Orchestra bikin lagu-lagu Afgan terdengar lebih megah

Penyanyi tampil di atas panggung bersama orkestra dan konduktor dalam konser Afgan Retrospektif di Plenary Hall JICC Jakarta.
potret konser “Afgan retrospektif: The Concert” di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (18/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Nah, yang tak kalah menarik dari konser “Afgan retrospektif: The Concert” ini adalah aransemennya yang megah. Sentuhan orkestra dari Erwin Gutawa Orchestra sukses membuat lagu-lagu hits Afgan terdengar lebih kaya, dramatis, bahkan emosional, tanpa menghilangkan karakter asli lagunya.

Permainan berbagai instrumen seperti string, brass, serta perkusi berpadu apik dengan vokal khas Afgan, sehingga menciptakan pengalaman mendengarkan yang berbeda dari versi rekamannya, lho. Setiap lagu juga terasa memiliki dimensi baru yang seolah mengajak penonton untuk menikmati karya-karya Afgan dalam kemasan yang lebih megah.

Oleh karena itu, tak heran jika Afgan menyebut bahwa ia sampai mendoakan kolaborasi bersama Erwin Gutawa Orchestra ini ketika menunaikan ibadah haji pada tahun lalu. Gokil!

3. Visual panggung yang memanjakan mata

Seorang penyanyi mengenakan jaket kuning sedang bernyanyi di atas panggung konser dengan pencahayaan merah di Plenary Hall JICC Jakarta.
potret Afgan di konser “Afgan retrospektif: The Concert” di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (18/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Tak hanya memanjakan telinga, konser “Afgan retrospektif: The Concert” juga menyuguhkan visual panggung yang memanjakan mata, lho.

Sekilas, tata panggung konser tersebut tampak sederhana. Namun, di balik kesan minimalis tersebut, setiap elemennya justru dimanfaatkan dengan cermat sehingga menciptakan pertunjukan yang megah. Jadi, pada beberapa lagu di awal pertunjukan, tirai di lantai dua panggung dimanfaatkan sebagai latar visual yang membuat penonton tetap bisa menikmati penampilan dengan leluasa.

Hingga ketika tirai tersebut perlahan dibuka, di baliknya, ternyata ada Erwin Gutawa Orchestra yang akhirnya mulai menunjukkan permainan mereka. Kemunculan puluhan musisi orkestra tersebut seketika membuat suasana panggung gak cuma terasa megah, tetapi juga magis.

Tidak hanya mengandalkan tata cahaya, konser ini juga memanfaatkan layar yang berada di atas posisi Afgan berdiri di atas panggung untuk menampilkan artwork yang terus berganti mengikuti setiap lagu. Penempatan visual tersebut pun memungkinkan penonton menikmati komposisi visual dari sudut pandang yang berbeda. Ditambah efek asap dan hujan konfeti di beberapa lagu, suasana konser pun terasa kian sinematik dan imersif. Pertunjukan ini juga terasa semakin istimewa karena kehadiran para kolaborator, mulai dari Mahalini, Petra Sihombing hingga Kris Dayanti.

Lewat penampilan dan fan service-nya yang totalitas, aransemen orkestra yang megah, visual memukau yang memanjakan mata, hingga kolaborasi spesial, Afgan pun sukses membuat suasana malam Minggu para penggemarnya menjadi semakin berwarna.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More