Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketika British Airways Nyaris Jatuh saat Masuk Awan Abu Erupsi Galunggung
cuplikan dokumenter Falling From The Sky di Mayday: Air Disaster (youtube.com/maydayairdisaster)

Bandara Internasional Soekarno Hatta ditutup sementara sejak Minggu, 6 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan penerbangan setelah hasil tes kertas (paper test) menunjukkan adanya indikasi positif abu vulkanik di area bandara. Kebijakan penghentian operasional ini sempat diperpanjang beberapa kali, hingga terbaru pada Senin, 7 September 2026, pukul 18.00 WIB.

Bukan tanpa alasan, sebab abu vulkanik memang berbahaya untuk penerbangan. Insiden menegangkan sempat dialami British Ariways Flight 009 pada 24 Juni 1982. Kala itu, Boeing 747 dengan rute Malaysia-Australia tanpa sengaja terbang menembus awan abu vulkanik dari erupsi Gunung Galunggung di Jawa Barat. Kisah tersebut kemudian diangkat dalam dokumenter episode Falling from the Sky, bagian dari serial Mayday oleh Mayday: Air Disaster YouTube Channel yang diunggah pada Desember 2022.

Dokumenter berdurasi sekitar 44 menit ini tidak hanya menampilkan reka ulang momen menegangkan penerbangan itu, melainkan juga menghadirkan kesaksian langsung dari penumpang dan kru yang mengalaminya. Bagaimana kisahnya?

1. Siapa saja tokoh yang ada di dokumenter Falling from the Sky?

cuplikan dokumenter Falling From The Sky di Mayday: Air Disaster (youtube.com/maydayairdisaster)

Dokumenter ini menghadirkan Captain Eric Moody sebagai pilot, First Officer Roger Greaves, Flight Engineer Barry Townley-Freeman, serta Chief Steward Graham Skinner. Dari sisi penumpang, ada Betty Tootell, Charles Capewell, dan anggota keluarga Capewell, termasuk kedua putranya, Chas dan Stephen.

Pada awalnya, penerbangan berlangsung normal. Pesawat sedang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Perth pada malam hari di mana para penumpang sudah melewati perjalanan panjang dari London. Betty Tootell duduk bersama ibunya, Phyllis Welch, yang sempat takut. Sementara itu, Charles Capewell terbang bersama dua anaknya. Tidak ada yang menyangka penerbangan yang tenang tersebut akan berubah menjadi situasi hidup dan mati.

Suasana mulai berubah ketika para penumpang mencium bau menyengat seperti belerang. Asap putih mulai memenuhi kabin yang sempat dikira puntung rokok. Pada tahun tersebut, merokok di atas pesawat masih diperbolehkan. Pramugari pun berusaha mencari rokok yang dikira belum dimatikan. Di saat bersamaan, kru pilot yang berada dalam kokpit melihat titik-titik cahaya aneh di sekitar pesawat. Yang membuat situasinya semakin membingungkan, tidak ada hal-hal aneh yang terdeteksi radar cuaca pesawat.

2. Naik turunnya emosi penumpang akibat kejadian misterius

cuplikan dokumenter Falling From The Sky di Mayday: Air Disaster (youtube.com/maydayairdisaster)

Situasi berubah menjadi jauh lebih serius ketika mesin nomor 4 tiba-tiba mati. Tidak lama kemudian, mesin lainnya ikut kehilangan tenaga hingga keempat mesin Boeing 747 tersebut berhenti bekerja. Pesawat yang sedang berada di ketinggian sekitar 37.000 kaki itu pun mulai meluncur turun tanpa tenaga mesin. Pilot dan ko-pilot mulai memperhitungkan kemungkinan untuk lepas landas di Halim Perdana Kusuma.

Di dalam kabin, asap semakin tebal dan para penumpang mulai panik. Masker oksigen turun, tetapi sistemnya tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Betty Tootell dan Charles Capewell menggambarkan hidungnya merasa terbakar saat menghirup udara. Sementara itu, Skinner harus membantu memberikan instruksi dengan toa kepada penumpang ketika sistem komunikasi kabin bermasalah.

Momen menegangkan semakin terasa di kokpit. Kapten Moody dan kru berusaha menghidupkan kembali mesin sambil terus menurunkan pesawat. Mereka juga belum mengetahui apa sebenarnya cahaya yang menyelimuti pesawat mereka. Ketika pesawat terus kehilangan ketinggian, kru bahkan sempat mempertimbangkan kemungkinan melakukan pendaratan darurat di laut. Kondisi semakin menegangkan, karena komunikasi dengan ATC tower di Jakarta tidak lancar.

Namun, setelah pesawat turun cukup jauh dari awan abu, mesin nomor 4 akhirnya kembali menyala. Mesin lainnya kemudian menyusul hingga seluruh mesin kembali hidup. Meski begitu, perjalanan belum sepenuhnya aman, karena mesin nomor 2 kembali bermasalah dan akhirnya harus dimatikan.

Masalah berikutnya muncul saat pesawat mendekati Jakarta. Kaca depan kokpit mengalami kerusakan parah akibat terkena partikel abu vulkanik sehingga pandangan pilot hampir tertutup. Dengan bantuan First Officer Roger Greaves, Captain Moody akhirnya berhasil membawa pesawat mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dengan tiga mesin. Seluruh 263 orang di dalam pesawat selamat.

3. Apa hubungan kejadian British Airways Flight 009 dengan Gunung Galunggung meletus?

cuplikan dokumenter Falling From The Sky di Mayday: Air Disaster (youtube.com/maydayairdisaster)

Setelah mendarat, penyebab kejadian tersebut baru diketahui. Mesin pesawat yang dibuat oleh Rolls-Royce langsung dipreteli dan diteliti. Terungkap, pesawat ternyata telah terbang menembus awan abu dari erupsi Gunung Galunggung. Abu yang masuk ke mesin meleleh akibat suhu tinggi di dalam mesin, mengganggu proses pembakaran, dan akhirnya menyebabkan keempat mesin mati. Abu tersebut juga mengikis kaca depan kokpit serta bagian luar pesawat, seperti terkena pasir bertekanan tinggi.

Insiden British Airways Flight 9 kemudian memberikan pelajaran besar bagi dunia penerbangan. Salah satu yang paling penting adalah bahwa awan abu vulkanik tidak terbaca dari radar cuaca biasa, karena tidak memiliki kandungan air yang cukup untuk terdeteksi. Kesadaran terhadap bahaya ini kemudian mendorong koordinasi yang lebih baik antara ahli vulkanologi dan industri penerbangan untuk memperingatkan pesawat mengenai keberadaan abu vulkanik.

Dokumenter ini juga memperlihatkan bagaimana para penyintas memaknai insiden tersebut. Dalam laporan BBC pada 24 Juni 2026, Kapten Eric Moody membuat Galunggung Gliding Club dan seluruh penumpang serta kru Flight 9 secara otimatis menjadi anggotanya. Mereka pun rutin mengadakan reuni untuk mengenang momen menegangkan tersebut. Betty Tootell, salah satu penumpang, juga menulis buku All Four Engines Have Failed yang menceritakan kejadian ini.

Buat kamu yang penasaran, dokumenter ini ada di kanal YouTube Mayday: Air Disaster.

Curated For You

Editorial Team

Related Article