- Genre: drama-psikologi, satir
- Pemain: Maggie Smith
- Sutradara: Ronald Neame
5 Film Lawas untuk Memahami Bagaimana Fasisme Eksis dan Langgeng

- Artikel menyoroti meningkatnya popularitas politik sayap kanan dan tren konservatif sejak akhir 2010-an, yang dipandang mengingatkan pada siklus sejarah fasisme.
- The Prime of Miss Jean Brodie dan The Conformist menggambarkan bagaimana kharisma manipulatif, trauma, krisis identitas, serta kebutuhan akan penerimaan dapat mendorong ketertarikan pada fasisme.
- The Damned, Investigation of a Citizen Above Suspicion, dan Mephisto membedah kolusi elite, impunitas institusi, serta oportunisme individu yang menopang kekuasaan fasis.
Fasisme jadi kata kunci yang belakangan meramaikan linimasa media sosial. Bukan kata kunci biasa, fasisme memang dipercaya perlahan sedang bersiap merebut dominasi dari kelompok progresif. Tanda-tandanya sudah terbaca sejak akhir 2010-an, terlihat dari kemenangan partai-partai sayap kanan di sejumlah negara. Popularitas kelompok ini terus meningkat pada 2020-an seiring dengan kemunculan tren-tren konservatif seperti ideologi supremasi kulit putih, tradwife (gerakan melanggengkan kembali peran gender tradisional), sampai manosphere (komunitas antifeminis dan male-centered di internet).
Rasanya seperti mengulang sejarah, bak siklus yang gak bisa dihindari. Menurutmu apa nih yang bikin pemimpin dan politisi fasis dan konservatif yang biasanya berada di spektrum politik kanan justru diminati? Ternyata jawabannya bisa kamu temukan dalam film-film lawas dari dekade 60—80-an berikut, lho. Bukti kalau sejarah sedang mengulang siklusnya.
1. The Prime of Miss Jean Brodie (1969)

The Prime of Miss Jean Brodie (dok. 20th Century Fox/The Prime of Miss Jean Brodie) Jean Brodie adalah seorang guru yang bekerja di sebuah sekolah khusus perempuan di Edinburgh pada 1930-an. Ia dikenal karena pandangannya yang gak biasa, cenderung liberal dan nonkonformis. Menariknya, terlepas dari sikap masa bodohnya itu, Brodie adalah seorang yang amat mengagungkan kekuasaan tunggal dan ketegasan dalam kepemimpinan. Ini yang membuatnya kerap meromantisasi tokoh-tokoh fasis pada era itu seperti Benito Mussolini dan Fransisco Franco. Lewat manipulasi dan hipokrisi, ia berhasil bikin murid-muridnya mengidolakan dirinya dan mengamini pendapat-pendapatnya. Sosok Jean seperti gambaran tokoh-tokoh fasis dan diktator pada umumnya. Ada kontradiksi dalam diri mereka yang berhasil dieksploitasi jadi persona kharismatik yang menipu, persuasif, dan manipulatif.
2. The Conformist (1970)

The Conformist (dok. Kino Lorber/The Conformist) Marcello adalah fokus film The Conformist, seorang pria canggung yang menemukan validasi setelah ia bergabung dengan kelompok fasis di Italia era Mussolini. Marcello diceritakan punya trauma masa lalu yang masih menghantuinya sampai dewasa. Antara krisis identitas dan represi emosi, Marcello melihat fasisme sebagai ideologi yang menawarkan kesan normal dan penerimaan yang selama ini didambanya. Bagaimana bisa? The Conformist merupakan karya psikoanalisis yang menjelajahi proses merasuknya sebuah ideologi ke dalam diri seseorang secara perlahan, tapi pasti.
- Genre: thriller-psikologi, noir
- Pemain: Jean-Louis Trintignant, Dominique Sanda
- Sutradara: Bernardo Bertolucci
3. The Damned (1969)

The Damned (dok. Criterion/The Damned) The Damned bisa menjelaskan irisan antara fasisme dan kapitalisme. Film ini berpusat pada sebuah keluarga borjois di Jerman pada 1930-an. Saat itu, popularitas Nazi mulai naik dan mau tak mau mereka harus berjabat tangan dengan parpol itu demi mempertahankan kekayaan dan dominasi mereka. Tak semua anggota keluarga menyambut ide itu, mereka terpecah, tetapi pada akhirnya memilih mengorbankan kompas moral mereka. The Damned memang fokus ke drama domestik, memotret dinamika keluarga oligarki di tengah perubahan konstelasi politik di Jerman saat itu.
- Genre: thriller-psikologi
- Pemain: Helmut Berger, Ingrid Thulin
- Sutradara: Luchino Visconti
4. Investigation of Citizen Above Suspicion (1970)

Investigation of a Citizen Above Suspicion (dok. Film at Lincoln Center/Investigation of a Citizen Above Suspicion) Seorang petinggi kepolisian di Italia nekat membunuh selingkuhannya sendiri dan memimpin sendiri proses investigasi kasus tersebut. Seolah mengetes seberapa besar impunitas yang ia miliki serta korupsi dalam institusi yang ia pimpin, sang lakon bahkan menertawakan ketidakmampuan anak buahnya melihat bukti-bukti yang mengarah kepada dirinya. Film ini adalah satire yang menampar soal cara kerja pemerintah fasis, mulai dari kebijakan top-down, permainan pengendalian sosial, dan lain sebagainya.
- Genre: satire, noir
- Pemain: Gian Maria Volonté, Gianni Santuccio
- Sutradara: Elio Petri
5. Mephisto (1981)

Mephisto (dok. Mafilm/Mephisto) Ketika rekan-rekan sesama senimannya memutuskan jadi eksil atau bahkan dipenjara sebagai tapol, Hendrik Höfgen justru menemukan kariernya sebagai aktor meroket pada era Nazi. Untuk mencapai itu, ia memutuskan untuk mencerabut identitasnya sebagai bagian dari kelompok sayap kiri dan memilih untuk berpihak pada penguasa. Ini memang memberinya privilese, akses, harta, dan berbagai kenyamanan. Namun, sampai kapan, ia akan menikmati berbagai hak istimewa dan stabilitas karier ini?
- Genre: drama politik
- Pemain: Klaus Maria Brandauer, Krystyna Janda
- Sutradara: István Szabó
Film-film tadi memang dirilis setidaknya 4 dekade silam, tetapi masih terasa nyata dan dekat dengan isu masa kini. Benarkah kita tidak pernah belajar dari sejarah kelam fasisme? Coba tonton dan jadikan mereka bahan renungan dan diskusi.


















