Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Momen 'Nenek Aku Kata' Dzul di Upin & Ipin yang Menyesatkan

4 Momen 'Nenek Aku Kata' Dzul di Upin & Ipin yang Menyesatkan
cuplikan Upin & Ipin episode Warna Warni (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
Intinya Sih
  • Dzul dikenal lewat tagline 'Nenek aku kata' yang sering ia gunakan untuk menyampaikan cerita atau nasihat dari neneknya, meski banyak di antaranya ternyata tidak benar.
  • Beberapa ucapan Dzul seperti biji rambutan tumbuh di perut, pelangi karena warna bertengkar, dan bayangan bisa hilang terbukti menyesatkan namun sempat dipercaya teman-temannya.
  • Ada kemungkinan Dzul sengaja mengatasnamakan neneknya agar ucapannya terdengar meyakinkan, padahal sebagian besar hanyalah gurauan atau cerita buatan sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dari sekian banyaknya teman Upin dan Ipin, Dzul adalah satu di antaranya yang tak banyak disorot. Karakternya sendiri lebih dikenal sebagai sahabat Ijat yang kerap menerjemahkan perkataannya ketika ia belum lancar berbicara. Meski begitu, Dzul tetap dikenali dan diingat oleh para penonton Upin & Ipin. Terlebih, Dzul sebenarnya tak kalah menarik dari karakter lainnya.

Satu hal yang melekat dari Dzul dan menjadi ciri khas karakternya adalah perkataannya yang berbunyi "Nenek aku kata". Kalimat yang juga merupakan tagline Dzul ini selalu ia lontarkan sebelum kemudian menirukan perkataan sang nenek kepada teman-temannya. Ya, Dzul kerap menggunakan nama neneknya ketika memberitahukan sesuatu yang mungkin belum pernah didengar oleh temannya. Namun, tahukah kamu, tidak semua apa yang pernah Dzul sampaikan adalah benar adanya? Beberapa di antaranya justru hanya merupakan perkataan iseng belaka yang bahkan menyesatkan.

1. "Kalau tertelan biji rambutan, nanti pokok rambutan tumbuh dalam perut"

cuplikan Upin & Ipin episode Perut Ehsan
cuplikan Upin & Ipin episode Perut Ehsan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Ketika Ehsan sakit perut, ia pernah jadi korban omongan sesat Dzul. Sebelumnya, Ehsan sempat makan rambutan terlalu banyak dan tak sengaja menelan bijinya. Begitu mengetahui hal ini, Dzul lantas memberi tahu kalau neneknya pernah berkata bahwa biji rambutan yang tertelan akan tumbuh di dalam perut. Karena penyampaian Dzul terdengar sangat meyakinkan dan menakutkan, teman-temannya pun mempercayai ucapan tersebut. Bahkan, Ehsan sudah membayangkan dirinya yang berubah menjadi pohon rambutan.

Saat kecil dulu, kamu mungkin juga pernah punya pemikiran yang sama dengan apa yang diucapkan Dzul ini, bukan? Padahal, yang sebenarnya terjadi biji rambutan di dalam perut Ehsan tersebut akan dihancurkan oleh cairan asam lambung yang bisa melarutkan makanan.

2. "Pelangi tu warna-warna yang bergaduh"

cuplikan Upin & Ipin episode Warna Warni
cuplikan Upin & Ipin episode Warna Warni (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Perkataan Dzul yang kedua ini bisa kamu jumpai pada episode "Warna Warni". Di tengah pembicaraan anak-anak tentang asal-usul pelangi, Dzul menambahkan bahwa sebenarnya pelangi itu muncul dari warna-warna yang bertengkar. Ada tujuh warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, biru tua, dan ungu. Masing-masing merasa paling hebat dan paling penting dari yang lainnya. Namun, perselisihan mereka berakhir setelah hujan berpesan supaya hidup berdampingan. Sebab, semua warna itu penting dalam kehidupan. Warna-warna ini kemudian hidup bersama dan bersatu membentuk pelangi yang cantik.

Cerita tentang asal-usul pelangi dari Dzul ini memang sangat tidak masuk akal dan menyesatkan. Namun, anak-anak yang pikirannya masih polos mungkin akan menganggapnya serius. Untungnya, Cikgu Melati segera meluruskan hal itu dengan menjelaskan secara detail proses terbentuknya pelangi.

3. "Tak baik main bayang-bayang, nanti bayang-bayang hilang"

cuplikan Upin & Ipin episode Gelapnya
cuplikan Upin & Ipin episode Gelapnya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Pada episode "Gelapnya", Dzul menyampaikan apa yang pernah ia dengar dari sang nenek, bahwa bermain dengan bayangan di kegelapan bisa membuat bayangan seseorang menghilang. Dzul memberitahukan ini setelah ia mendengar cerita Upin dan Ipin yang asyik membuat berbagai bentuk bayangan dari cahaya lilin saat mati lampu.

Namun, karena ucapan Dzul ini terdengar sangat meragukan, teman-temannya pun memberi tanggapan yang berbeda dari momen-momen sebelumnya. Mereka tampak tidak mempercayai ucapan Dzul tersebut. Kalau kamu paham, larangan seperti itu sebenarnya hanya untuk menakuti anak-anak supaya mereka tidak bermain dengan api, sebab ditakutkan terjadi musibah kebakaran. Persis seperti apa yang disampaikan oleh Mail.

4. "Pokok besar itu tumbang, maknanya kampung kita akan ditimpa bala"

cuplikan Upin & Ipin episode Pokok Kenangan
cuplikan Upin & Ipin episode Pokok Kenangan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Pada episode "Pokok Kenangan", sebuah pohon besar yang sudah puluhan tahun berdiri di Kampung Durian Runtuh tumbang setelah tersambar petir. Orang-orang pun berdatangan untuk melihat keadaan di sana. Di momen ini Dzul mengaku kalau sang nenek pernah berkata bahwa tumbangnya sebuah pohon adalah pertanda akan terjadi bencana di desa tersebut.

Yang bikin kaget, bukan cuma anak-anak yang mempercayai perkataan Dzul, banyak orang dewasa juga tampak percaya. Padahal, apa yang dilontarkan Dzul itu adalah sebuah takhayul. Kak Ros pun berpesan supaya mereka tak mempercayai hal tersebut.

Tidak ada yang tahu apakah semua perkataan menyesatkan yang Dzul ucapkan di atas benar-benar disampaikan oleh neneknya atau tidak. Pasalnya, Dzul pernah kedapatan iseng melontarkan perkataan yang ia buat sendiri. Namun, ia tetap menyebut bahwa perkataan itu didapatnya dari sang nenek. Tepatnya ketika Dzul berkata bahwa neneknya pernah bercerita kalau Nenek Kebayan memakan anak kecil. Kenyataannya, sang nenek justru berkata bahwa Nenek Kebayan tidak seperti itu. Dzul kemudian mengaku bahwa ia hanya bergurau saat mengatakannya.

Jadi, ada kemungkinan bahwa perkataan Dzul yang lainnya juga ia buat sendiri. Mungkin, alasan Dzul menggunakan nama neneknya dalam cerita yang ia sampaikan adalah karena ingin teman-temannya mempercayai apa yang ia ucapkan. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More