Seringai di Localfest 2026, Kenalkan Gitaris Baru hingga Kritik Kopdes

Seringai tampil di Localfest Jakarta 2026 sebagai comeback setelah hiatus, membakar semangat penonton dengan energi penuh di Stadion Baseball GBK Senayan.
Mereka memperkenalkan dua gitaris baru, Angga Kusuma dan Darma Respati, sekaligus memberi penghormatan emosional untuk mendiang Ricky Siahaan lewat visual dan lagu ‘Selamanya’.
Melalui lagu ‘Membungkam 98’, Seringai menyuarakan kritik terhadap rezim dan menyinggung kasus kematian peserta program pelatihan Kopdes, menegaskan sikap vokal mereka terhadap isu sosial-politik.
Jakarta, IDN Times - Seringai sukses membakar semangat penonton di hari pertama Localfest Jakarta 2026, Sabtu (27/6/2026). Penampilan mereka di Stadion Baseball GBK, Senayan, menjadi salah satu momen paling dinantikan karena menandai comeback Seringai setelah cukup lama hiatus usai kepergian mendiang Ricky Siahaan.
Hiatus ternyata tak mengurangi energi Seringai maupun para penggemarnya. Begitu Arian13 cs naik ke Panggung None sekitar pukul 21.42 WIB, area pit di depan panggung langsung dipenuhi oleh para penonton yang bersiap melakukan moshing. Suasana semakin pecah ketika dentuman musik mulai mengiringi gerakan para penonton.
Di tengah penampilannya, Seringai juga memperkenalkan dua gitaris baru yang kini mengisi posisi gitar di atas panggung. Selain itu, mereka juga memberikan penghormatan menyentuh untuk mendiang Ricky Siahaan yang membuat suasana malam itu jadi emosional.
1. Seringai kenalkan dua gitaris baru

Setelah membawakan sejumlah lagu andalan, termasuk “Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)”, Seringai akhirnya menyapa penonton sekitar pukul 21.57 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Arian13, vokalis Seringai, mengumumkan bahwa mereka telah resmi kembali berkarya dan saat ini sedang mempromosikan album terbaru berjudul IV: Anastasis.
“Seringai telah kembali dan kami sedang mempromosikan album terbaru kami, IV: Anastasis,” katanya di hadapan penonton Localfest Jakarta 2026.
Gak sampai di situ saja, Arian kemudian memperkenalkan dua gitaris baru Seringai, yaitu Angga Kusuma dan Darma Respati, yang kini mengisi posisi gitar setelah kepergian mendiang Ricky Siahaan pada 19 April 2025 lalu.
“Sepeninggalan almarhum Ricky Siahaan, kami punya dua gitaris, ada Angga Kusuma dan Darma Respati.”
Dalam hal ini, Angga Kusuma dan Darma Respati bergabung sebagai gitaris tamu (additional players) yang dipercaya untuk mengisi departemen gitar dalam proses rekaman album IV: Anastasis serta mendukung penampilan Seringai di berbagai panggung.
2. Beri penghormatan yang menyentuh untuk mendiang Ricky Siahaan

Di tengah penampilan mereka, Seringai juga memberikan penghormatan yang menyentuh untuk Ricky Siahaan dengan menampilkan visual gitar dan topi milik mendiang di layar LED besar di belakang panggung.
Momen tersebut seketika mengubah suasana. Panggung yang sebelumnya dipenuhi energi dan panasnya mosh pit mendadak menjadi emosional. Para penonton yang berada di area mosh pit perlahan menghentikan aksi untuk menyaksikan tribute tersebut.
“Ricky Siahaan selamanya!” seru Arian13, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorakan penonton.
Seringai kemudian mulai membawakan lagu “Selamanya.” Bersamaan dengan itu, visual di layar LED dilanjutkan dengan menampilkan gambar mendiang Ricky Siahaan yang tampak antusias beraksi dengan gitarnya.
3. Kritik rezim lewat lagu dan visual panggung

Lewat lagu baru “Membungkam 98” yang dirilis pada 19 April 2026, Seringai kembali menunjukkan sikap vokal mereka terhadap isu politik dan kekuasaan. Lagu ini tidak hanya menyinggung soal peristiwa 1998 dan kekerasan seksual massal yang menyertainya, tetapi liriknya secara tegas memuat narasi “Soeharto Bukan Pahlawan”. Lebih dari sekadar dibawakan di atas panggung, Seringai bahkan menampilkan potongan lirik lagu tersebut di LED belakang panggung.
“Apa yang kalian pikirkan tentang rezim? Rezim selalu buruk biasanya, kan? Ini semakin buruk, semakin buruk, semakin buruk. Kalian semua tidak dianggap, kalian semua diangapnya cuma, ‘Nyenyenyenye.’ Kalian hanya dianggap, ‘Emang gue pikirin,’” kata Arian13.
Ia juga menyinggung soal lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal saat mengikuti pelatihan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Kopdes sudah ada lima yang meninggal. Untuk menjaga sebuah gerai sudah ada lima yang meninggal karena latihan militer dan sejarah hendak dibungkam,” lanjut Arian13.

















![[QUIZ] Seberapa Mirip Kepribadianmu dengan Patrick Star di SpongeBob SquarePants?](https://image.idntimes.com/post/20240829/kuis-2-ddb1e4e5432510fe6a005a1d97efae2d.jpg)
