Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Momen Paling Menyedihkan Susanti di Upin & Ipin, Bikin Nangis!
cuplikan Upin & Ipin episode "Temanku Susanti" (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
  • Susanti, karakter asal Indonesia di Upin & Ipin, pertama kali muncul pada musim ke-3 dan tinggal di Kampung Durian Runtuh karena pekerjaan ayahnya di Malaysia.
  • Salah satu momen paling sedih terjadi saat Susanti tidak bisa merayakan Lebaran bersama kakeknya di Indonesia, meski akhirnya terobati lewat panggilan video berkat bantuan Tok Dalang.
  • Dalam episode 'Temanku Susanti', ia harus berpamitan dengan Cikgu Melati dan merasa kecewa karena teman-temannya tidak mendengarkan kabar kepulangannya, membuatnya menangis tersedu-sedu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam animasi Upin & Ipin, Susanti adalah karakter yang diceritakan berasal dari Indonesia. Alasan Susanti tinggal di Malaysia adalah karena tuntutan pekerjaan sang ayah.

Sama seperti karakter lainnya yang tinggal di Kampung Durian Runtuh, Susanti juga demikian. Ia biasa bermain bersama anak-anak di lingkungan sekitar dan bersekolah di sekolah yang sama dengan mereka.

Susanti sendiri bukanlah karakter baru di kartun Upin & Ipin. Karakternya sudah ada sejak musim ke-3, tepatnya pertama kali muncul pada episode bertema Ramadan berjudul “Berpuasa Bersama Kawan Baru”. Itu artinya Susanti sudah lama tinggal di Kampung Durian Runtuh.

Selama tinggal di Kampung Durian Runtuh, Susanti telah melewati berbagai hal dalam hidupnya, tidak terkecuali sesuatu yang membuatnya sedih. Nah, di bawah ini adalah momen paling menyedihkan yang dialami Susanti di Upin & Ipin.

1. Tidak bisa merayakan Lebaran bersama sang kakek

Susanti dalam Upin & Ipin episode "Berpuasa Bersama Kawan Baru" (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Susanti tidak kesulitan mendapat teman bermain meski baru pindah ke Malaysia. Namun, tetap ada momen sulit bagi Susanti yang merupakan pendatang baru. Susanti harus terbiasa dengan hal-hal yang belum pernah ia alami sebelumnya, misalnya, berjauhan dengan kerabatnya di Indonesia.

Pada episode “Berpuasa Bersama Berkawan Baru” yang menjadi awal kemunculan Susanti juga menampilkan momen Lebaran dirinya yang terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perpindahan Susanti membuatnya tidak bisa merayakan Lebaran bersama sang kakek karena terpisah jarak jauh darinya.

Di saat teman-temannya berbahagia dan asyik menikmati camilan Lebaran, Susanti justru tampak murung di hari itu. Ia mengaku sangat sedih karena merindukan kakeknya yang ada di Indonesia. Namun, beruntung Susanti bisa mengobati rasa rindunya pada sang kakek setelah melakukan panggilan video berkat bantuan Tok Dalang.

2. Momen berpamitan pada Cikgu Melati

Susanti dalam Upin & Ipin episode "Temanku Susanti" (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Ada satu episode Upin & Ipin yang membawa Susanti sebagai karakter utamanya. Berjudul “Temanku Susanti”, episode ini mengangkat cerita tentang kembalinya Susanti ke Indonesia. Alasannya karena pekerjaan ayah Susanti di Malaysia telah selesai.

Di episode ini, diperlihatkan Susanti yang menyampaikan rencana perpindahannya pada Cikgu Melati. Ketika kelas dalam keadaan sepi, Susanti memberikan sepucuk surat yang ditulis oleh ayahnya. Halnya Cikgu Melati yang sedih setelah mengetahui isi surat tersebut, Susanti juga memasang ekspresi yang sama.

Sambil mengucapkan terima kasih, Susanti memeluk guru sekolah yang telah mengajarinya banyak hal tersebut. Momen ini terlihat begitu hangat dan menyedihkan di waktu yang sama.

3. Merasa tidak dianggap oleh teman-temannya

Susanti dalam Upin & Ipin episode "Temanku Susanti" (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Masih pada episode "Temanku Susanti", sebenarnya, sebelum berpamitan pada Cikgu Melati, Susanti ingin memberitahu teman-temannya terlebih dahulu. Namun, setiap kali Susanti mencoba memberitahu mereka, ia selalu gagal menyampaikannya. Teman-teman Susanti justru asyik berbicara sendiri dan tidak memberinya kesempatan untuk berbicara.

Sampailah momen ketika teman-teman Susanti merasa kecewa karena mendengar rencana perpindahannya bukan dari penuturannya sendiri. Di momen ini, Susanti menjelaskan bahwa ia sudah mencoba menyampaikan, tetapi teman-temannya tidak memedulikannya dan asyik membahas sahabat luar negeri. Padahal, Susanti juga merupakan sahabat luar negeri mereka.

Perlakuan teman-teman Susanti ini membuat dirinya kecewa sekaligus sedih karena merasa kehadirannya tidak dianggap sebagai sahabat. Susanti menyampaikan isi hatinya ini sambil menangis tersedu-sedu. Sementara teman-temannya terlambat menyadari hal itu. Puncaknya adalah ketika Susanti memilih pergi dari hadapan teman-temannya sambil berlinang air mata.

Pada awal momen perpindahannya ke Malaysia, Susanti  harus merasakan tidak enaknya berjauhan dengan orang tersayangnya, yaitu sang kakek. Sementara rencana perpindahannya untuk kembali ke Indonesia, meski tidak benar-benar terjadi, juga membuatnya bersedih. Berbeda dengan momen ketika berpamitan pada Cikgu Melati, Susanti tampak sangat sedih dan kecewa ketika dirinya merasa tidak dihargai oleh teman-temannya. Meski persahabatan Susanti dengan teman-temannya kembali membaik, rasanya poin ke-3 di atas adalah momen paling menyedihkan dari Susanti. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article