Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Morgan Oey: Gue Gak Mau Membebani Bang Abimana saat Syuting Action
potret pemain Ghost in the Cell di kantor IDN, Kamis (5/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Morgan Oey berbagi cerita seru di balik syuting film Ghost in the Cell, termasuk momen nge-gym bareng Abimana Aryasatya saat break syuting yang mempererat kebersamaan para pemain.
  • Ia merasa beruntung bisa beradu akting sekaligus belajar langsung dari Abimana yang menjadi mentor bagi para pemain, sementara Joko Anwar memimpin produksi film tersebut.
  • Morgan mengaku sempat tertekan karena harus tampil maksimal dalam adegan fighting bersama Abimana, hingga menjalani workshop intens selama dua bulan untuk meningkatkan kemampuan aksinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Syuting film Ghost in the Cell ternyata tidak hanya menampilkan aksi di depan layar, tetapi juga latihan fisik yang intens di balik kamera. Hal ini diceritakan langsung oleh Morgan Oey dalam media visit di kantor IDN, Kamis (5/3/2026).

Morgan mengaku sangat beruntung karena film ini memberinya kesempatan untuk beradegan fighting dengan idolanya, Abimana Aryasatya. Sambil tersenyum mengenang momen syuting, mantan personel SMASH tersebut menceritakan bahwa Abimana bukan hanya menjadi lawan mainnya, melainkan juga berperan sebagai mentor yang membimbingnya dan para pemain yang lain di lokasi syuting.

Berawal dari idola hingga menjadi lawan main sekaligus mentor, Morgan pun terlihat antusias saat menceritakan momen-momen seru di balik layar Ghost in the Cell bersama Abimana.

1. Morgan kenang momen nge-gym bareng Abimana di balik syuting Ghost in the Cell

potret pemain Ghost in the Cell di kantor IDN, Kamis (5/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam wawancara yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB, Morgan Oey menegaskan, meski Ghost in the Cell dibumbui berbagai isu, fokus utamanya tetap untuk menghibur penonton. Sesuai dengan visi tersebut, Morgan menceritakan bahwa proses syutingnya juga berjalan menyenangkan.

Karena film ini dieksekusi dengan teknik long story short, alhasil durasi syutingnya jadi tidak terlalu panjang sehingga para pemain memiliki cukup waktu untuk bersantai. Keseruan pun bertambah berkat kebersamaan yang erat di antara mereka.

Morgan pun kemudian tersenyum mengenang momen di sela-sela break syuting di mana mereka sering diajak Abimana Aryasatya untuk nge-gym bareng di siang bolong.

“Kita kalo break syuting, Bang Abi, kayak, ‘Ayo nge-gym, dan kami semua nge-gym di siang bolong, jam 12 siang,” kata Morgan Oey.

Danang yang ikut serta dalam agenda media visit ini kemudian menambahkan bahwa saat itu, di antara mereka, hanya Aming yang paling santai.

“Kecuali Tokek (Aming). Tokek adalah yang paling fabulous dari kita semua. Saat kami nge-gym, dia duduk dengan minuman dingin. Itu kan syutingnya di Bandung, daerah kekuasaan Kak Aming, jadi dia benar-benar, kayak, ‘I’m the King,'” ungkap Danang memecah gelak tawa sesi interview saat itu.

2. Merasa beruntung karena Abimana jadi lawan main sekaligus mentor

potret pemain Ghost in the Cell di kantor IDN, Kamis (5/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Di film Ghost in the Cell garapan Joko Anwar ini, Morgan Oey mendapatkan peran khusus dalam adegan-adegan fighting, termasuk juga adegan aksi yang ramai. Selain itu, ia juga berkesempatan melakukan single fight bersama idolanya, Abimana Aryasatya. Ia pun tak menampik bahwa hal ini membuat momen syutingnya jadi berkesan sekaligus menantang.

“Di sini gue kebagian tugas, jadi masing-masing dikasih tugas, nih. Nah, tugas gue di sini kebetulan dikasih sama abang adalah untuk adegan-adegan fighting, adegan action rame-rame, walaupun single fight sama salah satu aktor yang gue sangat idolakan juga, Abimana Aryasatya,” ucap Morgan sambil tersenyum kecil.

Menurut Morgan, meski Joko Anwar memimpin keseluruhan produksi dan mengatur semua cast serta kru, justru di antara para pemain, ada Abimana yang berperan sebagai mentor yang membimbing mereka selama syuting. Hal-hal ini pun membuatnya merasa beruntung.

“Beruntung sih, maksudnya leader secara produksi ada Abang Joko Anwar yang mengkapten kita semua secara cast and crew dan teman-teman ekstras produksi. Tapi, dari segi pemain ada Bang Abi yang nge-lead kami semua,” lanjut Morgan.

3. Akui pressure syuting sama Abimana, Morgan serius jalani workshop fighting selama dua bulan

potret pemain Ghost in the Cell di kantor IDN, Kamis (5/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Morgan menceritakan bahwa Ghost in the Cell merupakan film action pertamanya yang digarap dengan konsep long short story. Menurutnya, pengalaman ini cukup berbeda jika dibandingkan dengan proyek-proyeknya terdahulunya, termasuk Pengepungan di Bukit Duri.

“Gue di-calling untuk film Gost in the Cell, kita ada workshop, oke gue dateng, santai, ternyata secara koreografinya lebih berat, lebih intens, dan juga banyak yang harus gue perbaiki lagi dari segi postur, dari segi hitungan tempo.”

Menyadari ada tantangan yang lebih besar, Morgan pun berusaha memaksimalkan kemampuannya. Menurutnya, adegan action sangat menguras tenaga dan penting bagi para pemain untuk memiliki koneksi yang baik dengan partner sparing mereka. Karena lawan mainnya adalah Abimana Aryasatya, Morgan pun mengaku sempat merasa pressure.

Oleh sebab itu, ia berusaha mengejar kekurangan yang ia rasakan selama dua bulan latihan, sambil memastikan bahwa dirinya bisa tampil maksimal dan pantas berdampingan dengan Abimana dalam adegan-adegan aksi di film tersebut.

“Gimana caranya gue bisa tidak membebani Bang Abi karena kan syuting action capek dan gue tahu. Gue udah pernah ngalamin kalau syuting capek, dan kalau misalnya kita sama tim partner sparing kita tuh gak connect, itu akan wasting time.”

Penasaran dengan aksi Morgan Oey dan Abimana Aryasatya di film Ghost in the Cell? Catat tanggalnya, film ini tayang di bioskop mulai 16 April 2026.

Editorial Team