press conference pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, Rabu (3/6/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dalam sesi press conference yang berlangsung sekitar satu jam, Nuya menjelaskan, pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita akan mengusung genre science fiction (sci-fi). Kendati demikian, seperti lagu-lagu Maliq & D’Essentials yang identik dengan tema cinta, pertunjukan ini tetap menghadirkan nuansa tersebut. Namun, tema cinta yang diangkat tidak hanya sebatas romantis, melainkan diperbesar lagi menjadi cinta dalam makna yang lebih luas, termasuk cinta kepada keluarga, bahkan lingkungan.
Menurut Nuya, pertunjukan musikal ini memiliki konsep unik dengan menghadirkan dua karakter utama berbeda gender. Dalam proses pengembangan, tim produksi sempat mempertimbangkan siapa yang akan menjadi tokoh utama. Namun karena menyadari bahwa cerita ini tentang manusia, bukan tentang laki-laki atau perempuan, mereka pun memutuskan untuk menghadirkan dua versi karakter utama.
“Anak-anak, dewasa, manusia, semuanya bisa relate dengan journey dan perjuangan ini, sehingga, ‘Ya udah deh, gimana kalau kita gak usah pilih aja, kita berikan opsi.’ Jadi untuk teman-teman yang pengin nonton hero-nya perempuan, bisa menonton yang versi perempuan. Yang mau nonton versi laki-laki, bisa nonton versi laki-laki,” ungkap Nuya di hadapan awak media.