5 Musisi yang Gagal Total saat Mencoba Ganti Genre, Kenapa?

- Snoop Dogg gagal saat mencoba genre reggae sebagai Snoop Lion, kehilangan identitas rapper khasnya.
- U2 merilis album Pop dengan musik elektronik yang terasa setengah matang dan membingungkan penggemar lama.
- Machine Gun Kelly dianggap terlalu dibuat-buat ketika beralih ke dunia pop-punk, bukan ekspresi alami.
Bagi musisi besar, bereksperimen dengan genre baru sering dianggap sebagai tanda kedewasaan artistik. Setelah bertahun-tahun sukses di satu jalur, keinginan untuk mencoba sesuatu yang berbeda terasa wajar, bahkan sering dipuji sebagai langkah berani. Namun kenyataannya, tidak semua perubahan arah berakhir manis.
Ada kalanya pergantian genre justru membuat identitas musik mereka kehilangan arah. Alih-alih terdengar segar dan berkembang, hasilnya terasa dipaksakan, membingungkan penggemar lama, dan gagal menarik pendengar baru. Berikut ini adalah deretan musisi besar yang pernah mencoba ganti genre musik, tapi sayangnya hasilnya jauh dari kata sukses.
1. Snoop Dogg
Ketika Snoop Dogg tiba-tiba memperkenalkan dirinya sebagai Snoop Lion, banyak orang penasaran sekaligus bingung. Perubahan nama ini awalnya memberi kesan bahwa ia akan tampil lebih garang atau eksperimental. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Snoop memilih reggae sebagai arah baru musiknya, genre yang terasa sangat jauh dari kekuatan khasnya sebagai rapper.
Album Reincarnated (2013) terdengar seperti parodi serius yang kehilangan identitas. Ciri khas flow santai dan permainan ritme Snoop terasa tumpul dalam balutan reggae yang kurang autentik. Eksperimen ini akhirnya dianggap sebagai langkah salah arah, dan untungnya, tidak lama kemudian Snoop kembali ke persona lamanya.
2. U2
Sebagai band yang dikenal selalu berevolusi, U2 sebenarnya tidak asing dengan perubahan gaya. Namun saat merilis album Pop (1997), eksperimen mereka dengan musik elektronik dan produksi glitchy justru terasa setengah matang. Alih-alih terdengar futuristik dan berani, album ini malah membingungkan banyak penggemar lama.
Bahkan Bono sendiri mengakui bahwa proyek ini terlalu terburu-buru. Album tersebut dirilis sebelum benar-benar selesai, demi mengejar jadwal tur yang sudah terlanjur direncanakan. Hasilnya adalah karya dengan ide besar, tapi eksekusi yang tidak solid. Album ini menjadi contoh nyata bahwa ambisi tanpa waktu yang cukup bisa berakhir mengecewakan.
3. Machine Gun Kelly
Machine Gun Kelly dikenal sebagai figur multitalenta yang hidup di antara musik, media, dan budaya internet. Sebagai rapper, ia punya kemampuan teknis yang tidak bisa diremehkan, terutama dalam hal flow dan agresi lirik. Namun semuanya mulai terasa janggal ketika ia memutuskan sepenuhnya terjun ke dunia pop-punk.
Alih-alih terasa segar, perubahan ini justru dianggap banyak orang terlalu dibuat-buat. Estetika pop-punk yang ia usung terkesan seperti kostum sementara, bukan ekspresi alami. Bagi sebagian pendengar, transformasi ini terasa lebih seperti gimmick viral daripada evolusi musik yang tulus.
4. David Bowie
David Bowie dikenal sebagai ikon perubahan, musisi yang hampir selalu berhasil menaklukkan genre baru. Namun bahkan Bowie pun pernah melangkah terlalu jauh. Di pertengahan 1990-an, saat kariernya sudah aman dan legendaris, ia justru memilih terjun ke dunia electronic rave lewat album Earthling (1997).
Meski tidak sepenuhnya buruk, album ini terasa terlalu kontras bahkan untuk standar Bowie. Nuansa drum and bass dan budaya rave Inggris terasa kurang menyatu dengan identitas musikalnya. Pada akhirnya, eksperimen ini lebih dikenang sebagai fase aneh dalam diskografi Bowie, bukan sebagai inovasi penting.
5. Lil Wayne
Setelah sukses besar lewat Tha Carter III (2008), Lil Wayne berada di puncak kejayaannya sebagai rapper. Banyak yang menunggu langkah selanjutnya dengan penuh antusias. Sayangnya, yang datang justru album Rebirth (2009) sebuah percobaan rock yang terasa tidak nyambung sejak awal.
Album ini gagal memuaskan dua kubu sekaligus yakni penggemar hip-hop dan penikmat rock. Meski penjualannya tergolong tinggi, kritik pedas datang dari berbagai arah karena kualitas musiknya dianggap mentah dan tidak autentik. Rebirth menjadi bukti bahwa popularitas besar tidak selalu bisa menyelamatkan eksperimen genre yang keliru.
Pergantian genre musik memang bisa menjadi langkah berani dan penuh risiko bagi seorang musisi. Ada yang berhasil berevolusi dan memperluas pengaruhnya, tapi ada juga yang justru kehilangan arah dan identitas. Menurut kamu, siapa saja musisi yang sebaiknya tetap setia pada gaya awal mereka.


















