Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nicholas Saputra Soroti Kerusakan Hutan Indonesia lewat Tulisan

3 min read
Nicholas Saputra Soroti Kerusakan Hutan Indonesia lewat Tulisan
potret Nicholas Saputra di kantor IDN, Jakarta, Senin (8/12/2025) (dok. IDN)
  • Nicholas Saputra menyoroti banjir bandang, longsor Sumatera, serta karhutla di Kalimantan dan Papua melalui foto yang ia ambil sendiri dan unggahan Instagram.
  • Dalam artikel opini Kompas, ia menegaskan krisis lingkungan berdampak langsung pada warga, masyarakat adat, dan anak-anak yang kehilangan rumah, penghidupan, serta udara bersih.
  • Nicholas mendorong pembangunan yang mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan habitat satwa, dengan konservasi direncanakan sejak awal sebelum konflik muncul.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah lama ditunggu, Nicholas Saputra akhirnya buka suara mengenai kondisi Indonesia yang belakangan ini bertubi-tubi dilanda bencana. Pendapat bintang film Tukar Takdir tersebut sempat dipertanyakan, mengingat ia belum memberikan pernyataan apa pun mengenai bencana besar yang menimpa Indonesia, khususnya karhutla.

Pada Kamis (22/10/2026), Nicholas Saputra menyoroti dua bencana ekologis yang selama beberapa bulan ini belum selesai ditangani, yaitu banjir bandang dan longsor Sumatera dan juga karhutla di Kalimantan, Papua, sampai beberapa wilayah lain. Sang aktor bahkan menuangkan aspirasinya lewat sebuah tulisan panjang di kolom opini Kompas.

  1. 1. Nicholas Saputra bagikan dua foto bencana yang ia jepret sendiri

    Unggahan Instagram dari akun Nicholas Saputra, sebagaimana tercantum dalam keterangan sumber gambar.
    unggahan Instagram Nicholas Saputra (instagram.com/nicholassaputra)

    Nicholas Saputra menyoroti bencana yang terjadi di Indonesia dengan membagikan dua foto yang ia unggah di Instagram. Foto pertama ia ambil pada 9 Januari 2026 di Tenge Besi, Aceh, sebulan lebih setelah terjadi banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. Foto itu memperlihatkan tebing tanah yang tergerus usai mengalami longsoran besar, menyisakan badan jalan sempit di tengah lereng yang terkikis.

    Sementara foto kedua ia ambil saat berada di bandara Supadio, Pontianak, pada 18 Agustus lalu. Dari tempatnya berdiri, terlihat ada kepulan asap yang membumbung tinggi yang menurutnya berasal dari kebakaran lahan di dekat bandara. Menurut Nicholas, asap dari kebakaran itu sudah menyelimuti udara Pontianak selama sebulan.

    Dari dua foto tersebut, sang aktor menyoroti bagaimana dua bencana alam yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan tak kunjung teratasi. Padahal sebenarnya bencana seperti ini bisa diantisipasi untuk mengurangi risiko dan dampaknya.

    "Sampai hari ini Aceh belum sepenuhnya pulih, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kalimantan, Papua, dan wilayah lain di Indonesia. Kehidupan masyarakat terganggu, termasuk anak-anak yang harus menghirup kabut asap selama berbulan-bulan. Keduanya adalah bencana ekologis yang sebenarnya bisa dimitigasi," tulis Nicholas Saputra melalui unggahan di Instagram miliknya.

  2. 2. Rilis tulisan mengenai siapa yang harus menanggung akibat kerusakan hutan

    Unggahan pada akun Instagram Nicholas Saputra, sebagaimana dicantumkan dalam keterangan sumber gambar.
    unggahan Instagram Nicholas Saputra (instagram.com/nicholassaputra)

    Tak hanya di unggahan Instagram, Nicholas Saputra juga turut merilis tulisan panjang di media Kompas dengan judul Hutan Rusak, Siapa yang Menanggungnya? Pada tulisan itu, Nicholas Saputra menyampaikan bahwa krisis lingkungan bukan semata-mata persoalan hutan yang hilang, banjir melanda atau asap kebakaran yang mencemari udara.

    Di balik persoalan tersebut, ada masyarakat yang menjadi korban kehilangan rumah, mata pencaharian, bahkan hingga masyarakat adat yang berjuang mempertahankan wilayahnya. Dan yang gak kalah penting, anak-anak juga harus menanggung dampak dari keputusan yang tidak mereka buat.

  3. 3. Nicholas Saputra mengajak untuk ubah cara pandang terhadap pembangunan

    Potret Nicholas Saputra dalam unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram miliknya, @nicholassaputra.
    Nicholas Saputra (instagram.com/nicholassaputra)

    Masih dalam tulisan tersebut, aktor berusia 42 tahun itu sadar bahwa kebakaran hutan dan lahan ini terjadi tak lepas dari aktivitas pembangunan. Menurutnya, pembangunan seharusnya dilakukan secara bermartabat. Sebab, pembangunan bukan hanya sekadar soal jalan yang dibangun, besarnya investasi, peningkatan produksi atau pertumbuhan wilayah. Pembangunan juga perlu memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat, termasuk habitat hewan.

    Konservasi satwa liar juga jadi salah satu yang Nicholas khawatirkan karena selama ini sering dikorbankan oleh pembangunan dan pembukaan lahan. Karena itu, ia mendorong pihak-pihak terkait bahwa konservasi seharusnya dipikirkan sejak awal perencanaan pembangunan, bukan baru dibahas setelah muncul konfliknya.

    Warganet dan fans merasa lega karena akhirnya Nicholas Saputra menyuarakan pendapatnya terkait kondisi Indonesia yang saat ini tengah jadi sorotan karena bencananya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More