Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Novel Horor Seram yang Pantas Diadaptasi Jadi Film atau Serial

ilustrasi membaca buku
ilustrasi membaca buku (pexels.com/Ángel Ramírez Flores)
Intinya sih...
  • Experimental Film – Gemma Files - Atmosfer dan konsep audiovisualnya sangat cocok diadaptasi ke medium visual.
  • The Wasp Factory – Iain Banks - Teror muncul dari pikiran tokohnya, bisa menjadi drama horor psikologis yang intens.
  • Penpal – Dathan Auerbach - Atmosfer dan ketegangan yang tumbuh perlahan membuatnya menjadi horor sunyi yang menekan psikologis penonton.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia horor tidak pernah kehabisan cerita menyeramkan, tapi ada beberapa novel yang rasanya terlalu visual untuk hanya dinikmati lewat halaman buku. Atmosfernya kuat, idenya unik, dan terornya pelan tapi menempel lama di kepala. Novel-novel seperti ini sering kali membuat pembaca membayangkan, “Kalau ini jadi film atau serial, pasti ngeri banget.”

Adaptasi horor yang sukses biasanya bukan cuma soal jumpscare, tapi bagaimana membangun suasana, trauma, dan rasa tidak nyaman secara perlahan. Enam novel berikut punya potensi besar untuk dihidupkan di layar lebar atau format serial, karena ceritanya kaya dan sangat sinematik jika digarap dengan tepat.

1. Experimental Film – Gemma Files

Experimental Film
buku Experimental Film (waterstones.com)

Experimental Film mengikuti Lois Cairns, mantan dosen sejarah film yang hidupnya berubah ketika ia terobsesi dengan film bisu misterius karya Mrs. A. Macalla Whitcomb. Awalnya hanya rasa penasaran, tapi perlahan obsesinya menyeret Lois ke dunia gelap yang berkaitan dengan hilangnya sang pembuat film. Cerita ini memadukan sejarah dengan teror supranatural yang terasa nyata.

Keunggulan novel ini terletak pada atmosfer dan konsep audiovisualnya. Dunia film bisu, gulungan seluloid, dan suara-suara yang seolah hidup terasa sangat cocok diterjemahkan ke medium visual. Jika diadaptasi dengan benar, film atau serialnya bisa menjadi horor yang benar-benar berbeda dari kebanyakan.

2. The Wasp Factory – Iain Banks

The Wasp Factory
buku The Wasp Factory (goodreads.com)

Berlatar di sebuah pulau terpencil di Skotlandia, novel ini mengikuti Frank, remaja 16 tahun dengan kebiasaan ritual yang aneh dan mengerikan. Ia hidup terisolasi bersama ayahnya, dikelilingi rahasia kelam dan masa lalu yang perlahan terungkap. Ceritanya penuh kekerasan psikologis dan sudut pandang yang tidak nyaman.

The Wasp Factory bukan horor konvensional, melainkan teror yang muncul dari pikiran tokohnya. Adaptasi visualnya memang menantang, tapi justru itu yang membuatnya menarik. Dengan pendekatan yang tepat, kisah ini bisa menjadi drama horor psikologis yang intens dan mengguncang emosi penonton.

3. Penpal – Dathan Auerbach

Penpal
buku Penpal (goodreads.com)

Berawal dari cerita bersambung di forum Reddit, Penpal berkembang menjadi novel horor yang perlahan membangun rasa takut tanpa perlu banyak efek berlebihan. Ceritanya mengikuti seorang pria yang mencoba memahami kembali kejadian-kejadian mengerikan di masa kecilnya. Setiap potongan memori terasa kecil, tapi dampaknya sangat besar.

Kekuatan Penpal ada pada atmosfer dan ketegangan yang tumbuh perlahan. Ceritanya sederhana, tapi cara penyampaiannya membuat pembaca terus merasa tidak aman. Jika diadaptasi menjadi film atau serial, Penpal bisa menjadi horor sunyi yang menekan psikologis penonton dari awal hingga akhir.

4. The Last House on Needless Street – Catriona Ward

buku The Last House on Needless Street
buku The Last House on Needless Street (macmillan.com)

Judulnya mungkin terdengar seperti novel rumah angker biasa, tapi isinya jauh lebih kompleks. Cerita disampaikan dari beberapa sudut pandang, termasuk narator yang tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Perlahan, pembaca diajak menyelami trauma, ingatan yang terdistorsi, dan kenyataan yang tidak sesederhana kelihatannya.

Novel ini sangat kuat secara karakter dan emosi, menjadikannya kandidat ideal untuk adaptasi serius. Dengan penyutradaraan yang fokus pada detail psikologis, film atau serialnya bisa menjadi horor yang membingungkan dan sangat menghantui.

5. House of Leaves – Mark Z. Danielewski

House of Leaves
buku House of Leaves (goodreads.com)

House of Leaves sering disebut sebagai salah satu novel horor terbaik sepanjang masa, tapi juga paling sulit diadaptasi. Struktur bukunya tidak biasa, penuh catatan kaki, teks berputar, dan tata letak aneh yang mencerminkan rumah labirin dalam ceritanya. Semua elemen ini membuat pembaca merasa tersesat.

Meski sulit, bukan berarti mustahil diadaptasi. Alih-alih meniru struktur bukunya secara harfiah, adaptasi visualnya bisa mengambil semangat dan atmosfernya. Dengan pendekatan artistik dan eksperimental, House of Leaves berpotensi menjadi film horor yang benar-benar unik dan membekas.

6. How To Sell A Haunted House – Grady Hendrix

How To Sell A Haunted House
buku How To Sell A Haunted House (penguinrandomhouse.com)

Novel ini mengisahkan dua saudara yang kembali ke rumah masa kecil mereka setelah orangtua meninggal, dengan niat menjual rumah tersebut. Namun, rumah itu ternyata menyimpan teror yang jauh lebih nyata dan absurd dari yang mereka bayangkan. Di balik horornya, cerita ini juga sarat dengan nostalgia dan konflik keluarga.

Gaya Grady Hendrix yang menggabungkan horor, humor gelap, dan drama keluarga sangat cocok untuk adaptasi layar. Film atau serialnya bisa tampil menyeramkan sekaligus emosional, membuat penonton takut sambil tetap terhubung secara personal dengan karakternya.

Enam novel horor ini membuktikan bahwa ketakutan tidak selalu datang dari monster atau darah, tapi dari trauma dan rasa tidak nyaman yang dibangun perlahan. Dengan penanganan yang tepat, semuanya berpotensi menjadi adaptasi film atau serial horor yang ikonik. Dari daftar ini, novel mana yang paling ingin kamu lihat hidup di layar kaca atau bioskop?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Hype

See More

Pemeran Magneto Keceplosan Soal Avengers: Doomsday, Ada Aksi Besar?

03 Feb 2026, 21:39 WIBHype