Novel kriminal selalu punya daya tarik tersendiri bagi pembaca yang menyukai misteri, penyelidikan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Ceritanya tidak hanya berpusat pada siapa pelaku kejahatan, tetapi juga pada alasan di balik tindakan mereka serta dampaknya terhadap orang-orang di sekitarnya. Tak jarang, sebuah kasus kriminal justru membuka sisi gelap masyarakat yang selama ini tersembunyi.
5 Novel Kriminal Era 2020-an yang Seru dan Menegangkan

- The Thursday Murder Club menyoroti empat pensiunan yang menyelidiki pembunuhan, sementara Small Mercies mengikuti ibu yang mencari putrinya di tengah kriminalitas dan ketegangan rasial Boston 1974.
- Harlem Shuffle mengisahkan penjual furnitur yang terseret perampokan dan dunia kriminal Harlem, sedangkan The Hunter menghadirkan mantan detektif menghadapi konflik pencarian emas di desa Irlandia.
- All the Sinners Bleed mengikuti sheriff kulit hitam pertama di Charon County yang memburu pembunuh berantai sambil menghadapi prasangka serta ketegangan terkait kelompok sayap kanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak novel kriminal hadir dengan pendekatan yang semakin beragam. Ada cerita tentang detektif amatir yang tidak terduga, penyelidikan di kota penuh konflik, hingga pembunuhan yang berkaitan dengan prasangka dan ketidakadilan sosial. Jika sedang mencari bacaan yang sulit dilepaskan sebelum mencapai halaman terakhir, lima novel kriminal era 2020-an yang seru dan menegangkan berikut ini layak masuk daftar bacaan.
1. The Thursday Murder Club — Richard Osman

The Thursday Murder Club (goodreads.com) The Thursday Murder Club mengikuti empat penghuni komunitas pensiunan di Inggris, yaitu Elizabeth, Joyce, Ibrahim, dan Ron, yang rutin berkumpul setiap Kamis untuk membahas kasus kriminal yang belum terpecahkan. Kegiatan tersebut awalnya hanya menjadi cara mereka mengisi waktu luang, sampai sebuah pembunuhan terhadap pengembang properti setempat membuat mereka terlibat dalam penyelidikan sungguhan.
Dengan pengalaman hidup dan kemampuan mengamati orang lain, keempatnya berusaha mengungkap kebenaran yang tidak mudah ditemukan. Keunikan novel karya Richard Osman ini terletak pada perpaduan misteri pembunuhan dengan humor dan kehidupan sehari-hari para lansia. Setiap tokoh memiliki kepribadian serta latar belakang yang membuat interaksi mereka terasa hidup.
2. Small Mercies — Dennis Lehane

Small Mercies (dennislehane.com) Berlatar di South Boston pada musim panas 1974, Small Mercies berpusat pada Mary Pat Fennessy, seorang ibu yang hidupnya semakin sulit setelah putrinya yang berusia 17 tahun, Jules, menghilang. Pada malam yang sama, seorang pemuda kulit hitam ditemukan meninggal dunia, sehingga dua peristiwa tersebut mulai mengarah pada persoalan yang lebih besar.
Pencarian Mary Pat membawanya berhadapan dengan kelompok kriminal Irlandia di lingkungannya, sekaligus dengan ketegangan rasial yang memuncak akibat konflik desegregasi sekolah di Boston. Semakin jauh ia menyelidiki, semakin banyak pula rahasia yang mengancam kehidupan orang-orang di sekitarnya.
3. Harlem Shuffle — Colson Whitehead

Harlem Shuffle (penguinrandomhouse.com) Dalam Harlem Shuffle, Colson Whitehead membawa pembaca ke Harlem, New York, pada awal 1960-an. Tokoh utamanya adalah Ray Carney, seorang penjual furnitur yang berusaha menjalani kehidupan terhormat bersama istri dan anak-anaknya. Meski terlihat seperti pengusaha biasa, Ray sesekali menerima barang curian untuk dijual kembali demi menambah penghasilan.
Masalah mulai muncul ketika sepupunya, Freddie, mengajaknya terlibat dalam penjualan barang hasil perampokan Hotel Theresa, yang kemudian menyeret Ray lebih jauh ke dunia pencuri, gangster, dan polisi korup. Ray menarik sebagai tokoh utama karena ia tidak sepenuhnya jahat, tetapi juga bukan orang yang selalu mengambil keputusan yang benar.
4. The Hunter — Tana French

The Hunter (goodreads.com) Novel mengikuti Cal Hooper, mantan detektif Chicago, yang mencoba menikmati kehidupan tenang di pedesaan Irlandia bersama Trey. Kedamaian tersebut mulai terganggu ketika Johnny, ayah Trey yang telah lama pergi, kembali ke desa bersama seorang jutawan Inggris. Mereka membawa rencana untuk mencari emas di daerah tersebut, tetapi kehadiran Johnny justru memunculkan kecurigaan dan membuka peluang terjadinya konflik.
Sementara Cal berusaha memahami apa yang sebenarnya direncanakan, Trey diam-diam mulai memikirkan caranya sendiri untuk membalas dendam. Cal terbiasa membaca situasi berbahaya, tetapi kali ini ia harus menghadapi persoalan yang lebih rumit karena orang yang ingin dilindunginya tidak selalu bersedia menerima bantuannya.
5. All the Sinners Bleed — S. A. Cosby

All the Sinners Bleed (macmillan.com) All the Sinners Bleed mengikuti Titus Crown, sheriff kulit hitam pertama di Charon County, Virginia. Penyelidikan bermula setelah sebuah penembakan di sekolah membawa Titus pada petunjuk tentang seorang pembunuh berantai yang diduga telah lama beroperasi di komunitasnya. Pada saat bersamaan, ia harus menghadapi kelompok sayap kanan yang sedang mempersiapkan parade bertema sejarah Konfederasi.
Titus pun berada dalam posisi sulit karena harus mengungkap kejahatan sekaligus menghadapi prasangka dan ketegangan yang sudah mengakar di lingkungan tempatnya bekerja. Titus bukan sekadar tokoh yang berusaha menangkap pelaku, melainkan juga seorang pemimpin yang harus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah situasi yang penuh konflik.
Kelima novel kriminal era 2020-an yang seru dan menegangkan menawarkan pengalaman membaca yang berbeda. Jika sedang mencari novel kriminal dengan alur menegangkan dan cerita yang meninggalkan kesan setelah selesai dibaca, buku mana yang paling ingin kamu masukkan ke daftar bacaan berikutnya?
























