Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Kriminal Berlatar Era Gilded Age yang Penuh Misteri

5 Novel Kriminal Berlatar Era Gilded Age yang Penuh Misteri
serial adaptasi novel The Alienist (Dok. Netflix/The Alienist)
Intinya Sih
  • Lima novel kriminal berlatar Era Gilded Age menampilkan sisi gelap di balik kemewahan Amerika, dengan kisah penuh intrik, korupsi, dan pembunuhan misterius yang menggambarkan ketimpangan sosial masa itu.
  • Setiap novel menghadirkan latar sejarah detail dan karakter kuat, mulai dari perjalanan waktu di New York 1882 hingga perjuangan dokter perempuan menghadapi diskriminasi serta kasus pembunuhan berantai.
  • Kisah-kisah seperti persaingan Edison–Westinghouse, misteri keluarga elit Newport, hingga penyelidikan psikologis Dr. Kreizler menunjukkan perpaduan antara sejarah, sains, dan kejahatan dalam nuansa Gilded Age.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Era Gilded Age di Amerika Serikat dikenal sebagai masa ketika kemewahan, kemajuan industri, dan kesenjangan sosial tumbuh berdampingan. Di balik megahnya rumah-rumah kaum elit dan pesatnya perkembangan teknologi, tersembunyi berbagai kisah kelam yang penuh intrik, korupsi, hingga pembunuhan misterius.

Tak heran jika periode sejarah ini menjadi latar yang sempurna untuk menghadirkan novel kriminal yang menegangkan. Bagi pencinta misteri sekaligus sejarah, novel berlatar Gilded Age menawarkan pengalaman membaca yang berbeda. Berikut lima novel kriminal berlatar Era Gilded Age yang layak masuk daftar bacaanmu.

1. Time and Again – Jack Finney

Time and Again.
Time and Again (simonandschuster.com)

Time and Again menawarkan konsep yang jauh lebih unik. Tokoh utamanya, Si Morley, adalah seorang desainer grafis yang direkrut pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan perjalanan ke masa lalu melalui metode hipnosis dan pembelajaran sejarah yang intensif. Tujuannya adalah mengungkap misteri bunuh diri yang masih menghantui keluarga kekasihnya selama puluhan tahun.

Latar New York tahun 1882 menjadi daya tarik utama novel ini. Jack Finney menggambarkan kota dengan jalanan berbatu, lampu gas, dan bangunan klasik yang belum dipenuhi gedung pencakar langit maupun kendaraan modern. Detail sejarah yang kaya membuat pembaca seolah benar-benar ikut berjalan di tengah kota New York pada masa Gilded Age.

2. The Gilded Hour – Sara Donati

The Gilded Hour.
The Gilded Hour (thegildedhour.com)

Novel karya Sara Donati menghadirkan dua tokoh perempuan luar biasa, Anna dan Sophie Savard, yang berprofesi sebagai dokter pada masa ketika dunia medis masih didominasi laki-laki. Anna merupakan seorang ahli bedah, sedangkan Sophie adalah dokter kandungan berdarah campuran. Keduanya harus menghadapi diskriminasi sekaligus menangani berbagai persoalan sosial yang menimpa perempuan pada zamannya.

Di balik kisah perjuangan tersebut, terselip kasus pembunuhan berantai yang mengincar perempuan hamil dalam kondisi putus asa. Sang pelaku memanfaatkan kerentanan mereka dengan menawarkan prosedur ilegal yang justru berujung pada maut. Novel ini mengangkat isu kesehatan perempuan, kemiskinan, hingga kehidupan para imigran yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

3. The Last Days of Night – Graham Moore

The Last Days of Night.
The Last Days of Night (goodreads.com)

Sekilas, The Last Days of Night tampak seperti novel tentang perkembangan teknologi listrik. Namun, Graham Moore berhasil mengubah kisah persaingan antara Thomas Edison dan George Westinghouse menjadi thriller sejarah penuh intrik. Fokus cerita mengikuti Paul Cravath, seorang pengacara muda yang harus membela Westinghouse dalam perang hak paten yang menentukan masa depan industri listrik.

Novel ini semakin menarik karena kehadiran tokoh-tokoh nyata seperti Nikola Tesla dan J.P. Morgan. Persaingan bisnis, permainan politik, hingga manipulasi di balik layar menciptakan ketegangan yang tak kalah seru dibandingkan novel kriminal pada umumnya. Pembaca juga diajak melihat bagaimana ambisi besar dan perebutan kekuasaan mampu memicu konflik yang berbahaya.

4. Murder at the Breakers – Alyssa Maxwell

Murder at the Breakers.
Murder at the Breakers (alyssamaxwell.com)

Berlatar Newport, Rhode Island pada tahun 1895, novel ini membawa pembaca ke lingkungan para konglomerat Amerika yang tinggal di rumah-rumah megah milik keluarga Vanderbilt dan Astor. Di balik pesta mewah dan kehidupan glamor tersebut, tersimpan sebuah kasus pembunuhan yang mengancam nama baik keluarga besar.

Tokoh utama Emma Cross adalah sepupu jauh keluarga Vanderbilt yang hidup dengan kondisi ekonomi sederhana. Saat saudara tirinya menjadi tersangka pembunuhan, Emma memutuskan mencari kebenaran sambil bekerja sebagai jurnalis sosial. Perpaduan misteri ringan, suasana era Gilded Age, serta sentuhan romansa membuat novel ini sangat seru.

5. The Alienist – Caleb Carr

The Alienist.
The Alienist (goodreads.com)

The Alienist termasuk salah satu novel kriminal sejarah paling terkenal yang berlatar New York tahun 1896. Ceritanya mengikuti Dr. Laszlo Kreizler, seorang psikiater yang menggunakan pendekatan psikologi untuk memburu pembunuh berantai. Metode tersebut masih tergolong baru pada zamannya sehingga menjadi sesuatu yang revolusioner dalam dunia investigasi kriminal.

Bersama jurnalis John Moore, Sara Howard, serta Komisaris Polisi Theodore Roosevelt, Kreizler membentuk tim untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis terhadap anak-anak lelaki. Novel ini memperlihatkan bagaimana penyelidikan dilakukan sebelum adanya teknologi modern seperti DNA, sehingga pembaca diajak menikmati proses investigasi yang mengandalkan analisis perilaku, sidik jari, dan tulisan tangan.

Era Gilded Age bukan hanya identik dengan kemewahan dan kemajuan industri, tetapi juga menyimpan banyak cerita kelam yang sangat menarik untuk dijadikan latar novel kriminal. Dari kelima novel kriminal berlatar Era Gilded Age ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk segera dibaca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More