Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Novel Thriller yang Ungkap Misteri Lewat Surat dan Dokumen
film adaptasi novel We Need to Talk About Kevin (dok. Paramount Pictures/We Need to Talk About Kevin)
  • Lima novel thriller memakai format epistolari, seperti surat, catatan, pesan digital, laporan polisi, dan dokumentasi, untuk mengajak pembaca merangkai petunjuk dari informasi yang terbatas.
  • We Need to Talk About Kevin, Diary of an Amateur Photographer, dan What She Left menelusuri kekerasan, dugaan pembunuhan, serta hilangnya seorang jurnalis melalui dokumen personal dan visual.
  • Penance dan The Paris Files menyoroti kasus pembunuhan serta orang hilang lewat wawancara, korespondensi, laporan polisi, dan kesaksian yang membuat kebenaran narasinya perlu dipertanyakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Novel thriller biasanya menghadirkan misteri melalui penyelidikan, kejadian mencurigakan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Namun, ada juga novel yang menggunakan pendekatan berbeda dengan menyusun catatan harian, pesan elektronik, hingga laporan polisi. Lewat potongan-potongan informasi tersebut, pembaca diajak mengumpulkan petunjuk dan menyusun sendiri gambaran utuh dari kejadian yang sebenarnya.

Teknik bercerita seperti ini dikenal sebagai epistolari, yaitu penyampaian cerita melalui dokumen atau catatan yang dibuat oleh tokoh-tokohnya maupun orang lain yang terlibat. Format tersebut membuat pengalaman membaca terasa lebih personal sekaligus menegangkan karena informasi yang tersedia tidak selalu lengkap atau bisa dipercaya. Jika menyukai kisah yang menuntut pembaca berpikir kritis, lima novel thriller yang ungkap misteri lewat surat dan dokumen berikut ini layak untuk dibaca.

1. We Need to Talk About Kevin — Lionel Shriver

We Need to Talk About Kevin (penguinrandomhouse.com)

Sejak surat pertamanya, We Need to Talk About Kevin sudah menghadirkan suasana yang terasa ganjil dan mengusik. Ceritanya disampaikan melalui serangkaian surat yang ditulis seorang ibu kepada seseorang bernama Franklin. Identitas penerima surat dan alasan di balik sejumlah kejadian aneh menjadi pertanyaan yang perlahan memancing rasa penasaran pembaca.

Bahkan, insiden sederhana seperti seseorang yang merusak semua telur di keranjang belanja si penulis surat ikut menambah kesan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Melalui surat-surat tersebut, Lionel Shriver mengajak pembaca mengikuti upaya seorang ibu untuk memahami putranya yang melakukan tindakan kekerasan mengerikan.

2. Diary of an Amateur Photographer — Graham Rawle

Diary of an Amateur Photographer (goodreads.com)

Buku ini dirancang menyerupai scrapbook atau album berisi berbagai potongan dokumentasi, sehingga tampilannya terasa berbeda dari novel biasa. Ceritanya mengikuti seorang pemuda yang bergabung dengan klub fotografi dan menemukan foto mencurigakan beserta potongan berita surat kabar. Foto tersebut menampilkan seorang perempuan yang tidak dikenal dan diduga menjadi korban pembunuhan.

Sejak menemukan foto itu, sang fotografer muda mulai terobsesi mencari tahu identitas perempuan tersebut dan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya. Ia mendokumentasikan penyelidikannya melalui berbagai bahan tertulis dan visual yang membuat pembaca seolah sedang memeriksa barang bukti secara langsung. Setiap potongan informasi memberikan petunjuk baru, tetapi tidak semuanya langsung menjelaskan misteri yang sedang diselidiki.

3. What She Left — T. R. Richmond

What She Left (waterstones.com)

Di era ketika kehidupan seseorang banyak terekam dalam jejak digital, pesan elektronik dan unggahan media sosial bisa menjadi petunjuk penting untuk memahami sebuah misteri. Namun, ketika What She Left pertama kali diterbitkan pada 2011, pendekatan ini masih terasa cukup segar. Novel tersebut berpusat pada seorang jurnalis muda yang menghilang dan seorang profesor yang berusaha mencari tahu apa yang terjadi kepadanya.

Alih-alih mengikuti penyelidikan melalui narasi konvensional, pembaca diajak menelusuri kehidupan perempuan tersebut lewat berbagai dokumen yang ditinggalkannya. Pesan teks, surel, catatan harian, dan unggahan media sosial menjadi bagian penting dalam menyusun cerita. Dari potongan-potongan itu, sang profesor dan pembaca berusaha memahami kepribadian, hubungan, serta kehidupan sehari-hari perempuan yang menghilang tersebut.

4. Penance — Eliza Clark

Penance (waterstones.com)

Dalam Penance, Eliza Clark menggunakan format buku di dalam buku untuk mengangkat kasus pembunuhan seorang gadis berusia 16 tahun di sebuah kota pesisir di North Yorkshire. Penyelidikan terhadap kasus tersebut disusun melalui wawancara, riset sejarah, dan korespondensi yang membantu membangun gambaran tentang peristiwa yang terjadi.

Para pelakunya adalah remaja, sementara sosok jurnalis yang menyelidiki kasus ini memiliki sudut pandang yang tidak sepenuhnya bisa dipercaya. Kombinasi tersebut membuat pembaca harus mempertanyakan bukan hanya fakta pembunuhan, tetapi juga cara kisah itu disampaikan. Seiring informasi baru bermunculan, batas antara penyelidikan yang objektif dan eksploitasi tragedi demi sebuah cerita menjadi semakin kabur.

5. The Paris Files — Eva Jurczyk

The Paris Files (goodreads.com)

Dua orang kekasih bertemu di Paris untuk menjalani hubungan singkat yang terasa begitu intens. Mereka berencana meninggalkan kota tersebut dan memulai kehidupan baru bersama, tetapi semuanya berubah ketika salah satu dari mereka menghilang pada pagi hari sebelum keberangkatan. Peristiwa itu menjadi awal dari misteri yang tidak mudah dijelaskan.

Alih-alih menyajikan cerita melalui sudut pandang kedua tokoh secara langsung, Eva Jurczyk menyusun The Paris Files sepenuhnya melalui laporan polisi dan kesaksian para tetangga di Paris. Format tersebut membuat pembaca harus mengandalkan keterangan dari orang-orang yang mungkin mengetahui sebagian kejadian, tetapi belum tentu mengatakan yang sebenarnya.

Kelima novel thriller yang ungkap misteri lewat surat dan dokumen membuktikan bahwa genre tersebut tidak selalu disampaikan melalui narasi biasa. Dari We Need to Talk About Kevin hingga The Paris Files, novel mana yang paling ingin kamu baca untuk menguji kemampuanmu memecahkan misteri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article