Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Obituari Masako Watanabe, Mangaka Legendaris Shojo Meninggal di Usia 97
Masako Watanabe (x.com/masako_wtnb)
  • Masako Watanabe, pelopor manga shojo dan josei, meninggal dunia pada 3 Oktober 2026 dalam usia 97 tahun; kabar tersebut diumumkan keluarga pada 12 Oktober.
  • Pemakaman Masako telah digelar secara tertutup sesuai keinginannya, hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat, setelah asosiasi mangaka Jepang mengonfirmasi kabar duka tersebut.
  • Berkarier sejak debut Shokoshi pada 1952, Masako melahirkan karya berpengaruh seperti Glass no Shiro, Saint Rosalind, dan Kinpeibai, serta masih merilis manga baru pada usia 91 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar duka kembali menyelimuti dunia manga Jepang. Masako Watanabe yang dikenal sebagai pelopor manga shojo telah meninggal dunia pada 3 Oktober 2026. Kabar duka ini baru diumumkan kepada publik pada 12 Oktober lalu oleh keluarga melalui akun X resmi Masako.

Masako Watanabe adalah salah satu pelopor munculnya manga jenis shojo dan josei, manga yang ceritanya ditujukan untuk pembaca perempuan. Beberapa karyanya seperti Glass no Shiro, Saint Rosalind, sampai Kinpeibai menjadi inspirasi bagi banyak komik shojo hingga saat ini.

1. Meninggal dunia pada usia 97 tahun

Masako Watanabe (x.com/masako_wtnb)

Kabar duka meninggalnya Masako Watanabe pertama kali diumumkan oleh pihak keluarga lewat akun X Masako pada 12 Oktober 2026. Menurut pengumuman tersebut, Masako mengembuskan napas terakhir pada 00.38 tanggal 3 Oktober waktu Jepang dengan tenang di dalam tidurnya.

Kabar meninggalnya mangaka legendaris ini cukup mengguncangkan dunia manga Jepang. Menurut asosiasi mangaka Jepang melalui website resmi, mengonfirmasi bahwa pemakaman Masako telah dilaksanakan dengan hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat, sesuai dengan keinginan mendiang.

2. Perjalanan karier Masako Watanabe

Masako Watanabe (x.com/masako_wtnb)

Perjalanan karier Masako Watanabe turut membuka jalan bagi perkembangan manga shojo di Jepang. Lahir di Tokyo pada 16 Mei 1929, ia lebih dulu bekerja sebagai ilustrator sebelum menjadi mangaka. Setelah menikah pada usia 19 tahun, ia tertarik menekuni dunia manga setelah melihat karya-karya Osamu Tezuka, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manga Jepang.

Masako memulai debutnya sebagai komikus pada 1952 lewat manga berjudul Shokoshi. Saat itu, dunia manga Jepang sedang berkembang pesat, tapi cerita untuk pembaca perempuan belum mendapatkan perhatian besar dari para kreator maupun penikmatnya. Manga Yamabiko Shojo menjadi titik balik penting di perjalanan kariernya. Berkat kepopuleran manga tersebut, nama Masako makin dikenal bersamaan dengan popularitas kategori manga shojo yang juga mulai meningkat.

Kesuksesan tersebut kemudian diteruskan lewat karya selanjutnya yaitu Glass no Shiro. Bisa dibilang, ini menjadi salah satu manga Masako yang paling terkenal. Ia bahkan meraih penghargaan Shogakukan Manga Award ke-16. Karya-karya selanjutnya pun gak kalah sukses, seperti Saint Rosalind, sampai Kinpeibai yang menjadi manga terpanjang yang pernah Masako buat yakni dari tahun 1993 sampai 2011.

3. Masih merilis manga baru di usia 91 tahun

Masako Watanabe (x.com/masako_wtnb)

Salah satu hal menarik dari perjalanan karier Masako Watanabe, adalah fakta bahwa ia masih aktif menciptakan manga meski usianya sudah mencapai sembilan dekade. Pada 2020 ketika usianya 91 tahun, Masake merilis serial manga baru berjudul Himegoto. Bahkan di tahun tersebut, ia juga merilis cerita manga lainnya yaitu Chinese Strange Tales: The Red Thread.

Curated For You

Editorial Team

Related Article