Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemulihan Pascabencana Sumatra, Chiki Fawzi: Butuh Alat Berat Segera

potret Chiki Fawzi
potret Chiki Fawzi (Instagram.com/chikifawzi)
Intinya sih...
  • Chiki Fawzi soroti pentingnya menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terisolasi akibat bencana Sumatra.
  • Pentingnya pembangunan fasilitas sementara bagi korban terdampak bencana agar memiliki tempat tinggal selama masa pemulihan.
  • Chiki menggambarkan kondisi Aceh Tamiang sebagai kota lumpur dan lumpuh, membutuhkan penanganan serius untuk pulih kembali.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sumatra sampai saat ini masih berjuang untuk bangkit setelah dihantam bencana ekologis pada akhir November 2025. Bahkan, Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem untuk ketiga kalinya memperpanjang status tanggap darurat di Aceh selama 14 hari, yang terhitung sejak 9-22 Januari 2026.

Sebagai public figure yang sudah empat kali terjun langsung ke sejumlah titik lokasi bencana Sumatra, Chiki Fawzi baru-baru ini memberikan update soal kebutuhan mendesak yang paling dibutuhkan oleh warga terdampak. Ia pun menyoroti pentingnya menurunkan alat berat untuk membantu membuka akses jalan yang terisolasi akibat bencana.

1. Chiki Fawzi soroti pentingnya menurunkan alat berat

Chiki Fawzi ceritakan pengalaman jadi relawan saat banjir Sumatra
Chiki Fawzi ceritakan pengalaman jadi relawan saat banjir Sumatra (IDN Times/Herka Yanis)

Chiki Fawzi berbagi update soal kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak bencana Sumatra. Dalam wawancara eksklusif bersama Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IDN Times, ia mengungkap, saat ini sangat penting untuk segera menurunkan alat berat agar jalan-jalan yang rusak bisa kembali digunakan.

“Kalau menurut aku yang dibutuhkan adalah bagaimana alat-alat berat itu segera diturunkan untuk bisa membuat jalan bisa dipakai lagi sehingga jalur-jalur terisolir itu semakin berkurang,” ungkap putri Ikang Fawzi tersebut.

Chiki menilai, dengan terbukanya akses jalan, maka proses distribusi bantuan akan menjadi lebih lancar. Menurutnya, jika dilihat dari logistik, bantuan tersebut sebenarnya selalu tersedia karena tingginya kepedulian masyarakat. Namun proses pendistribusian bantuan itu sering kali menjadi terhambat karena akses jalan yang rusak parah, terutama di wilayah Aceh Tengah.

Selain akses jalan, Chiki juga menyoroti pentingnya pembersihan gelondongan kayu dan material sisa bencana yang masih menumpuk di sejumlah wilayah. Ia tak menampik bahwa beberapa titik sudah mulai menunjukkan progres pembersihan, seperti di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, yang kondisinya kini berangsur membaik. Namun, menurutnya, masih banyak lokasi lain yang membutuhkan penanganan serius.

“Salah satunya Aceh Utara, Langkahan, dan di beberapa spot di tempat-tempat lain, itu bahkan rumah-rumah juga masih kerendam. Itu sih yang menurut aku dibutuhkan,” lanjutnya.

2. Pentingnya pembangunan fasilitas sementara bagi korban terdampak bencana

potret Chiki Fawzi
potret Chiki Fawzi (Instagram.com/chikifawzi)

Aktivis sekaligus animator bernama asli Marsha Chikita Fawzi ini juga menekankan pentingnya pembangunan fasilitas sementara bagi warga terdampak bencana.

“Harus mulai dibangun segala sesuatu yang sementara itu, seperti sanitasi toilet sementara, terus juga hunian sementara, dan lain sebagainya. Baru habis itu ke hunian tetap.”

Menurut Chiki, pemenuhan fasilitas sementara tersebut menjadi sangat penting agar warga memiliki tempat tinggal dan lingkungan yang lebih baik selama masa pemulihan. Setelah kebutuhan darurat tersebut terpenuhi, barulah proses menuju pembangunan hunian permanen bisa dilakukan secara bertahap.

3. Kenang momen pertama kali tiba di Aceh Tamiang, Chiki Fawzi: Kota lumpur dan lumpuh!

potret Chiki Fawzi
potret Chiki Fawzi (Instagram.com/chikifawzi)

Chiki menceritakan, ia sudah terjun ke Sumatra sejak masa awal terjadinya bencana, tepatnya sekitar 1 atau 2 Desember 2025. Namun, saat itu ia belum bisa menjangkau Aceh Tamiang karena akses jalan masih terputus.

Setelah kembali untuk kedua kalinya, barulah ia bisa masuk ke Aceh Tamiang. Setelah akses jalan akhirnya bisa dilalui kendaraan, Chiki mengaku terkejut melihat kerusakan jalan yang sangat parah. Menurut Chiki, saat itu Aceh Tamiang terlihat seperti kota lumpur dan lumpuh.

“Aku ngelihat ini satu kota, tapi benar-benar kayak cokelat dan benar-benar kota yang terendam lumpur dan di beberapa titik yang gak terendam lumpur pun, itu kelihatan banyak lumpur-lumpur dan banjir-banjir yang thickness-nya itu tebal, density-nya tebal, yang jadi menimbulkan bekas-bekas lumpur di hampir seluruh bangunannya. Jadi kayak masuk ke kota lumpur dan lumpuh kotanya,” tutur Chiki.

Diperparah dengan aroma menyengat seperti campuran bau bangkai dan debu dari lumpur yang mengering, Chiki pun menilai bahwa saat itu, Aceh Tamiang sangat tidak layak huni dan membutuhkan banyak tindakan serta penanganan serius agar dapat pulih kembali dan kehidupan warganya bisa berjalan normal.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Anime Terbaik Studio MAPPA Selain Jujutsu Kaisen, Judul Top Semua

14 Jan 2026, 19:10 WIBHype