Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

⁠3 Pengalaman Horor saat Syuting Film Lastri: Arwah Kembang Desa

⁠3 Pengalaman Horor saat Syuting Film Lastri: Arwah Kembang Desa
cast Lastri: Arwah Kembang Desa (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Intinya Sih
  • Para pemain film Lastri: Arwah Kembang Desa mengaku mengalami kejadian mistis selama syuting, termasuk perasaan diawasi dan suasana kerja yang tegang di lokasi pemakaman asli.
  • Nando Hilmy menceritakan pengalaman menegangkan saat membawa motor mendiang ayahnya ke Lumajang pada malam hari, merasa seperti diikuti seseorang di jalan gelap.
  • Set rumah Lastri berupa bangunan tua peninggalan Belanda di area pabrik gula juga menambah kesan angker bagi para pemain, terutama bagi Hana Saraswati yang memerankan karakter utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Proses syuting proyek horor sering kali menyisakan cerita mistis yang tidak kalah mencekam dari kisah filmnya itu sendiri. Hal ini turut dirasakan oleh para pemeran film Lastri: Arwah Kembang Desa selama berada di lokasi syuting.

Bukan sekadar sugesti, para pemain mengklaim mengalami kejadian di luar nalar yang membuat suasana kerja menjadi sangat tegang. Kisah ini mereka bagikan dalam pertemuan media pada Selasa (23/6/2026). Mulai dari perasaan diawasi hingga harus menjaga tata krama ekstra, simak cerita lengkapnya di bawah ini!

1. Nando Hilmy sangat hati-hati selama syuting di pemakaman

cast Lastri: Arwah Kembang Desa (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
cast Lastri: Arwah Kembang Desa (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Alih-alih menggunakan set buatan, tim produksi memilih melakukan syuting di lokasi pemakaman asli. Situasi ini membuat seluruh kru dan pemain harus ekstra berhati-hati, terutama dalam menempatkan peralatan serta posisi pengambilan gambar agar tidak mengganggu area sensitif di lokasi tersebut.

“Kalau aku syutingnya memang bener-bener di kuburan. Kuburannya itu angker. Iya, bener-bener syuting di kuburan. Pas lagi syuting tuh, kita (berhati-hati), 'Awas keinjek itu kepalanya,' gitu. Kayak ngeri-ngeri juga," cerita Nando Hilmy.

2. Nando Hilmy merasa diawasi saat pergi ke Lumajang

cast Lastri: Arwah Kembang Desa (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
cast Lastri: Arwah Kembang Desa (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Tak hanya menghadapi situasi mistis, putra Gary Iskak ini juga sempat merasakan ketakutan lain saat proses produksi berlangsung. Kala itu ia harus membawa sepeda motor Harley milik mendiang Gary Iskak ke Lumajang untuk properti film. Nando kemudian melalui jalur yang dikelilingi hutan dengan penerangan minim.

“Pas aku jalan naik motor, aku tuh selesai syuting sekitar jam 12 (subuh) apa setengah satu (dini hari) gitu, ya. Aku naik motor dan bener-bener di situ tuh gelap sepanjang jalan. Dan aku tuh kayak ada orang ngelihat-ngelihatin gitu, kayak ngikutin di belakang. Sendirian aku bener-bener," ungkap Nando mengenang momen syuting film horor tersebut.

3. Rumah Lastri juga merupakan tempat yang angker menurut para pemain

cast Lastri: Arwah Kembang Desa
cast Lastri: Arwah Kembang Desa (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Selain lokasi pemakaman, para pemain juga merasakan kesan mendalam saat menjalani syuting di set rumah Lastri. Tim produksi menggunakan sebuah rumah tua peninggalan Belanda yang sudah lama tidak berpenghuni dan berlokasi di kawasan pabrik gula yang luas. Situasi tersebut lantas membuat suasana set terasa semakin mencekam bagi para pemain, termasuk Hana Saraswati yang memerankan karakter Lastri.

“Jadi memang rumah yang dipakai, rumah Lastri itu rumah yang kosong, yang memang bekas Belanda pula. Itu di tengah-tengah pabrik gula ya. Jadi bener-bener sudah mengerti kan? Pabrik gula tuh memang identik dengan..., ya we know,” ujar Hana Saraswati sambil tak melanjutkan kalimatnya.

Film Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi saksi proses syutingnya yang penuh tantangan bagi para pemainnya. Terlebih, proyek ini juga menjadi salah satu karya terakhir mendiang Gary Iskak sebelum berpulang. Kamu bisa menyaksikan film ini di bioskop pada 16 Juli 2026 mendatang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More