Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penjahat Anime yang Lebih Kejam dari Im One Piece, Siapa Saja?

5 Penjahat Anime yang Lebih Kejam dari Im One Piece, Siapa Saja?
Im duduk di Takhta Kosong. (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Johan Liebert membunuh tanpa membutuhkan alasan.

  • Sukuna dikenal sebagai salah satu penjahat paling bengis dalam anime.

  • Ryo Asuka ingin menghancurkan dunia dan merebut Bumi dari manusia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sementara bajak laut kerap dicap sebagai kriminal, semesta One Piece memiliki banyak penjahat yang bahkan jauh lebih kejam dari mereka. Dari semua penjahat, Im bisa dibilang sebagai penjahat paling kejam dalam seri ini. Selama 800 tahun Pemerintah Dunia berdiri, Im sudah melakukan banyak kejahatan, seperti memanipulasi sejarah hingga menghancurkan banyak pulau.

Sementara Im sudah dapat dikatakan sebagai salah satu penjahat paling kejam, semesta anime masih memiliki beberapa penjahat yang bahkan lebih kejam darinya. Siapa saja karakternya? Simak ulasan berikut!

1. Johan Liebert (Monster)

Johan Liebert
Johan Liebert (dok. MADHOUSE/Monster)

Tidak seperti Im, kejahatan Johan Liebert memang tidak berskala global. Meski begitu, Johan tetap merupakan wujud dari kejahatan murni. Sementara Im membunuh untuk menjaga rahasia Pemerintah Dunia, Johan tidak membutuhkan alasan untuk membunuh.

Seperti judulnya, Johan adalah monster berhati dingin yang sadis. Johan tidak membutuhkan Senjata Kuno atau Buah Iblis untuk membunuh korbannya. Beberapa kata yang keluar dari mulutnya sudah cukup untuk membuat seseorang membunuh orang lain, membunuh orang yang mereka cintai, hingga membuat korbannya bunuh diri.

2. Sukuna (Jujutsu Kaisen)

Sukuna
Sukuna (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Muncul dari seri syonen modern, Sukuna sudah menjadi salah satu penjahat paling bengis dalam semesta anime. Dijuluki sebagai Raja Kutukan, Sukuna sudah hidup jauh sebelum seri dimulai. Karena Sukuna terlalu kuat untuk dibunuh, para Penyihir Jujutsu hanya bisa menyegel Sukuna dalam 20 jari milik Sukuna.

Sementara kekuatannya saja sudah mengerikan, kejahatan Sukuna jauh lebih mengerikan lagi. Sama seperti Johan, Sukuna tidak membutuhkan alasan untuk membunuh. Sukuna tidak memiliki tujuan besar karena dirinya hanya ingin membunuh ketika dia ingin membunuh.

3. Ryo Asuka (Devilman: Crybaby)

Ryo dalam wujud Satan. (dok. Science SARU/Devilman Crybaby)
Ryo dalam wujud Satan. (dok. Science SARU/Devilman Crybaby)

Sebagai manusia, Ryo Asuka adalah sahabat terbaik Akira Fudo. Namun, sebagai Satan, Ryo tidak lebih dari iblis yang menginginkan kehancuran dunia. Im memang kejam, tetapi dirinya tidak pernah ingin menghancurkan dunia.

Sebagai Satan, Ryo menyimpan kebencian yang besar terhadap ciptaan Tuhan. Ryo merasa bahwa Bumi tidak layak untuk dihuni oleh manusia. Untuk alasan itu, Ryo menghancurkan dunia hanya untuk merebut Bumi dari manusia.

4. Evangelist (Fire Force)

Evangelist
Evangelist (dok. David Production/Fire Force)

Berbeda dengan karakter-karakter sebelumnya, Evangelist sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Hanya saja, tujuan Evangelist hanya bisa tercapai dengan kehancuran dunia. Evangelist sendiri tercipta dari kesadaran kolektif umat manusia.

Sepanjang sejarah Fire Force, Evangelist sudah memulai Bencana Besar sebanyak dua kali. Evangelist berusaha menghancurkan dunia dengan menggabungkan Adolla dengan Bumi. Hal tersebut ia lakukan guna melepaskan penderitaan umat manusia dari rasa takut akan kematian.

Im memang tidak peduli pada umat manusia. Namun, setidaknya Im tidak terobsesi pada kehancuran dunia. Bagaimanapun, mengakhiri penderitaan dengan penderitaan yang baru bukanlah sebuah solusi.

5. The Major (Hellsing Ultimate)

The Major
The Major (dok. Madhouse/Hellsing Ultimate)

Sama seperti Johan dan Sukuna, The Major juga merupakan wujud dari kejahatan murni. Tidak seperti Evangelist, The Major sama sekali tidak memiliki alasan kuat untuk menghancurkan dunia. Pada dasarnya, The Major hanyalah iblis yang terobsesi pada kehancuran.

Tentunya, The Major tidak peduli pada umat manusia. Dirinya hanya ingin membuat dunia terjebak dalam sebuah perang besar. Bagi The Major, menyaksikan manusia saling membunuh satu sama lain merupakan kenikmatan yang tidak bisa dibeli.

Sementara Im sendiri sudah sangat kejam, kejahatan kelima karakter di atas berada pada level yang berbeda. Ketika Im hanya membunuh seseorang yang mengancam Pemerintah Dunia, kelima karakter di atas tidak butuh alasan untuk membunuh. Jadi, bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More