Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Queer untuk Non-Penggemar Genre LGBTQ+, Pesannya Universal

5 Film Queer untuk Non-Penggemar Genre LGBTQ+, Pesannya Universal
My Own Private Idaho (dok. Criterion/My Own Private Idaho)
Intinya Sih
  • Artikel ini menyoroti enam film bertema queer yang menawarkan pesan universal tentang cinta, kemanusiaan, dan pencarian jati diri, bukan sekadar eksplorasi seksualitas.
  • Film-film seperti Joyland, A Fantastic Woman, hingga Happy Together menggambarkan konflik emosional dan sosial yang relevan bagi siapa pun tanpa memandang orientasi seksual.
  • Keenam film tersebut mengajak penonton memahami sisi manusiawi komunitas LGBTQ+ melalui narasi yang kuat, visual menarik, dan karakter dengan perjuangan autentik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebagai tipe penonton yang tidak secara spesifik menggemari genre LGBTQ+, kamu mungkin punya stigma tertentu soal film-film queer yang beredar di pasaran. Salah satunya kecenderungan mereka menonjolkan sensualitas dengan agak berlebihan sampai-sampai mengurangi esensi plot.

Tenang, kabar baiknya gak semua film queer seperti itu, kok. Sebaliknya, tak sedikit yang pesannya soal cinta dan kemanusiaan universal. Cocok buat kamu yang selama ini menghindari film bertema LGBTQ+. Mari perkaya wawasan!

1. Joyland (2022)

Joyland
Joyland (dok. Oscilloscope Laboratories/Joyland)

oyland adalah film berlatar Lahore yang berpusat pada Haider, pria pengangguran yang akhirnya bekerja jadi penari latar untuk seorang seniman transgender bernama Biba. Haider yang pendiam dan sebenarnya sudah beristri menemukan dirinya tertarik secara romantis pada Biba. Di sisi lain, ia dapat tekanan dari orangtuanya untuk segera punya keturunan. Padahal, ia sudah mengupayakannya selama bertahun-tahun bersama sang istri, Mumtaz, tetapi tak kunjung berhasil. Joyland berhasil menjelajahi konsep cinta dengan cara yang universal lewat hubungan Haider dengan Mumtaz dan Biba sekaligus.

  • Genre: drama, LGBTQ+
  • Pemain: Alina Khan, Ali Junejo, Rasti Farooq
  • Sutradara: Saim Sadiq

2. My Own Private Idaho (1991)

My Own Private Idaho
My Own Private Idaho (dok. Criterion/My Own Private Idaho)

Mike adalah pemuda yang sudah beberapa tahun ini hidup sebagai tunawisma di jalanan Portland dan bertahan hidup dengan jadi pekerja seks. Ia punya sobat karib bernama Scott yang bertolakbelakang dengan dirinya sebenarnya seorang anak konglomerat. Meski berbeda, mereka membentuk koneksi dari perasaan tertolak yang sama. Gak ada plot jelas di film ini selain mengikuti proses Mike dan Scott mencari jati diri dan berusaha berdamai dengan masalah mereka masing-masing. Elemen LGBTQ+ di film ini bukan hanya dekorasi biasa, tetapi salah satu elemen yang memperjelas motif tiap karakter.

  • Genre: drama, komedi, avant-garde
  • Pemain: Keanu Reeves, River Phoenix
  • Sutradara: Gus Van Sant

3. A Fantastic Woman (2017)

A fantastic woman
A Fantastic Woman (dok. Sony Pictures Classics/A Fantastic Woman)

Seorang transpuan bernama Marina menemukan dirinya dalam posisi tak menguntungkan saat kekasihnya meninggal secara mendadak saat sedang bersamanya. Kejadian itu memaksanya berinteraksi dengan aparat serta keluarga sang kekasih yang semuanya tak bersahabat kepadanya. A Fantastic Woman tak pakai banyak dialog, tetapi mampu menjelaskan berbagai ketidaknyamanan dan stigma yang melekat pada komunitas LGBTQ+ seperti Marina.

  • Genre: drama, LGBTQ+
  • Pemain: Daniela Vega, Fransisco Reyes
  • Sutradara: Sebastian Lelio

4. Tangerine (2015)

Tangerine (dok. Magnolia Pictures/Tangerine)
Tangerine (dok. Magnolia Pictures/Tangerine)

Tangerine adalah kisah bercabang yang mempertemukan nasib dua transpuan dengan seorang sopir taksi gay yang merahasiakan identitasnya. Mereka diterpa masalah hari itu. Satu transpuan punya masalah dengan pacarnya dan mau menyelesaikannya hari itu juga. Sang sobat menolak ikut campur karena butuh uang dan harus bekerja hari itu. Sementara, orientasi seksual sang sopir taksi terbongkar dan bikin keluarganya heboh. Ketiganya tak sengaja bersilangan di sebuah toko donat. Kocak, tetapi perjuangan mereka menghadapi stigma diekspos dengan cukup akurat.

  • Genre: drama, komedi
  • Pemain: Kitana Kiki Rodriguez, Mya Taylor, Karren Karagulian
  • Sutradara: Sean Baker

5. Happy Together (1997)

Happy Together (dok. Criterion/Happy Together)
Happy Together (dok. Criterion/Happy Together)

Happy Together adalah kisah cinta dua pria Hong Kong yang dihiasi drama putus-nyambung. Konflik tereskalasi saat mereka liburan bareng ke Argentina. Saat akhirnya putus, keduanya bertahan di Argentina karena tak punya cukup uang untuk pulang. Pada fase krisis inilah mereka dipaksa menemukan diri sendiri sampai memahami makna dari cinta dan koneksi. Wong Kar Wai menyusun film ini dengan alur nonlinear yang membuat filmnya stylish, tapi tetap kuat pesannya.

  • Genre: romance, drama, LGBTQ+
  • Pemain: Leslie Cheung, Tony Leung Chiu Wai, Chang Chen
  • Sutradara: Wong Kar Wai

6. Farewell My Concubine (1993)

Farewell My Concubine
Farewell My Concubine (dok. Criterion/Farewell My Concubine)

Leslie Cheung pernah memerankan jadi pria gay di film nomine Oscar Farewell My Concubine. Ia didapuk jadi Douzi, bocah yatim piatu yang diasuh seorang seniman opera tradisional China (Peking opera) dan dididik jadi salah satu penampil di pertunjukan tersebut.Douzi punya teman dekat bernama Shitou yang paling sering dipasangkan dengannya saat tampil. Hubungan mereka bak saudara sampai Shitou jatuh cinta pada seorang perempuan dan menikahinya. Douzi baru sadar bahwa keputusan Shitou menghancurkan hatinya. Farewell My Concubine bukan hanya kisah cinta queer biasa, ada elemen kultural dan sosial ekonomi yang disenggolnya. Penonton diajak menyelami kerentanan anak-anak yatim piatu yang ada di komunitas seni itu.

  • Genre: romance, sejarah, LGBTQ+
  • Pemain: Leslie Cheung, Gong Li, Zhang Fengyi
  • Sutradara: Chen Kaige

Ternyata film bergenre LGBTQ+ tidak serta merta soal eksplorasi seksualitas belaka. Lewat keenam film tadi, kita diajak memahami berbagai sisi dari anggota komunitas marginal itu. Tertarik nonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More