Digger (dok. Warner Bros. Pictures/Digger)
Setelah Digger meninggal, pertunjukan Fossil Fools berakhir. Penonton bersorak seolah baru saja menyaksikan hiburan yang luar biasa. Namun, suasana tersebut segera berubah. Sirene terdengar ketika pintu teater dibuka. Dari balik pintu terlihat dunia di luar yang dipenuhi kabut asap. Para penonton kemudian mengeluarkan masker penyaring udara berteknologi tinggi sebelum meninggalkan gedung. Kamera lalu bergerak ke luar dan memperlihatkan sebuah papan reklame yang mengumumkan pertunjukan peringatan 25 tahun Fossil Fools.
Dari sana, Iñárritu memperlihatkan gambaran kota pasca-apokaliptik. Langit tampak kelabu. Jalanan dipenuhi banjir. Tentara bersenjata berpatroli di berbagai sudut kota. Dunia yang selama ini hanya menjadi bahan lelucon di dalam pertunjukan ternyata memang benar-benar hancur. Adegan tersebut menjadi pukulan terakhir Digger. Masyarakat tidak hanya menyaksikan kembali sejarah kehancuran mereka, tetapi juga menjadikannya hiburan. Di sinilah makna ending Digger menjadi lebih luas daripada sekadar cerita tentang seorang taipan minyak.
Manusia bisa mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kehancuran dunia. Kita bisa membuat pertunjukan, film, buku, atau lelucon mengenai mereka. Namun, semua itu tidak otomatis memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Justru ketika dunia semakin buruk, manusia tetap mencari hiburan untuk bertahan hidup. Mereka tertawa, menonton pertunjukan, lalu memakai masker sebelum kembali ke dunia yang sudah rusak.
Iñárritu seolah ingin menunjukkan ironi tersebut. Bahkan ketika dunia berada di ambang kehancuran, manusia masih membutuhkan seni untuk memahami penderitaan mereka. Pada saat yang sama, Digger juga mempertanyakan bagaimana generasi masa depan akan mengingat generasi sebelumnya. Apakah mereka akan benar-benar memahami akar permasalahannya, atau sekadar menjadikan tokoh tertentu sebagai penjahat dalam sebuah cerita yang mudah dicerna?
Twist pertama tentang Fossil Fools memang berpotensi mengubah cara penonton memandang keseluruhan film. Bahkan, pengungkapan tersebut bisa membuat sebagian penonton merasa bahwa film yang sebelumnya mereka tonton hanyalah sebuah lelucon panjang. Namun, kemunculan Kenny dan gambaran dunia pasca-apokaliptik memberikan lapisan yang jauh lebih gelap. Digger akhirnya tidak hanya berbicara tentang Digger Rockwell, tetapi juga tentang seni, kapitalisme, warisan keluarga, dan bagaimana manusia memilih mengingat kesalahan masa lalu.
Akhir film memang tidak memberikan jawaban sederhana. Dunia Digger sudah telanjur rusak, dan tidak ada satu karakter yang benar-benar bisa memperbaikinya. Yang tersisa hanyalah manusia yang terus bercerita, tertawa, dan menonton pertunjukan sambil hidup di tengah konsekuensi yang mereka warisi. Bagaimana menurutmu? Apakah Fossil Fools benar-benar kritik terhadap kapitalisme dan krisis iklim, atau justru sindiran terhadap cara manusia mengubah tragedi menjadi hiburan?