Perbedaan Film Bapak Paling Jujur dengan Versi Brasil dan Korsel

- Bapak Paling Jujur, film komedi produksi Cahaya Pictures dan Studio Antelope, mengadaptasi O Candidato Honesto tentang calon gubernur Jonas Prakoso yang dikutuk tidak bisa berbohong.
- Versi Indonesia memperkuat karakter perempuan seperti ibu, Una, dan Vanny agar memiliki identitas serta keinginan sendiri, berbeda dari pendekatan versi Brasil yang dinilai kurang relevan.
- Film memasukkan politik media sosial dan politik joget sebagai penyesuaian konteks Indonesia 2026; disutradarai Fajar Nugros, film ini tayang di bioskop pada 15 Oktober 2026.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Cahaya Pictures bersama Studio Antelope memproduksi film komedi baru berjudul Bapak Paling Jujur (2026). Disutradarai oleh Fajar Nugros serta dibintangi oleh Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Benidictus Siregar, hingga Soleh Solihun, film ini mengisahkan seorang politikus yang tiba-tiba mendapat kutukan sehingga tidak bisa berbohong.
Bapak Paling Jujur bukan cerita orisinal, melainkan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto (2014). Cerita tersebut kemudian juga diadaptasi di sejumlah negara, termasuk Korea Selatan dan Meksiko. Meski membawa premis yang sama, versi Indonesia melakukan sejumlah penyesuaian agar ceritanya terasa relevan dengan kondisi sosial-politik masa kini.
1. Karakter perempuan dibuat lebih berkarakter di Bapak Paling Jujur

Fajar Nugros saat roundtable interview film "Bapak Paling Jujur" di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa (6/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Sutradara Fajar Nugros menjelaskan bahwa salah satu perbedaan yang cukup terasa antara Bapak Paling Jujur dengan versi Brasil adalah cara film memperlakukan karakter perempuan. Menurutnya, ada sejumlah pendekatan dalam film Brasil yang dirasa sudah tidak relevan untuk konteks sekarang.
"Kalau di Brasil itu, mungkin karena dia filmnya tahun 2014 jadi kesadaran menghargai perempuannya agak kurang. Jadi istrinya di sana bener-bener diledek secara fisik, gitu. Nah, di sini kita mengurangi banget," ucapnya dalam roundtable interview di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Alih-alih menjadikan karakter perempuan sekadar pelengkap perjalanan sang politikus, Fajar ingin menghadirkan sosok-sosok perempuan yang berkarakter dan memiliki keinginan mereka sendiri.
"Perempuan-perempuan di sini memang semuanya powerful banget. Mulai dari ibu, mulai dari Una, mulai dari Vanny yang punya jati dirinya sendiri dan pede, jujur dengan keinginan dia," tambahnya.
2. Ada politik media sosial dan "politik joget" yang tidak ada di versi original

Fajar Nugros saat roundtable interview film "Bapak Paling Jujur" di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa (6/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Produser Aoura Lovenson Chandra menjelaskan bahwa tim produksi tetap mempertahankan sejumlah elemen penting dari film Brasil. Salah satunya adalah esensi cerita serta beberapa bagian plot yang dianggap menjadi fondasi perjalanan karakter utamanya.
"Kalau dari yang kita ambil dari Brasil itu tuh esensi dan beberapa plotnya. Jadi kayak point of realization-nya si karakter utama, kemudian point set up-nya of course juga banyak yang kita pakai dari original material-nya," jelas Aoura.
Namun, menurut Aoura, Indonesia pada 2026 berada dalam situasi sosial dan politik yang sangat berbeda dari ketika film original dirilis pada 2014. Salah satu perubahan terbesar adalah peran media sosial dalam kehidupan politik.
"Satu hal yang memang kita hidup di zaman yang berbeda dibanding 2014, sosial media. Itu politik social media ini kan ya sekarang gitu kan, baru aja mungkin lima tahun, sepuluh tahun terakhir gitu ya, mungkin enggak sampai sepuluh tahun malah," tuturnya.
Karena itu, media sosial menjadi salah satu elemen besar yang ditambahkan ke dalam versi Indonesia. Hal tersebut juga menjadi cara bagi film Bapak Paling Jujur untuk memasukkan fenomena politik yang lebih dekat dengan keseharian penonton saat ini.
"Itu sih elemen besar yang kami tambahkan, yang kami rasa relevan dengan Indonesia, kami rasa relevan dengan zaman sekarang ini. Semua sosial media-sosial media itu enggak ada lah di original version-nya, including mereka itu diadaptasi dari Brasil itu di Meksiko dan di Korea. Itu juga dua-duanya enggak ada referensi social media. Social media, politik joget itu semua itu ya kita tambahin di sini lah," ucap Aoura.
3. Bapak Paling Jujur mengisahkan apa, sih?

Bapak Paling Jujur (dok. Cahaya Pictures/Bapak Paling Jujur) Bapak Paling Jujur mengikuti Jonas Prakoso (Andovi da Lopez), seorang calon gubernur muda yang tengah bersiap menghadapi pemilihan kepala daerah bersama calon wakil gubernurnya, Sambodo (Soleh Solihun). Bersama kepala tim suksesnya, Marbun (Benedictus Siregar), Jonas menyusun berbagai strategi kampanye demi membangun citra sebagai pemimpin ideal dan memenangkan hati masyarakat.
Masalah muncul ketika Jonas tiba-tiba terkena kutukan dari sang nenek. Kutukan tersebut membuatnya kehilangan kemampuan untuk berbohong sekaligus memfilter perkataan. Apa pun yang ada di dalam pikirannya bisa langsung keluar dari mulut tanpa rem. Akibatnya, berbagai rahasia, aib, hingga isi pikirannya yang selama ini dipendam mulai terbongkar di depan keluarga, timses, lawan politik, bahkan masyarakat luas. Tim sukses Jonas pun kewalahan, sementara lawan politiknya justru dibuat bingung menghadapi seorang politisi yang terlalu jujur.
Premis tersebut berasal dari O Candidato Honesto (2014), film komedi satir Brasil yang mengikuti João Ernesto Praxedes, seorang politisi korup yang menjadi kandidat favorit dalam pemilihan presiden. Ketika pemilu memasuki putaran kedua dan dirinya tengah menghadapi penyelidikan kasus korupsi, João menjenguk neneknya yang sedang sakit. Sang nenek kecewa dengan sifat cucunya dan akhirnya memberikan kutukan yang membuat João tidak mampu lagi berbohong.
Sementara itu, versi Korea Selatan menghadirkan Joo Sang Sook (Ra Mi Ran), seorang anggota parlemen yang sukses tetapi licik. Ia membangun karier politiknya melalui janji manis dan pencitraan palsu kepada masyarakat. Menjelang pencalonannya untuk kali keempat, ia membuat marah neneknya yang tinggal di tempat terpencil. Joo Sang Sook pun dikutuk untuk terus berucap jujur.
Penasaran bagaimana Fajar Nugros dan para pemain Bapak Paling Jujur mengolah cerita yang sudah diadaptasi di beberapa negara tersebut? Jangan lupa saksikan Bapak Paling Jujur di bioskop kesayanganmu pada 15 Oktober 2026!










![[QUIZ] Dari Ketiga Karakter Utama Chiikawa, Mana yang Paling Menggambarkanmu?](https://image.idntimes.com/post/20261006/1_c8e96b24-14f6-4633-8f75-26ef35efd9e2.png)












