Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perdana Main Series, Hamish Daud Dijutekin Raihaanun, Kenapa?
potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Hamish Daud debut serial lewat WeTV Tante Sonya sebagai Martin, tertarik karena sutradara Surya Ardy Octaviand adalah teman lama serta ingin mencoba tantangan baru.
  • Hamish menikmati ritme syuting serial yang cepat dan terencana, meski pengambilan adegan lintas episode tidak berurutan. Ia memuji efisiensi kerja tim produksi.
  • Saat beradu akting dengan Raihaanun sebagai Sonya, Hamish merasa sering dijutekin karena dinamika karakter. Serial ini mengangkat romansa beda usia Sonya dan Ben yang terpaut 14 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Hamish Daud menjajal pengalaman baru lewat serial WeTV Tante Sonya. Untuk pertama kalinya, ia terlibat dalam produksi serial setelah selama ini lebih banyak membintangi film.

Bagi Hamish, Tante Sonya menjadi tantangan yang menarik, karena proses produksinya memiliki ritme yang cukup berbeda dari film. Ia mengaku menikmati pace syuting yang cepat, termasuk perpindahan set dan proses pengambilan gambar untuk episode yang tidak selalu dilakukan secara berurutan.

Di balik itu, Hamish juga memiliki pengalaman menarik selama beradu akting dengan Raihaanun sebagai pemeran Sonya. Gegara karakter yang diperankannya, Hamish mengaku kerap dijutekin Raihaanun selama berada di lokasi syuting. Kok bisa?

1. Alasan Hamish Daud debut serial, kenal sutradara hingga pace syuting yang cepat

potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Tante Sonya tercatat sebagai proyek perdana Hamish Daud dalam format serial. Dalam serial garapan sutradara Surya Ardy Octaviand tersebut, Hamish berperan sebagai Martin dan beradu akting dengan Raihaanun serta Maxime Bouttier.

Dalam acara An After Office Date with Maxime yang berlangsung di On3, Kamis (24/9/2026), Hamish mengakui bahwa awalnya, ia mempertimbangkan untuk bergabung dalam jajaran pemain Tante Sonya karena sutradara serial tersebut adalah teman lamanya. Di sisi lain, ia juga melihat proyek tersebut sebagai kesempatan untuk mencoba tantangan baru.

“Mungkin awalnya karena director-nya teman lama, Mas Ardy. Terus pengin sesuatu yang baru, new challenge, kita juga udah beberapa tahun gak main film dan tahun ini pengin balik lagi. Dan ini tantangan yang menarik, tim yang bagus, dan pemain yang bagus. Seru aja,” kata Hamish dengan nada antusias.

Dari pengalaman pertamanya bermain serial, Hamish pun merasakan perbedaan dalam proses produksi dibandingkan film, terutama dari segi ritme syuting. Ia mengaku menikmati tempo produksi yang berjalan cepat, meski pengambilan adegan untuk episode-nya tidak selalu dilakukan secara berurutan.

“Karena selama ini fokus di perfilman, ternyata di series ini, aku suka dengan pace-nya cepat banget. Ngubah set-nya. Tapi itu dia, dari episode satu ke episode enam ke delapan, ke tujuh. I love the pace,” lanjutnya.

Ayah satu anak tersebut juga mengapresiasi cara kerja tim produksi yang menurutnya sudah terencana sehingga proses syuting dapat berlangsung efisien. Ia mengatakan, “Kerja sama mereka tuh luar biasa. Jadi benar-benar gak buang-buang waktu, langsung to do point. Gak ada yang duduk-duduk, semua udah ada di-planning dan schedule-nya. Seru banget.”

2. Ngaku sering merasa dijutekin Raihaanun di lokasi syuting

potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Di sisi lain, Hamish Daud ternyata juga menyimpan pengalaman menarik saat beradu akting dengan Raihaanun yang berperan sebagai Sonya. Dalam cerita, karakter Hamish memiliki hubungan yang membuat Sonya tidak menyukainya. Dinamika tersebut rupanya membuat Hamish mengaku kerap merasakan vibes Sonya yang jutek setiap kali berinteraksi dengan Raihaanun.

“Kamu tahu apa yang lucu? Kayak setiap kali di set sama Sonya (Raihaanun), dia tuh udah benci banget sama aku. On set. Setiap kali datang, aku merasa kayak ada vibes-nya. Jadi mungkin memorable, karena setiap kali datang tuh, Sonya, ‘It’s me,’” cerita Hamish Daud sambil tertawa menggoda Raihaanun.

Bahkan, menurut Hamish, meski sudah melakukan berbagai upaya untuk bersikap baik, ia tetap merasa mendapatkan penolakan dari Raihaanun yang terbawa karakter. Hihihi~

3. Ingatkan agar jangan sampai terlibat cinta dengan rekan kerja di kantor

potret pemain serial Tante Sonya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Adapun serial Tante Sonya mengangkat kisah romantis dengan tema perbedaan usia. Raihaanun menilai salah satu pesan yang ingin disampaikan lewat serial ini adalah bahwa usia bukan ukuran seseorang untuk jatuh cinta ataupun menentukan kapan harus menikah.

“Pokoknya jangan takut jatuh cinta lagi karena kita gak pernah tahu, umur gak pernah jadi masalah, bukan salah satu faktor. Di sini coba dijelaskan seperti itu. Gak ada ukurannya harus umur sekian harus nikah. Mungkin pesannya itu,” kata Raihaanun.

Sementara itu, Hamish melihat kisah tersebut sebagai gambaran bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tidak selalu bisa direncanakan, termasuk soal perasaan. Ia kemudian berseloroh agar hubungan asmara dengan rekan kerja sebaiknya dihindari.

“Mungkin jangan ada love affair di kantoran. Cuma, at the same time, itu juga tidak direncanakan. Jadi menurutku, kita hanya perlu percaya pada hidup dan menjalaninya. Kadang ada hal-hal yang memang tidak kita rencanakan, tapi kita jalani saja dan percaya bahwa pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja,” lanjut Hamish.

Tayang perdana di WeTV pada 4 September 2026, serial Tante Sonya mengikuti kisah Sonya (Raihaanun) dan Ben (Maxime Bouttier) yang terlibat dalam hubungan romantis meski terpaut usia 14 tahun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article