Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Punisher di MCU sebelum Spider-Man: Brand New Day
Jon Bernthal sebagai Frank Castle alias Punisher (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)
  • Frank Castle diperkenalkan di Daredevil Season 2 sebagai vigilante pemburu geng, lalu mengungkap konspirasi operasi militer Cerberus yang terkait kematian keluarganya.
  • Dalam dua musim The Punisher, Frank membongkar keterlibatan Billy Russo dan William Rawlins, melindungi Amy Bendix, serta mengakhiri konflik dengan Russo dan keluarga Schultz.
  • Di Daredevil: Born Again, Frank menentang penyalahgunaan simbolnya oleh AVTF; One Last Kill mengubahnya menjadi pelindung warga sebelum bertemu Spider-Man pada 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Frank Castle alias Punisher (Jon Bernthal) kembali unjuk gigi dalam proyek terbaru Marvel Cinematic Universe (MCU). Kali ini, sang vigilante yang dikenal dengan aksi sadisnya bakal berkolaborasi dengan Peter Parker alias Spider-Man dalam Spider-Man: Brand New Day (2026). Bagi fans setia komik Marvel, pertemuan ini mengingatkan mereka pada komik The Amazing Spider-Man #129 (1974) ketika Punisher pertama kali berhadapan dengan sang manusia laba-laba karena dimanipulasi oleh Miles Warren alias Jackal.

Jauh sebelum bertemu Spider-Man, Punisher telah menempuh perjalanan panjang di MCU. Sang vigilante sebetulnya sudah lama beraksi di jalanan Kota New York dengan satu tujuan, yaitu membalas dendam kepada siapa pun yang terlibat dalam kematian istri dan anak-anaknya. Jika kamu ingin tahu kisah lengkap Punisher sebelum tampil dalam Spider-Man: Brand New Day, simak rangkuman di artikel IDN Times berikut.

1. Punisher muncul pertama kali dalam Marvel's Daredevil Season 2

Frank Castle alias Punisher (dok. Netflix/Marvel's Daredevil)

Berbeda dengan versi komiknya, Frank Castle alias Punisher diperkenalkan di MCU melalui proyek solo Matt Murdock alias Daredevil, tepatnya dalam Marvel's Daredevil Season 2 (2016). Dalam serial ini, Frank diceritakan memburu kelompok geng yang diyakininya bertanggung jawab atas kematian istri dan anak-anaknya dalam insiden baku tembak. Frank, sebagai satu-satunya yang selamat dari insiden ini, melancarkan aksi balas dendam dengan membantai anggota Dogs of Hell, Kitchen Irish, dan kartel Meksiko, yang kemudian mempertemukannya dengan Matt (Charlie Cox) sekaligus menjadi awal hubungan dekatnya dengan Karen Page (Deborah Ann Woll).

Frank sebenarnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tetapi dirinya berhasil melarikan diri berkat bantuan Wilson Fisk alias Kingpin (Vincent D'Onofrio) yang memanfaatkannya untuk menyingkirkan rivalnya di penjara. Setelah bebas, Frank menyadari bahwa kematian keluarganya bukan sekadar akibat perang antargeng, melainkan bagian dari konspirasi untuk menutupi operasi militer ilegal di Kandahar, Afganistan, yang pernah melibatkan dirinya saat masih bertugas sebagai marinir Amerika Serikat. Penyelidikan kemudian mengarah kepada Ray Schoonover (Clancy Brown), seorang kolonel sekaligus mantan komandannya.

Mengetahui kebenaran tersebut, Frank pun memburu dan menghabisi Schoonover. Dia kemudian membantu Daredevil menghadapi organisasi ninja The Hand dalam pertarungan di atap-atap New York. Usai pertarungan tersebut, Frank meninggalkan kota guna memburu para geng yang berkaitan dengan kematian keluarganya.

2. Punisher menguak fakta baru tentang tragedi keluarganya

Frank Castle bersama David Lieberman (dok. Netflix/Marvel's The Punisher)

Perjalanan Punisher yang penuh darah berlanjut dalam serial solonya, Marvel's The Punisher Season 1 (2017). Frank Castle, yang mengira telah menuntaskan misi balas dendamnya, memutuskan untuk meninggalkan identitas Punisher dan memulai hidup baru sebagai Pete Castiglione. Dalam kehidupan barunya, dia bekerja sebagai buruh konstruksi dan kembali bertemu dengan sahabat lamanya, Curtis Hoyle (Jason R. Moore).

Kehidupan Frank yang tenang tidak berlangsung lama setelah dia ditemukan oleh David Lieberman alias Micro (Ebon Moss-Bachrach), mantan analis NSA (National Security Agency), yang mengungkap bahwa masih ada dalang di balik tragedi keluarganya. Penyelidikan mereka mengarah pada Cerberus, operasi militer ilegal yang sebelumnya sempat disinggung oleh Ray Schoonover dalam Marvel's Daredevil Season 2. Dari sana, Frank mengetahui bahwa Billy Russo (Ben Barnes), sahabat sekaligus mantan rekannya di militer, serta William Rawlins alias Agent Orange (Paul Schulze), seorang agen CIA, merupakan dalang di balik konspirasi Cerberus sekaligus bertanggung jawab atas kematian istri dan kedua anaknya.

Frank terlebih dahulu membunuh Rawlins dengan cara menusukkan kedua ibu jarinya ke kedua mata sang agen CIA hingga tewas. Dia juga berhasil mengalahkan Russo sebelum berulang kali menghantam wajah mantan sahabatnya ke pecahan cermin hingga wajahnya hancur. Atas kontribusinya dalam membongkar Operasi Cerberus, Frank memperoleh pengampunan dari pemerintah dan dapat kembali menjalani hidupnya.

3. Punisher melindungi seorang gadis dan kembali menghadapi masa lalunya

Frank Castle alias Punisher (dok. Netflix/Marvel's The Punisher)

Frank Castle lagi-lagi mencoba meninggalkan kehidupannya sebagai Punisher dalam Marvel's The Punisher Season 2 (2019). Namun, usahanya gagal setelah dia bertemu dengan Amy Bendix (Giorgia Whigham) yang menjadi target pembunuhan oleh John Pilgrim (Josh Stewart), mantan kriminal yang telah bertobat. John diutus oleh Anderson Schultz (Corbin Bernsen) dan Eliza Schultz (Anette O'Toole), yaitu keluarga elite yang memanfaatkan keyakinan agama dan rasa utang budi John untuk melindungi aksi kejahatan mereka.

Di tengah usahanya melindungi Amy, Frank mesti kembali berhadapan dengan Billy Russo yang ternyata masih hidup setelah pertarungan brutal pada akhir Marvel's The Punisher Season 1. Akibat luka parah yang dideritanya, Russo mengalami trauma psikologis dan kehilangan sebagian besar ingatannya sehingga tidak lagi mengingat Frank sebagai pelaku yang menghancurkan wajahnya. Namun, setelah terjun ke dunia kriminal, ingatan Russo perlahan pulih, terutama ketika dia melihat Frank mengenakan rompi bermotif tengkorak yang pernah dipakainya dalam Marvel's The Punisher Season 1.

Frank berhasil mengalahkan John, tetapi memilih membiarkannya hidup agar dapat bertemu kembali dengan anak-anaknya. Setelah itu, dia berkonfrontasi dengan keluarga Schultz dan memaksa mereka menghentikan pengejaran terhadap Amy, meski pertemuan tersebut berakhir dengan kematian pasangan Schultz. Puncaknya, Frank mengakhiri perseteruannya dengan Russo setelah dia menembak mati mantan sahabatnya yang tengah terluka parah.

4. Punisher bersatu dengan Daredevil untuk melawan Wali Kota Kingpin

Punisher dan Daredevil (dok. Marvel Studios/Daredevil: Born Again)

Ketika New York berada di bawah genggaman rezim Wilson Fisk dalam Daredevil: Born Again (2025— ), Matt Murdock reuni dengan Frank Castle setelah menemukan selongsong peluru bergambar tengkorak Punisher yang digunakan untuk membunuh Hector Ayala alias White Tiger (Kamar de Ios Reyes). Frank langsung membantah keterlibatannya dan geram karena simbol tengkoraknya disalahgunakan untuk membenarkan aksi satgas anti-vigilante (AVTF) yang kerap bertindak di luar hukum. Usut punya usut, sebagian besar anggota AVTF ternyata mengidolakan Punisher hingga mengecat simbol tengkorak pada rompi serta perlengkapan mereka dan menggunakan metode brutal yang menyerupai aksi sang antihero.

Setelah percobaan pembunuhan yang gagal terhadap Fisk oleh Benjamin Poindexter alias Bullseye (Wilson Bethel), AVTF semakin gencar memburu para vigilante. Atas permintaan Karen Page, Frank pun turun tangan untuk membantu menyelamatkan Matt, tetapi dia justru ditangkap dan dipenjara di fasilitas penahanan bawah tanah. Berhasil kabur, Frank berlindung di sebuah apartemen ketika Fisk memberlakukan kebijakan darurat militer di New York.

5. Punisher memasuki babak baru sebagai pelindung warga New York

Frank Castle alias Punisher (dok. Marvel Studios/The Punisher: One Last Kill)

Special presentation berjudul The Punisher: One Last Kill (2026) bakal menjawab mengapa Frank Castle tidak kembali membantu kubu Matt Murdock dalam Daredevil: Born Again Season 2 (2026). Pasalnya, dalam film ini, Frank kembali menjalankan misi balas dendam setelah mengetahui kalau Gnucci, keluarga kriminal Italia-Amerika, turut terlibat dalam kematian istri dan anak-anaknya. Alhasil, Frank memburu satu per satu anggota keluarga Gnucci hingga hanya menyisakan sang pemimpin, Ma Gnucci (Judith Light).

The Punisher: One Last Kill berfokus pada Frank yang mulai mempertanyakan tujuan hidupnya setelah semua dalang yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya sudah tewas. Di saat yang sama, Ma Gnucci datang untuk membalas dendam dengan menawarkan hadiah kepada siapa pun yang berhasil membunuh Frank. Akibatnya, Frank pun harus bertarung melawan berbagai pembunuh bayaran dan kelompok kriminal yang memburunya.

Frank sebetulnya memiliki kesempatan membunuh Ma Gnucci, tetapi dia justru memilih menyelamatkan sebuah keluarga pemilik toko yang tengah diserang para penjahat. Setelah peristiwa tersebut, Frank pun akhirnya menemukan tujuan hidup yang baru. Pada akhir The Punisher: One Last Kill, dia kembali bukan sebagai Punisher yang semata-mata hidup demi balas dendam, melainkan sebagai Punisher yang mengabdikan dirinya demi melindungi warga New York dari kekejaman penjahat.

Spider-Man: Brand New Day akan melanjutkan kisah Frank Castle yang sudah mengalami transformasi besar setelah The Punisher: One Last Kill. Ia mempertemukan Punisher dan Spider-Man yang sering kali bekerja sama dalam berbagai cerita komik Marvel. Jika kamu pengin tahu kisah sang antihero selengkapnya, kamu bisa menonton serial dan special presentation yang sudah disebutkan di atas di Disney+.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article