Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Siti dari Kucing ITB Jadi Bintang Film Pendek Meong!
Siti, pemeran Meong di film pendek Meong! (Instagram.com/ophiuchus.project)

Surabaya, IDN Times - Film layar lebar yang menghadirkan hewan sebagai karakter utama bukan hal baru. Namun, fenomena ini menjadi spesial, karena Siti, kucing yang biasanya bersantai dan bermain di kawasan ITB justru bertransformasi menjadi bintang film pendek. Bahkan, film berjudul Meong! (2026) berhasil memenangkan penghargaan Most Inspiring Film Award di 2nd NextScene Kids & Youth Film Festival.

Lewat wawancara melalui Whatsapp, saya sempat berbincang dengan Vincentius Bhagaskara, produser film Meong! (2026) tentang proses casting Siti hingga cara tim produksi memvisualisasikan sudut pandang kucing. Buat kamu yang penasaran dengan perjalanan Siti dari kucing ITB menjadi bintang film, scroll artikel ini, ya!

1. Tim produksi ngobrol dulu sama komunitas ITB Street Feeding kalau mau bikin film soal kucing

Sutradara Fransiska Fernanda dan Produser Vincentius Bhagaskara di film pendek Meong! (Instagram.com/ophiuchus.project)

Tim produksi membutuhkan waktu kurang lebih setahun untuk membuat film pendek Meong! (2026). Pada Maret 2025, tim produksi baru mencentuskan ide film bertemakan kucing. Sekitar satu bulan kemudian, tim produksi berkonsultasi dengan komunitas ITB Street Feeding untuk proyek ini.

"Di April 2025 kami mulai brainstorming dan development script setelah mengobrol dengan teman-teman dari komunitas ITB Street Feeding," ungkap Vincentius Bhagaskara pada Rabu (23/9/2026).

Konsultasi dengan komunitas ITB Street Feeding bertujuan agar tim produksi bisa lebih memahami kucing-kucing yang akan menjadi calon aktor mereka. Bahkan setelah proses syuting selesai, tim produksi film pendek Meong! (2026) masih berkonsultasi dengan komunitas ITB Street Feeding, lho.

"Kami merasa bahwa mereka adalah orang yang paling paham dengan kucing-kucing ITB sehingga di pra produksinya kami banyak mengobrol dengan mereka. Setelah filmnya jadi pun, kami masih sering saling berkabar terkait informasi filmnya," lanjut Bhagas, panggilan akrab Vincentius.

Proses produksi film pendek Meong! (2026) berlangsung selama dua bulan, yaitu pada Mei hingga Juni 2025. Sementara pasca produksinya dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2025. Film pendek Meong! resmi tayang perdana di Bioskop Aku Masuk ITB (AMI) pada 14 Februari 2026.

2. Siti berhasil lolos setelah di-casting dari 40-50 kucing

Siti, pemeran Meong di film pendek Meong! (Instagram.com/ophiuchus.project)

Kamu tentu penasaran, kenapa Siti, kucing tabby berwarna oren yang menjadi karakter utama di film pendek Meong! (2026). Fakta menariknya, ternyata Siti mengalahkan sekitar 40 sampai 50 kucing di kampus ITB, lho.

"Sebenarnya untuk proses casting-nya itu sendiri, kami berkeliling ke satu kampus dan mengamati gerak-gerik, karakter, dan perilaku setiap kucing yang kami temui. Ada sekitar 40-50an kucing, dan akhirnya diputuskanlah Siti karena beberapa alasan," jelas Bhagas.

Ada dua alasan utama kenapa Siti yang terpilih menjadi karakter Meong. Selain karena dia paling mudah akrab dengan manusia, ternyata lokasi syuting yang dipilih tim produksi adalah daerah teritori Siti.

"Utamanya karena jinaknya dia dengan manusia dan lokasi teritorinya yang strategis untuk dijadikan set shooting," sambung pria yang juga masuk jajaran penulis naskah dari film pendek Meong! (2026) ini.

3. Meski dikenal jinak, tapi bonding Siti dengan cast lain dan kru cukup lama

Still cut film pendek Meong! (Instagram.com/ophiuchus.project)

Meskipun dikenal jinak, ternyata butuh waktu cukup lama untuk Roudhotul Jannah, pemeran Nayla membangun ikatan dengan Siti. Caranya pun beragam, mulai dari mengajak Siti bermain hingga memberi makanan favoritnya.

"Untuk proses bonding-nya sendiri memang cukup lama sih, jadi sebelum shooting kami beberapa kali mencoba pendekatan dulu dengan kucingnya, kami ajak main dan beri makan," ujar Bhagas.

Pendekatan ini tidak hanya penting bagi Roudhotul Jannah, tapi juga para kru di lokasi syuting. Pasalnya, mereka juga harus memastikan Siti fokus dan siap ketika syuting akan dimulai.

"Tujuannya supaya Siti lebih familiar juga dengan kru dan pemerannya nanti. Selanjutnya, ketika proses shooting, memang Siti banyak sekali dipancing dengan makanan-makanan kucing sih," tambahnya.

4. Treatment syuting bareng Siti kayak produksi film bareng anak-anak

Di balik layar film pendek Meong! (Instagram.com/ophiuchus.project)

Seperti yang sudah dijelaskan di Instagram resmi Liga Film Mahasiswa ITB, jadwal syuting film pendek Meong! (2026) kerap mengikuti mood Siti. Maka dari itu, saat Siti sedang mengantuk, tim produksi bakal menghentikan syuting.

"Kami hanya selalu menyesuaikan mood-nya saja. Ketika dia mulai mengantuk, kami akan menghentikan syutingnya dulu dan membiarkan tertidur. Saat dia sudah terbangun kembali, barulah kami coba ajak main dan beri makan. Setelah dia mulai aktif, shooting-nya diteruskan," ceritanya.

Mendengar jawaban Bhagas, saya teringat dengan proses syuting film Na Willa (2026). Yadi Sugandi, director of photography dari film Na Willa (2026) berkata bahwa tim produksi menyiapkan waktu istirahat lebih sering, untuk menjaga mood dari aktor anak-anak di lokasi syuting. Meski begitu, Bhagas mengaku Ophiuchus Project belum pernah shooting bersama pemeran anak-anak.

"Iya, kurang lebih mungkin ya. Kami sendiri belum pernah shooting dengan pemeran anak-anak sih," ujar Bhagas.

5. Kata produser soal cat POV di film pendek Meong! dan konsep pengisi suara Siti

Di balik layar film pendek Meong! (Instagram.com/ophiuchus.project)

Menilik di trailer, ada salah satu cuplikan adegan yang menampilkan sudut pandang Meong sedang melihat Nayla. Adegan tersebut disorot dengan sudut pengambilan gambar low angle, sesuai dengan posisi Meong berdiri. Sementara warna yang ditampilkan berubah menjadi hitam dan putih seperti bagaimana kucing melihat dunia.

"Untuk membangun POV dari si kucing, kami mencoba menyesuaikan kucingnya sendiri. Makanya memang sudut pengambilan gambarnya low angle, menyesuaikan dengan posisi kucing yang tentu lebih rendah dari manusia. Begitu pula dalam pemilihan warnanya, kami mencoba untuk memiripkannya dengan cara melihat kucing yang berbeda dengan manusia," tutur Bhagas.

Bhagas juga bercerita tentang konsep di balik pengisian suara karakter Meong. Ternyata Sutradara Fransiska Fernanda dan sound director Dudih Purwadi ingin intonasi yang diucapkan Rhea, pengisi suara Siti bisa memiliki emosi.

"Sutradara kami, Fransiska Fernanda dan sound director kami, Dudih Purwadi, mengarahkan supaya intonasi Rhea sebagai pengisi suara bisa memahami emosi yang sedang dialami oleh Meong sehingga suara dan intonasinya bisa sesuai," pungkasnya.

Dengan menggabungkan berbagai elemen, tim produksi sukses melahirkan karakter Meong yang mampu menarik perhatian penonton. Gak cuma visual menggemaskan, tapi suara mengeong Siti seakan memiliki makna yang berbeda-beda.

Curated For You

Editorial Team

Related Article