Comscore Tracker

Review Serial The 100, Manusia yang Kembali ke Bumi setelah 97 Tahun

Kisah perjuangan bertahan hidup dan persahabatan

Salah satu serial TV Hollywood yang kini telah dibeli lisensinya oleh Netflix berjudul The 100  ini, merupakan serial TV yang telah tayang dari tahun 2014 hingga tahun 2020. Terdiri dari tujuh season dengan total 100 episode, Netflix sendiri memperbarui season terakhir serial ini pada bulan Juli lalu.

Jika kamu belum pernah menonton serial ini, dan termasuk pecinta film atau serial bergenre sci-fi dan action, maka serial ini bisa menjadi rekomendasi yang bagus untukmu. Akan tetapi, jangan lupa untuk selalu memperhatikan rate usia yang direkomendasikan, ya. Agar serial ini lebih sesuai dengan usia kamu. Nah, berikut review untuk serial Netflix The 100.

1. Sinopsis 

Review Serial The 100, Manusia yang Kembali ke Bumi setelah 97 Tahunposter serial The 100 season 1 (instagram.com/cw_the100)

Seperti yang dikutip dari Netflix, serial ini berkisah tentang 100 orang tahanan remaja dari stasiun ruang angkasa bernama Ark, yang dikirim ke bumi setelah 97 tahun tragedi badai nuklir terjadi. Sayangnya, mereka seolah dijadikan sebagai "kelinci percobaan" untuk menguji apakah bumi sudah layak untuk kembali dihuni oleh manusia.

Saat pertama kali diterbangkan kembali ke bumi, usia para tahanan remaja tersebut bahkan ada yang belum genap 18 tahun, lho! Jadi semakin seru, deh, perjuangan mereka. Selain itu, serial ini dibintangi oleh banyak aktor muda cantik dan tampan serta sangat bertalenta, seperti Eliza Taylor, Bob Morley, Marie Avgeropoulos, dan Richard Harmon. 

2. Dislaimer: banyak adegan kekerasan dan peperangan

Review Serial The 100, Manusia yang Kembali ke Bumi setelah 97 Tahunpotret tokoh utama Clarke Griffin (instagram.com/cw_the100)

Sama seperti rate usia, kamu juga perlu teliti saat memperhatikan genre sebuah film atau serial TV. Misalnya pada platform Netflix, setelah kamu membaca sinopsis kamu dapat melihat nama-nama para pemain yang berperan, lalu di bawahnya akan ada penjelasan secara rinci mengenai genre film tersebut seperti apa.

Untuk serial The 100 ini, tertulis "violent"  yang artinya kekerasan. Maka dapat dipastikan bahwa serial ini akan didominasi oleh adegan kekerasan, sehingga diharapkan kamu sudah cukup umur dan sudah menyiapkan mental untuk menyaksikan berbagai bentuk kekerasan dan penyiksaan lainnya. Jadi, kalau kamu termasuk orang yang takut darah maka sebaiknya kamu tidak menonton serial ini, ya. 

3. Sarat nilai persahabatan dan kekeluargaan

Review Serial The 100, Manusia yang Kembali ke Bumi setelah 97 Tahunpotret para pemeran The 100 (instagram.com/cw_the100)

Seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, serial ini bercerita tentang 100 tahanan remaja yang dikirim ke bumi dari luar angkasa, maka kamu bisa membayangkan bahwa perjalanan mereka akan sangat penuh dengan drama.

Ketiadaan orang tua yang seharusnya membimbing dan menjaga mereka di masa-masa awal kembali ke bumi, ditambah pengalaman tidak baik selama hidup di Ark, menjadikan mereka harus menentukan sikap dan membuat peraturan sendiri agar kehidupan di bumi yang baru tersebut berjalan lebih baik.

Setibanya di bumi mereka ternyata menemui rintangan yang sangat tidak terduga dan seakan tidak ada habisnya, sehingga mau tidak mau mereka harus saling mengandalkan satu sama lain. Banyaknya gangguan dari luar juga akhirnya menumbuhkan perasaan saling memiliki di antara mereka, maka apa pun yang terjadi mereka akan saling menjaga layaknya sebuah keluarga yang harus selalu bersama. 

Baca Juga: 9 Serial Dokumenter Serial Killer Terbaik, Nontonnya Bikin Trauma!

4. Banyak kisah cinta yang tidak berjalan mulus

Review Serial The 100, Manusia yang Kembali ke Bumi setelah 97 Tahunpotret salah satu pasangan Jasper dan Maya (instagram.com/cw_the100)

Dalam serial The 100 ini, kamu akan banyak menemui kisah cinta yang muncul diantara beberapa karakter utamanya. Tentu saja adanya sentuhan cerita asmara dan kasih sayang menjadi angin segar bagi para penonton, karena sesuai dengan genre, serial ini tentu saja dipenuhi dengan adegan aksi yang sangat intens.

Akan tetapi, sayangnya, tidak semua kisah cinta di dalam serial ini berjalan mulus dan berakhir happy ending. Hampir semuanya harus berakhir karena salah satu pasangan harus kehilangan nyawa setelah berjuang untuk bertahan hidup. Dari sini kita bisa belajar tentang merelakan, bahwa tidak semua hal yang kita inginkan bisa terwujud, terutama tentang cinta. 

5. Setiap tokoh memiliki karakter yang unik dan sangat kuat

Review Serial The 100, Manusia yang Kembali ke Bumi setelah 97 Tahunpotret di balik layar serial The 100 (instagram.com/cw_the100)

Setiap tokoh di dalam serial ini seakan sengaja diciptakan dengan ciri khas yang unik dan sangat kuat. Bahkan ada beberapa karakter yang sangat bertolak belakang, namun pada akhirnya menjadi sahabat yang saling membantu dalam berbagai situasi. Clarke Griffin, karakter utama wanita ini digambarkan sebagai anak dari seorang dokter dan mekanik yang sangat cerdas, memiliki insting yang sangat kuat, dan cenderung keras kepala terutama jika menyangkut orang yang ia sayangi.

Lalu ada Octavia Blake, digambarkan sebagai sosok yang sangat pemberani yang ingin mencoba banyak hal setelah 16 tahun dikurung di bawah lantai. Serta beberapa karakter utama lainnya. Kuatnya karakter dan ciri dari setiap tokoh menjadikan penonton susah move on dari serial ini, apalagi setelah menonton total 100 episode, tentu saja ada banyak pengembangan karakter yang hidup di dalamnya.

6. Memberikan pesan untuk saling menghargai, dan perang bukanlah solusi yang paling tepat

Review Serial The 100, Manusia yang Kembali ke Bumi setelah 97 Tahunpotret karakter Marcus Kane (instagram.com/cw_the100)

Setelah kamu selesai menonton semua episode dalam serial ini, kamu pasti sepakat bahwa ada satu pesan moral yang paling kuat yang ingin disampaikan kepada para penonton. Pesan moral tersebut adalah bahwa kita sebagai manusia seharusnya bisa memilih untuk saling menghargai, saling berbagi, dan hidup berdampingan antar sesama manusia di bumi yang sama ini.

Tidak peduli berasal dari kelompok mana kita, bahasa apa yang kita gunakan, warna kulit, dan siapa pun nenek moyang kita, kita semua sama, hanyalah manusia biasa yang seharusnya bersama untuk menjaga bumi yang kita tinggali ini dengan baik. Jika ada perbedaan kepentingan dengan kelompok lain, maka perang bukanlah solusi yang paling tepat untuk dipilih. Pada akhirnya perang tersebut hanya akan memberi luka dan penyesalan seumur hidup bagi orang yang mengalaminya. 

Itulah review serial TV The 100. Jadi, setelah membaca review ini, apakah kamu tertarik untuk menontonnya?

Baca Juga: 10 Karakter Serial TV Barat Terbaik Sepanjang 2022, Curi Perhatian!

Shera Suprapto Photo Verified Writer Shera Suprapto

Informasi positif sekecil apapun layak untuk dibagikan ^-^

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya