Prilly Latuconsina di konferensi pers film Hanya Namamu dalam Doaku di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Menjelang penyelenggaraan FFI 2026, Prilly juga menanggapi berbagai kritik dan masukan yang kerap muncul setiap tahunnya. Ia menegaskan, komite FFI terbuka terhadap berbagai pendapat yang diberikan oleh masyarakat maupun insan perfilman.
"Semua itu akan ringan kalau kita menjalankannya dengan hati yang lapang gitu ya. Pasti menjalankan sebuah acara enggak luput dari kritik dan masukan," ujar Prilly.
Bagi bintang film Budi Pekerti (2023) tersebut, kritik justru menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan industri film Indonesia dan kualitas penyelenggaraan FFI.
"Aku melihatnya kritikan masukan itu karena orang-orang itu sayang sama industri filmnya. Jadi pengen FFI itu memberikan yang terbaik dan bisa menjadi wadah untuk semua orang," lanjutnya.
Meski demikian, kekasih Omara Esteghla itu menegaskan bahwa komite tetap harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum merealisasikan setiap usulan yang masuk.
"Tugasnya komite di dalam FFI adalah mendengarkan, mendengarkan, dan reality check. Banyak saran tapi belum tentu bisa dilakukan gitu kan. Nah, jadi apa yang bisa dilakukan, apa yang bisa membuat FFI lebih baik lagi dan itu sesuai sama realita, pasti sebisa mungkin kita akan tampung," pungkasnya.