Sebagai solusi jangka panjang, promotor berencana melakukan pemetaan ulang terhadap ruang-ruang kosong di sekitar kompleks Candi Prambanan. Melalui koordinasi dengan pihak pengelola, diharapkan area festival bisa diperluas, sehingga massa bisa terpecah ke berbagai titik aktivitas.
Promotor Evaluasi Soal Crowd di Hari Kedua PJF 2026

- Hari kedua Prambanan Jazz Festival 2026 mencatat rekor 35 ribu penonton, menjadi jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan festival tersebut.
- Kepadatan ekstrem terjadi saat penampilan NIKI, membuat arus penonton di area tengah tersendat dan mendorong promotor melakukan evaluasi tata alur pengunjung.
- Sebagai tindak lanjut, promotor berencana memperluas area festival di sekitar Candi Prambanan agar distribusi massa lebih merata dan pengalaman penonton lebih nyaman.
Yogyakarta, IDN Times - Kesuksesan hari kedua Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 pada Sabtu (4/7/2026) menyisakan catatan penting bagi pihak penyelenggara. Di balik kemeriahan panggung yang diisi oles NIKI, kepadatan penonton yang luar biasa sempat memicu kontroversi di kalangan netizen.
Pihak promotor, Rajawali Indonesia, menjelaskan adanya titik-titik kepadatan yang tidak terelakkan akibat antusiasme massa yang melampaui rekor tahun-tahun sebelumnya. Jadi yang terbanyak sepanjang PJF digelar, berikut selengkapnya!
1. Penonton hari kedua mencetak rekor terbanyak di Prambanan Jazz Festival 2026

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan angka kunjungan yang sangat fantastis, terutama pada hari kedua. Total ada 35 ribu penonton yang hadir untuk menyaksikan idola mereka di panggung Prambanan Jazz Festival 2026 hari kedua. Lonjakan ini sekaligus menjadi bahan studi bagi tim untuk mengukur batas maksimal daya tampung kawasan Candi Prambanan tersebut.
"Ini terbanyak (penontonnya)," ujar Anas, CEO Rajawali Indonesia dan pendiri festival musik tahunan Prambanan Jazz Festival, dalam konferensi pers pada Senin (6/7/2026) dini hari.
Taufik Raharja selaku COO lalu menambahkan, "Kalau secara total di hari kedua itu ada di 35.000 (penonton). 35.000 (penonton) dan mungkin ini akan menjadi sebuah, hmm, karena kami perlu data lapangan juga bahwa kapasitas maksimal di festival ini ada di angka berapa."
2. Terjadi penumpukan di penampilan NIKI

Promotor menyadari bahwa pusat kepadatan terjadi saat NIKI naik ke atas panggung. Fokus penonton yang seluruhnya tertuju pada satu titik, sehingga membuat kemacetan di area tengah menjadi terhambat.
"Tapi sebenarnya itu karena sebenarnya itu menjadi sangat crowd pada saat headliner NIKI kemudian penonton fokusnya ada di panggung," jelas promotor mengenai situasi di lapangan.
Hal ini menjadi catatan krusial mengenai alur keluar-masuk penonton agar tidak terjadi tabrakan arus antara penonton yang baru selesai menyaksikan penampil sebelumnya dengan penonton yang baru datang. Pihak penyelenggara pun melakukan evaluasi dengan mengatur flow yang lebiih rapi di hari berikutnya.
3. Promotor berencana mengekspansi area yang lebih luas di Candi Prambanan

"Yang akhirnya akan menjadi bagian dari proses evaluasi kami secara internal, titik-titik mana yang sebenarnya bisa kita bikin menjadi sebuah aktivasi, supaya next Prambanan Jazz Festival bisa lebih maksimal lagi. Termasuk dari pihak pengelola, InJourney Indonesia Management. Untuk semoga kalau itu sebenarnya diizinkan untuk memperluas (area)," ujar Taufik.
Prambanan Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 3-5 Juli 2026 di Pelataran Candi Prambanan sukses menjadi salah satu perhelatan musik ikonik di Indonesia. Secara total, ada 80 ribu pengunjung yang hadir selama tiga hari acara digelar. Adapun sekitar 70 persennya merupakan orang dari luar kota Yogyakarta.



















