Putri Marino setelah press screening "Empat Musim Pertiwi" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (2/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Putri Marino mengakui bahwa dirinya dan Pertiwi merupakan dua sosok yang sangat berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi tantangan tersendiri karena ia harus memahami pola pikir karakter yang memiliki pengalaman hidup jauh dari dirinya.
"Aku rasa karakter Pertiwi dan Putri adalah dua karakter yang sangat jauh berbeda. Rasanya sangat susah untuk aku, Putri, mengenal Pertiwi, masuk ke Pertiwi, dan mengerti Pertiwi karena seorang Putri kayaknya susah untuk mengerti pola pikirnya Pertiwi," ucapnya saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Menurut Putri, Pertiwi adalah perempuan yang secara fisik masih menjalani kehidupan, tetapi menyimpan luka mendalam di dalam dirinya. Kondisi tersebut membuat Putri perlu menemukan cara untuk mendekati Pertiwi tanpa menjadikannya karakter satu dimensi semata.
"Kayak contohnya Pertiwi itu dia masih hidup, masih bisa bernafas, tapi dalamnya mati. Terus dia adalah wanita yang muda, tapi dalamnya udah tua. Dia harus meninggalkan banyak mimpi-mimpinya karena ketidakadilan yang terjadi di rumahnya dia," lanjutnya.