Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Respons Reza Rahadian Dijuluki Aktor Termahal: Saya Gak Merasa

potret Reza Rahadian
potret Reza Rahadian (youtube.com/IDN Times)
Intinya sih...
  • Reza Rahadian membantah julukan aktor termahal dan mengaku tidak pernah merasa menjadi aktor dengan bayaran termahal.
  • Ia mengenang momen syuting pertama sebagai pengalaman tak terlupakan yang memberinya banyak pelajaran tentang produksi syuting.
  • Reza Rahadian tidak pernah menyangka bisa sesukses sekarang karena ia selalu berfokus pada proses tanpa memikirkan hasilnya. Bagi Reza, proses adalah hal paling berharga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dua dekade berkarier dan masih eksis hingga saat ini dengan karya-karya film yang tak jarang box office membuat Reza Rahadian sering disebut-sebut sebagai aktor dengan bayaran termahal.

Terkait hal tersebut, Reza sendiri membantahnya. Dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times, aktor kelahiran Bogor itu mengaku tidak merasa menjadi aktor dengan bayaran termahal.

1. Reza Rahadian gak merasa jadi aktor dengan bayaran termahal

potret Reza Rahadian
potret Reza Rahadian (youtube.com/IDN Times)

Reza Rahadian membantah julukan yang menyebut dirinya sebagai aktor dengan bayaran termahal. Ia mengaku bingung dari mana klaim tersebut muncul.

“Gak lah. Saya rasa tidak, maksudnya, itu klaim saya juga gak tahu lahirnya dari mana,” kata Reza Rahadian.

Sambil tersenyum, Reza mengatakan, tidak pernah merasa menjadi aktor dengan bayaran termahal. Ia pun mengaku mengetahui besaran bayaran beberapa aktor lain.

“Saya sih gak merasa saya yang paling mahal sih, harusnya ya,” katanya.

2. Kenang momen syuting pertama, jadi pengalaman tak terlupakan

potret Reza Rahadian
potret Reza Rahadian (youtube.com/IDN Times)

Dalam kesempatan yang sama, Reza Rahadian juga mengenang momen perdananya menginjakkan kaki di lokasi syuting pada 15 April 2005. Reza mengaku saat itu ia merasa terkesan bisa melihat langsung angle-angle kamera, lighting, hingga para pemain yang berkumpul. Bagi Reza, momen tersebut sekaligus menjadi pengalaman yang memberinya banyak pelajaran tentang produksi syuting.

“Di situlah saya belajar mengenai, ‘Oh, ada kamera akan diletakkan di angle-angle yang berbeda, mengambil gambar dari sudut-sudut yang berbeda.’ Kemudian saya mengenal istilah blocking, ruang yang saya gak boleh crossing dan yang saya bisa crossing, dan lain-lain.”

Reza menceritakan bahwa awal kariernya juga bukan tanpa perjuangan. Ia pun tak menampik bahwa saat syuting sinetron pertamanya ia sempat merasa capek fisik karena harus syuting di Sunda Kelapa, Jakarta Utara, sementara rumahnya berada di Jakarta Selatan. Namun, karena semangat muda yang membara, ia pun tetap gigih.

“Sinetron pertama saya itu syuting di daerah Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Rumah saya di Jakarta Selatan. Jadi jauh sekali jaraknya, jadinya kalau masalah fisik capek pasti, tapi sebagai spirit anak muda masa itu, hajar sikat,  yang penting semangat kerja walaupun jarak jauh dan segala macam.”

Selain sering pulang jam setengah tiga pagi, ia pun terkadang menginap di lokasi syuting yang berada di salah satu kampus hingga mandi di toilet umum karena waktu yang mepet.

3. Gak pernah menyangka bisa sesukses sekarang

potret Reza Rahadian
potret Reza Rahadian (youtube.com/IDN Times)

Pemain film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini pun mengaku tidak pernah menyangka akan berada di fase karier yang sekarang karena ia selalu berfokus pada proses untuk mengerjakan segala sesuatunya sebaik mungkin tanpa memikirkan hasilnya.

Bagi Reza, proses adalah hal paling berharga karena membutuhkan komitmen, konsistensi, serta disiplin, yang sepenuhnya bergantung pada individu masing-masing.

“Karena proses itu yang menurut saya mahal, artinya itu kan membutuhkan komitmen, konsistensi, disiplin dan itu wilayah yang diserahkan penuh kepada individu masing-masing mau atau tidak gitu untuk menjalankan itu. Dan tentu hasil semua dari proses orang beda-beda. Jadi timing-nya beda-beda.”

Reza percaya bahwa setiap individu memiliki standar masing-masing dan berhak untuk menjalani proses hidup sesuai dengan ritme yang mereka tentukan sendiri, tanpa tergantung pada kecepatan orang lain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Potret Pesta Ultah Ke-56 Ibunda Nikita Willy, Ramai Sahabat Artis

17 Feb 2026, 10:20 WIBHype