Jakarta, IDN Times - Bayangkan kamu sedang berada di titik terbaik hidupmu. Karier sebagai aktor sedang menanjak, namamu dikenal oleh banyak orang, bahkan nominasi Oscar sudah di depan mata. Lalu, dalam waktu sekejap, semuanya direnggut. Bukan cuma pekerjaan atau reputasi, tetapi wajah tampan yang selama ini menjadi modal utama dirimu sebagai seorang aktor. Itulah mimpi buruk yang dialami Matt Hagen dalam Clayface (2026).
Film garapan James Watkins ini tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan betapa brutalnya tragedi tersebut. Dari awal, penonton langsung dilempar ke dalam body horror yang membuat ngilu, tapi di sisi lain juga berempati kepada seseorang yang sedang bergulat dengan dirinya sendiri.
Setelah menontonnya dalam pemutaran perdana di XXI Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (20/10/2026), saya merasa Clayface punya keberanian yang cukup langka untuk sebuah film superhero: membiarkan ceritanya menjadi gelap, kejam, dan benar-benar tidak nyaman. Kalau kamu penasaran apakah eksperimen horor DCU ini berhasil atau tidak, berikut ulasan film Clayface selengkapnya!
