Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Review Film Alas Roban, Urban Legend yang Seram, tapi Terasa Hangat

Still cut film Indonesia Alas Roban
Still cut film Indonesia Alas Roban (Instagram.com/taskyanamya)
Intinya sih...
  • Suasana 90-an dengan warna-warna warm menambah kesan creepy
  • Bayangan urban legend Alas Roban bikin jumpscare yang muncul semakin berdampak
  • Bukan kisah horor biasa, karena dibalut drama perjuangan ibu yang bikin sedih
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Alas Roban berhasil mengantongi 756.376 penonton di hari keempat tayang pada Senin (19/1/2026). Film yang dibintangi oleh Michelle Ziudith, Taskya Namya, Rio Dewanto, hingga Fara Shakila ini menyajikan pengalaman horor menyeramkan di Alas Roban.

Urban legend Alas Roban memang berhasil menambah kesan ngeri dan was-was saat menyaksikan film berdurasi 111 menit ini di bioskop. Namun, ini bukan sekadar kisah horor, melainkan juga perjuangan ibu di tengah segala keterbatasan yang mampu menyentuh hati penonton.

Sinopsis film Alas Roban

Alas Roban (2026) mengisahkan tentang Sita (Michelle Ziudith), ibu tunggal yang pindah ke Semarang bersama putrinya, Gendis (Fara Shakila). Perjalanan Sita dan Gendis berubah menjadi mencekam saat bus yang mereka tumpangi harus melewati Alas Roban di malam hari.

Mulanya, seperti tidak ada hal buruk yang terjadi kepada mereka berdua. Namun, kejadian mengerikan justru menanti, tanpa mereka sadari. Apakah Sita dan Gendis berhasil selamat?

Alas Roban
2026
4.2/5
Directed by Hadrah Daeng Ratu
Producer

Oswin Bonifanz

Writer

Evelyn Afnilia

Age Rating

R17

Genre

Horor

Duration

111 Minutes

Release Date

15 Januari 2026

Theme

Urban legend, mistis, ritual adat Jawa, pengorbanan ibu

Production House

Unlimited Production, Narasi Semesta

Where to Watch

XXI, CGV, Cinepolis

Cast

Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Fara Shakila, Taskya Namya, Imelda Therinne

Trailer film Alas Roban

Cuplikan film Alas Roban

Cuplikan film Alas Roban

1. Suasana 90-an dengan warna-warna warm menambah kesan creepy

Film yang mengangkat era masa lampau selalu totalitas menyajikan desain produksi yang sesuai. Sama halnya seperti Alas Roban (2026) yang seakan mengajak penonton berkunjung ke era 90-an di Alas Roban dan Semarang. Hanya melihat struktur bangunan, model bus yang ditumpangi, serta suasana pasar hingga hutan Alas Roban, penonton yakin bahwa para karakter memang hidup di tahun 90-an.

Gak cuma itu, pewarnaan yang cenderung warm, bukan hanya semakin mempertegas latar waktu, tapi juga seberapa menyeramkannya film tersebut. Di balik adegan menyeramkan, pewarnaan warm itu juga memberikan hint bahwa ada kisah hangat perjuangan ibu untuk sang putri yang hendak Alas Roban (2026) sajikan.

2. Bayangan urban legend Alas Roban bikin jumpscare yang muncul semakin berdampak

Sebelum menonton, saya pribadi sudah terbayang-bayang dengan kisah menyeramkan di Alas Roban. Apalagi, di beberapa bioskop ada tempat duduk yang memang sengaja tidak diisi, entah sebagai bentuk promosi atau ada makna mistis di baliknya.

Terlepas dari itu, bayangan urban legend Alas Roban ternyata berhasil menambah kesan creepy adegan jumpscare yang disajikan. Rasanya, saya tidak siap saat layar sudah menampilkan sosok Gendis (Fara Shakila) yang ditandai oleh penunggu Alas Roban.

3. Bukan kisah horor biasa, karena dibalut drama perjuangan ibu yang bikin sedih

Dari segi alur, sebenarnya kisah yang disajikan Alas Roban (2026) tidak jauh berbeda dari film horor pada umumnya. Hanya saja, Hadrah Daeng Ratu dan Evelyn Afnilia berhasil menyajikan angin segar di film ini lewat perjuangan Sita (Michelle Ziudith) untuk melindungi Gendis sampai titik darah terakhir.

Menurut saya, ending yang disajikan film ini justru masuk akal. Alih-alih diajak memikirkan misteri lain tentang Alas Roban yang tentunya tidak akan pernah selesai, penonton justru dibuat terenyuh dengan pengorbanan Sita sebagai seorang ibu.

Alas Roban (2026) memadukan kisah horor urban legend dengan drama yang menyentuh. Porsinya pas sehingga bukan hanya menyisakan rasa takut, tapi juga menghangatkan hati penonton.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Kenangan Maharani Kemala dan Ayahnya yang Berpulang

20 Jan 2026, 20:23 WIBHype