Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Review Film Esok Tanpa Ibu, Dramanya Gak Berlebihan tapi Ngena!

film Esok Tanpa Ibu
film Esok Tanpa Ibu (instagram.com/filmesoktanpaibu)
Intinya sih...
  • Film Esok Tanpa Ibu hadir dengan kisah keluarga yang menyentuh tentang kehilangan, luka, dan upaya berdamai dengan kenyataan tanpa dramatisasi berlebihan.
  • Akting para pemain terasa natural, termasuk akting Ali Fikry yang berhasil menangkap esensi remaja baru gede di masa sekarang.
  • Kecanggihan teknologi yang dihadirkan dalam film ini membuka potensi menarik dan terasa relevan dengan kemajuan AI yang semakin canggih di masa sekarang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

BASE Entertainment bersama Beacon Film resmi merilis film Esok Tanpa Ibu. Deretan pemainnya gak main-main, mulai dari Dian Sastro, Ringgo Agus Rahman, hingga artis remaja Ali Fikry yang tengah naik daun.

Lewat judulnya, nuansa melodrama sudah terasa sangat kental. Apakah Esok Tanpa Ibu bagus? Buat kamu yang masih ragu, ini ulasannya.

Sinopsis Esok Tanpa Ibu

Laras dan Hendi memilih pindah ke Cendana bersama anaknya, Rama. Sang anak mulai beranjak remaja, Laras dan Hendi merasa ada jarak di antara mereka. Selama ini, Rama hanya memiliki hubungan yang dekat dengan Laras, tapi sulit dekat dengan sang ayah, Hendi.

Suatu kejadian nahas menimpa Laras yang mengakibatkan dirinya koma di rumah sakit. Rama yang merasa kehilangan sosok ibu pun berusaha menggantikannya dengan alat teknologi canggih bernama I-BU.

Esok Tanpa Ibu
2026
4.3/5
Directed by Ho Wi Ding
Producer

Dian Sastrowardoyo, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, Winnie Lau, Shanty Harmayn

Writer

Melarissa Sjarief, Gina S. Noer, Diva Apresya

Age Rating

13+

Genre

Drama, Cerita Fiksi

Duration

107 Minutes

Release Date

22-01-2026

Theme

mother, artificial intelligence (AI), coma, technology, father, teenage boy, teenager, life, watch

Production House

BASE Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, DaSun Pictures, PK Films

Where to Watch

bioskop

Cast

Ali Fikry, Ringgo Agus Rahman, Dian Sastrowardoyo, Aisha Nurra Datau, Bima Sena

Trailer Esok Tanpa Ibu

Cuplikan film Esok Tanpa Ibu

1. Bukan film menye-menye yang memaksa penonton ikut sedih

Membawa genre keluarga, Esok Tanpa Ibu hadir dengan kisah yang menyentuh tentang kehilangan, luka, dan upaya berdamai dengan kenyataan. Sejak awal, film ini mengajak penonton masuk ke ruang emosional yang sulit diungkapkan oleh anak remaja.

Urusan dialog, gak ada yang cringe. Kalimatnya masih bahasa sehari-hari, tidak sepuitis itu sampai bikin mengernyit. Bisa dibilang membumi dan nyaman seperti melihat kejadian nyata dan bukan sebuah cuplikan film.

Tanpa banyak dramatisasi berlebihan, Esok Tanpa Ibu memilih bertutur dengan cara sederhana, tetapi berhasil menghantam perasaan. Adegan menangis tidak terkesan memaksa penonton untuk ikut bersedih sehingga emosinya mengalir apa adanya. Film ini memang cukup menguras perasaan, tapi lebih ke mata berkaca-kaca daripada tangisan hebat yang bikin sesak.

2. Chemistry keluarga yang unggul

Chemistry para pemain juga patut diapresiasi. Adegan-adegannya terasa natural, begitu pula akting Dian Sastro dan Ringgo Agus Rahman yang berhasil membuat penonton lupa bahwa mereka sebagai selebritas. Mereka benar-benar hadir sebagai Laras dan Hendi yang punya anak bernama Rama.

Akting Ali Fikry pun berhasil menangkap esensi remaja baru gede di masa sekarang. Rasanya seperti sedang melihat sepupu sendiri yang masih SMA, dengan emosi labil, bingung, tapi tulus. Pendekatan ini membuat konflik yang dihadirkan terasa dekat dan tidak mengada-ada.

Di luar itu, satu karakter yang benar-benar mencuri perhatian adalah Robert. Setiap kemunculannyan memberi warna tersendiri, menjadikannya scene stealer yang sulit diabaikan.

3. Kecanggihan teknologi yang relevan

Meski demikian, ada beberapa hal yang terasa mengganjal. Latar belakang pekerjaan Laras dan Hendi tidak dijelaskan cukup kuat sehingga alasan dan konteks keputusan mereka pindah ke kota kecil terasa kurang jelas. Padahal, keputusan inilah yang menjadi pemicu jarak antara mereka dan Rama.

Di sisi lain, kecanggihan teknologi yang dihadirkan justru membuka potensi menarik. Film ini sempat terasa seperti Black Mirror versi lokal, terutama lewat sejumlah momen yang melibatkan I-BU. Alih-alih menenangkan, teknologi yang terlalu canggih tersebut meninggalkan rasa tidak nyaman. Jadi terasa relevan, karena kemajuan AI yang kini sudah semakin canggih di masa sekarang walau film ini sudah dibuat pada 2024 lalu.

Kamu bisa menyaksikan Esok Tanpa Ibu di bioskop pada 22 Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More

10 Potret Clarissa Putri dan Keluarga Liburan di Shanghai, Kedinginan!

22 Jan 2026, 08:01 WIBHype