Review Film Forgotten Island: Visual Ciamik, Bikin Penonton Terhanyut

Film animasi Forgotten Island mengikuti Jo dan Raissa yang terjebak di pulau Nakali, lalu harus mencari jalan pulang tanpa mengorbankan kenangan persahabatan mereka.
Visual animasi DreamWorks dinilai kuat melalui warna, desain karakter, latar suasana cerita; film juga memadukan bahasa Inggris dengan Tagalog.
Cerita persahabatan Jo-Raissa mudah diikuti dan didukung chemistry pengisi suara H.E.R. serta Liza Soberano yang begitu terasa, meski banyak karakter sampingan kurang dieksplorasi.
Jakarta, IDN Times - Kalau seandainya harus memilih antara pulang ke rumah atau melupakan sahabat sendiri, mana yang akan kamu pilih? Nah, dilema tersebut harus dihadapi oleh dua sahabat, Jo dan Raissa, dalam film animasi Forgotten Island yang dihadirkan DreamWorks Animation di tahun 2026 ini.
Fakta menariknya, film Forgotten Island terinspirasi dari budaya dan mitologi Filipina yang mengangkat kisah tentang persahabatan dan keluarga. Dari segi produksi, film ini disutradarai dan ditulis oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado, duo yang juga terlibat dalam film Puss in Boots: The Last Wish (2022).
Lalu, apakah film Forgotten Island mampu menghadirkan visual dan cerita yang menarik perhatian penonton? Yuk, keep scrolling buat baca review film Forgotten Island selengkapnya!
Sinopsis Forgotten Island (2026)
Forgotten Island mengikuti kisah persahabatan antara Jo (H.E.R.) dan Raissa (Liza Soberano) yang sudah terjalin sejak kecil. Selama bersahabat, Jo dan Raissa telah menghabiskan berbagai momen bersama yang diabadikan lewat ornamen-ornamen pada gelang persahabatan mereka.
Hingga suatu hari setelah sudah tumbuh besar, tiba waktunya bagi Raissa memutuskan berpisah dari Jo karena harus berkuliah di Amerika Serikat. Kabar itu ternyata membuat Jo semakin takut ditinggalkan, apalagi setelah sang nenek meninggal dunia.
Pada malam sebelum Raissa berangkat ke Caltech, Jo menemukan sebuah koin pasir ajaib yang membuka portal bagi mereka untuk menuju ke pulau Nakali, sebuah tempat yang dulu kerap diceritakan nenek Jo, Fatima. Ia pun meyakinkan Raisa untuk melakukan satu petualangan terakhir bersama.
Di pulau tersebut, mereka bertemu dengan seekor weredog bernama Raww (Dave Franco), dan sekelompok teman lainnya. Mereka harus menghadapi makhluk yang paling ditakuti di pulau itu bernama Manananggal, hingga kelicikan Batiba. Saat menyadari bahwa kenangan seluruh persahabatan adalah harga yang harus dibayar untuk kembali ke rumah, Jo dan Raissa berpacu menemukan cara lain untuk meninggalkan pulau itu sebelum mereka melupakan satu sama lainnya.
Forgotten Island20264/5Directed by Januel Mercado, Joel CrawfordProducer Mark Swift
Writer Joel Crawford, Januel Mercado
Age Rating 13+
Genre Animasi, Petualangan, Fantasi, Komedi
Duration 109 Minutes
Release Date 02-10-2026
Theme Persahabatan, petualangan, fantasi, animasi
Production House DreamWorks Animation
Where to Watch Cinema XXI, Cinepolis, CGV
Cast H.E.R., Liza Soberano, Dave Franco, Jenny Slate, Manny Jacinto
Trailer Forgotten Island (2026)
Cuplikan Film Forgotten Island (2026)
1. Visualnya ciamik, no complaint!
Secara garis besar, salah satu kekuatan yang dimiliki Forgotten Island sebenarnya terletak pada visual. Sebagai sebuah film animasi, tim produksi DreamWorks Animation berhasil menghidupkan Forgotten Island melalui visual yang disuguhkan, baik dari segi karakter, pemilihan warna, sampai penggambaran suasana cerita tampak dieksekusi dengan baik.
Pada sesi screening di Jakarta pada Sabtu (26/9/2026) lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk menyaksikannya melalui layar Screen X. Animasi yang disuguhkan terasa begitu hidup, seolah membuat penonton terhanyut dengan kisah yang dialami oleh Jo dan Raissa baik di kehidupan asli mereka maupun saat di pulau Nakali. Bagian yang menarik dari visual juga terdapat pada perubahan gaya animasi saat karakternya mengekspresikan emosi atau menunjukkan reaksi terhadap sesuatu.
Dari segi bahasa, Forgotten Island memadukan mayoritas bahasa Inggris dan diselingi bahasa Tagalog. Tentunya ini menjadi poin plus lain karena tidak hanya terinspirasi dari mitologi dan budaya Filipina saja, tapi juga turut memakai bahasa Tagalog dalam film. Frasa bahasa Tagalog yang mungkin bakal diingat penonton adalah "Tayo na", yang berarti "Ayo pergi" dalam bahasa Indonesia. Frasa tersebut pun amat melekat bagi karakter Jo dan Raissa serta memiliki makna dalam cerita.
2. Hadirkan cerita persahabatan yang mudah untuk diikuti
Selain dari animasi, bagian menarik lainnya juga terdapat pada bagaimana budaya dan mitologi Filipina dikemas dalam cerita Forgotten Island. Hal tersebut terlihat dari kehadiran karakter-karakter yang terinspirasi dari cerita rakyat atau folklore Filipina, mulai dari burung berwarna-warni yang dikenal Sarimanok hingga Manananggal yang menjadi makhluk menakutkan di pulau tempat Jo dan Raissa berada.
Sementara itu, kisah persahabatan Jo dan Raissa yang merupakan fokus utama film tetap menjadi kekuatan tersendiri bagi Forgotten Island. Meski dikemas secara sederhana, nyatanya gak menghilangkan sama sekali pesan yang mau dibawa film ini kepada penonton. Sepanjang cerita, penonton diajak melihat persahabatan mereka yang dipenuhi berbagai momen, termasuk saat menghadapi konflik di pulau Nakali. Konflik tersebut tidak terlalu sulit untuk dipahami, sehingga penonton dapat menangkap alur cerita yang disajikan.
Hanya saja, karakter yang ditampilkan dalam Forgotten Island terasa terlalu padat. Selain Raww dan Manananggal, film ini juga menghadirkan karakter lain, seperti Batiba yang tinggal di pohon, sekelompok Duwende, Bungi yang merupakan makhluk Tiyanak atau hantu vampir menyerupai bayi, hingga duyung pria bernama Prince Mermahn. Sebenarnya, sah-sah saja bagi kreator untuk menampilkan berbagai karakter ke dalam cerita. Namun, banyaknya karakter pada film ini justru membuat penonton tak memiliki banyak waktu untuk mengenal dan memahami setiap karakter lebih dalam. Alhasil, mereka hanya menjadi pelengkap bagi petualangan Jo dan Raissa di pulau Nakali.
3. Chemistry H.E.R. dan Liza Soberano hidupkan persahabatan Jo-Raissa
Di balik cerita yang mudah dimengerti dalam film animasi, tentu gak lepas dari peran para pengisi suara. H.E.R. dan Liza Soberano benar-benar berhasil menyampaikan chemistry Jo dan Raissa lewat akting suara mereka di film ini. Dengan pembawaan yang natural dan hangat, keduanya mampu menghidupkan persahabatan Jo dan Raissa, sehingga terasa seperti sahabat yang sudah lama saling mengenal.
Di sisi lain, Dave Franco yang sudah dikenal lewat film Together dan Now You See Me juga tidak kehilangan pesonanya di film ini. Sepanjang film diputarkan, Dave Franco terbilang cocok mengisi suara karakter Raww dengan gaya pembawaannya. Bahkan, aktor Manny Jacinto juga mencuri perhatian lewat suaranya untuk karakter Bungi, serta Jenny Slate dan Kevin McCann sudah cukup baik dalam memerankan karakter Batiba dan Mermahn.
Sebagai tokoh antagonis utama, kehadiran Manananggal secara keseluruhan sudah dirasa cukup untuk memberikan ancaman bagi karakter lainnya dalam Forgotten Island. Walau begitu, karakter Manananggal yang kurang dieksplorasi membuat pengisi suaranya, Lea Salonga, gak begitu banyak memiliki kesempatan untuk menambahkan warna pada karakter tersebut.
4. Forgotten Island sangat layak ditonton langsung di bioskop
Dengan sajian visual dan ceritanya yang menarik, film Forgotten Island sangat layak untuk disaksikan secara langsung di bioskop. Bagi kamu yang sedang mencari tontonan akhir pekan atau di waktu senggang yang ringan dan mudah diikuti, maka Forgotten Island masuk menjadi opsi yang bisa dipertimbangkan.
Terlebih lagi, kamu tidak hanya bisa mengikuti cerita saja, tapi juga dapat mengambil banyak pembelajaran berharga seputar persahabatan dan keluarga dari kisah Jo-Raissa. Inilah yang pada akhirnya membuat film animasi ini tetap menarik untuk disaksikan. Kabar baiknya, Forgotten Island sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 2 Oktober 2026.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















