Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Review Film Na Willa: Bikin Pengen Balik Jadi Anak-Anak Lagi!

Review Film Na Willa: Bikin Pengen Balik Jadi Anak-Anak Lagi!
Poster resmi film Na Willa menampilkan Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy (dok. Visinema Studios/Na Willa)
Intinya Sih
  • Film Na Willa garapan Ryan Adriandhy adaptasi dari novel anak populer karya Reda Gaudiamo, menghadirkan kisah sederhana tentang seorang anak kecil bernama Na Willa di Surabaya dengan latar tahun 1960-an.

  • Visual film menonjol dengan warna menarik, efek animasi imajinatif, serta soundtrack khas era lama yang memperkuat nuansa nostalgia penonton.

  • Diperankan Luisa Adreena, Irma Rihi, dan Junior Liem, film ini jadi tontonan keluarga hangat yang cocok dinikmati saat libur Lebaran 2026 mulai 18 Maret di bioskop.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film Na Willa menjadi karya terbaru dari sutradara Ryan Adriandhy setelah sebelumnya sukses meraih 10,2 juta penonton lewat Jumbo. Kali ini, film yang juga hasil produksi dari Visinema Studios itu mengambil kisah yang diadaptasi dari novel anak populer berjudul Na Willa karya Reda Gaudiamo.

Saya sangat senang mewakili IDN Times mendapatkan kesempatan berharga untuk ikut nonton duluan film Na Willa dalam press screening yang digelar pada Selasa (10/3/2026) lalu. Setelah menontonnya, jiwa anak-anak dalam diri saya hidup kembali. Alhasil, film ini sukses bikin saya pengin balik jadi anak kecil lagi. Yuk, simak review film Na Willa di bawah ini!

Sinopsis Na Willa (2026)

Setelah kemunculannya diumumkan pada November 2025 lalu, film Na Willa termasuk dinantikan oleh para pencinta film di Indonesia. Pasalnya, gak sedikit netizen yang teringat momen masa anak-anak setelah menonton video trailer resmi Na Willa di kanal YouTube Visinema Studios yang sekarang sudah ditonton lebih dari 5,4 juta views.

Nah, kisah Na Willa mengikuti seorang gadis cilik enam tahun yang tinggal di Gang Krembangan, Surabaya, bernama Na Willa. Ia sehari-hari kerap bermain bersama sahabatnya bernama Farida, Dul, dan Bud. Namun, semua berubah saat salah satu sahabatnya mengalami kecelakaan dan satu per satu dari mereka sudah mulai masuk sekolah.

Situasi yang awalnya penuh keceriaan perlahan harus berubah menjadi sepi dan mendorong Willa untuk sekolah seperti teman-teman sebayanya. Ketika masuk sekolah, Willa justru menghadapi dunia baru yang asing di mana penuh dengan batasan dan aturan, sampai perasaannya terabaikan. Walau begitu, lambat laun Na Willa dapat menemukan hal yang membuatnya senang dari sekolah barunya.

Sepanjang film diputarkan, penonton tak sekadar disuguhkan kisah film saja, tapi juga diajak berimajinasi lewat sudut pandang seorang anak kecil yang masih polos. Oleh karena itulah, film ini seperti membangkitkan kembali kenangan indah para penonton saat masih anak-anak dulu.

Na Willa
2026
4.3/5
Directed by Ryan Adriandhy
Producer

Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari

Writer

Ryan Adriandhy

Age Rating

SU

Genre

Drama, Keluarga, Persahabatan

Duration

118 Minutes

Release Date

18-03-2026

Theme

Adaptasi novel, persahabatan, anak-anak, keluarga

Production House

Visinema Pictures, Visinema Studios

Where to Watch

Cinema XXI, Cinepolis, CGV

Cast

Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Arsenio Rafisqy, Azamy Syauqi, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Mbok Tun, Agla Artalidia, Putri Ayudya

Trailer Na Willa (2026)

Cuplikan Film Na Willa (2026)

1. Hadirkan cerita sederhana dan menarik yang mudah diikuti

Untuk mengawali review film kali ini, saya ingin memberikan apresiasi kepada usaha Ryan Adriandhy dan timnya dalam mengemas adaptasi novel Na Willa dalam film ini. Sama seperti film animasi Jumbo, kisah yang dihadirkan Ryan pada film garapannya kali ini tampak sederhana dan mudah diikuti penonton.

Dengan memakai pov sang karakter utama, Na Willa, penonton secara tak langsung kembali menjadi bocah yang senang bermain dengan teman-temannya, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan melihat segala hal yang mungkin tak pernah dilihat oleh orang dewasa. Terlebih lagi, adanya voice over atau VO suara Na Willa juga membuat penonton seperti teman bercerita bagi karakter itu sendiri. Inilah yang membuat cerita dalam film Na Willa terasa menyenangkan.

Saya tak memungkiri kalau film ini memang memiliki konflik, tapi unsur konflik yang disuguhkan dalam cerita tidak begitu besar atau berlebihan. Melalui gaya penceritaan slice of life, ceritanya mengalir begitu saja dengan ritme yang terbilang cukup lambat. Bagi sebagian orang, film berdurasi 118 menit ini bisa terasa panjang dan membosankan. Namun, untuk orang-orang yang merasa seperti bernostalgia dengan masa kecil dulu mungkin akan menikmati ceritanya.

2. Visual penuh warna yang indah dan 'nyekruz' banget

Visual yang tersaji dalam film Na Willa tak kalah memikat perhatian selama cerita berjalan. Setting Surabaya pada tahun 1960-an berhasil ditampilkan dengan indah ke dalam film, sehingga dirasa sudah cukup menghidupkan suasana ceritanya. Apalagi, ditambah dengan sentuhan warna-warni menarik yang terasa 'nyekruz' alias segar di mata penonton.

Teknik pengambilan gambar yang sering mengambil pov Na Willa terbilang sudah pas untuk menunjukkan apa yang dilihat sang tokoh utama. Selain itu, efek animasi yang dihadirkan pun sukses membawa penonton ikut berimajinasi dan masuk ke dunia Na Willa. Belum lagi, ada pula sentuhan tambahan berupa gambar ilustrasi yang gak kalah eye-catching dari film ini.

Keindahan aspek visual tersebut didukung dengan pemilihan soundtrack yang tepat seperti lagu "Oh Hesty" dari Lilis Suryani sampai beberapa lagu dari NonaRia. Gak ketinggalan, hadir pula lagu khusus film Na Willa ciptaan Laleilmanino berjudul "Sikilku Iso Muni" yang semakin memberikan warna dalam film.

Walau secara visual sudah sangat oke, sayangnya film Na Willa masih terasa kurang karena minimnya dialek Surabaya. Sepanjang film diputarkan, saya lebih sering mendengar para karakter berbicara dalam bahasa Indonesia baku daripada bahasa Jawa itu sendiri. Kekurangan ini sebenarnya masih bisa dimaklumi penonton, apalagi penggunaan bahasa baku juga dapat menjadi poin plus yang menarik dari film ini.

3. Luisa Adreena mampu berperan sebagai Na Willa, kehadiran Irma Rihi-Junior Liem menambah kedalaman cerita

Salah satu bagian yang sangat penting dalam sebuah cerita film tentu ada pada kemampuan akting para pemainnya. Saya memang belum membaca novel yang menjadi dasar cerita film ini, tapi menurut saya, Luisa Adreena sudah sangat baik membawakan perannya sebagai Na Willa. Chemistry-nya dengan karakter Mak juga terasa hangat seperti ibu dan anak sungguhan.

Selain menghadirkan sudut pandang Na Willa, kisah dalam film ini juga mengambil pov dari karakter Mak dan Pak yang memperkaya ceritanya. Irma Rihi sebagai Mak dan Junior Liem yang berperan menjadi Pak sudah sangat baik dalam memainkan peran mereka sebagai figur orangtua yang benar-benar menyayangi putrinya.

4. Film Na Willa bisa jadi pilihan tontonan di bioskop saat masa libur Lebaran 2026

Kalau melihat jadwal bioskop bulan Maret 2026, momentum Lebaran kali ini banyak diisi film-film Indonesia terbaru yang gak kalah menarik. Apabila kamu berencana membawa anak atau keluarga untuk nonton film bioskop di Lebaran 2026 nanti, maka Na Willa dapat menjadi pilihan tontonan yang tepat.

Pada akhirnya, Na Willa sebenarnya bukanlah film untuk anak-anak saja, tapi merupakan film keluarga yang dapat dinikmati semua orang. Terlebih lagi, film ini menyajikan banyak nilai berharga tanpa menjadi 'guru' untuk penonton. Na Willa tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026. So, tertarik nonton film ini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More