Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Review Film Toy Story 5: Hadirkan Kisah yang Relevan dan Bikin Haru

Review Film Toy Story 5: Hadirkan Kisah yang Relevan dan Bikin Haru
Cuplikan film Toy Story 5 menampilkan Jessie dan Bullseye berhadapan dengan Lilypad di kamar Bonnie (dok. Pixar Animation Studios/Toy Story 5)
Intinya Sih
  • Toy Story 5 hadir dengan tema relevan tentang anak-anak dan teknologi, menyoroti perubahan perilaku bermain akibat gadget tanpa menghakimi kemajuan digital.

  • Jessie menjadi tokoh utama yang memperdalam emosi cerita, menghadirkan konflik antara mainan klasik dan teknologi modern dengan bumbu-bumbu pengalaman kisah masa lalunya.

  • Visual film memukau selama 102 menit, menampilkan detail karakter baru dan latar realistis yang membuat penonton seolah ikut masuk ke dunia para mainan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rasanya mungkin gak berlebihan kalau menyebut Toy Story telah menjadi franchise film animasi terbesar di planet ini. Waralaba animasi produksi Pixar itu telah memasuki film kelima di tahun 2026 ini dengan hadirnya Toy Story 5. Kalau dihitung, butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi fans sejati untuk menyaksikan film kelima setelah perilisan Toy Story 4 pada 2019 silam.

Toy Story 5 membawa cerita terbaru tentang mainan klasik yang menghadapi teknologi dengan tetap menghadirkan para karakter ikonik seperti Sheriff Woody, Buzz Lightyear, hingga Jessie ke dalam ceritanya. Memiliki kisah yang baru, apakah Toy Story 5 mampu mengimbangi atau bahkan melampaui kualitas cerita film-film sebelumnya?

Keep scrolling buat terus membaca review film Toy Story 5 dari IDN Times di bawah ini!

Table of Content

Sinopsis Toy Story 5 (2026)

Sinopsis Toy Story 5 (2026)

Toy Story 5 membawa tema baru dalam ceritanya, yaitu mainan versus kecanggihan teknologi. Secara premis, cerita Toy Story 5 mengisahkan seorang anak perempuan bernama Bonnie yang tidak bisa berteman dengan teman seumurannya di lingkungan sekitar. Usut punya usut, anak-anak di sekitarnya sudah tidak ada lagi yang bermain dengan mainan klasik seperti Bonnie, dan banyak juga yang telah terpaku pada layar gadget mereka.

Singkat cerita, kedua orangtua Bonnie memutuskan untuk membelikannya tablet canggih berbingkai katak hijau bernama Lilypad. Bonnie pun dengan cepat merasa kecanduan bermain tablet, hingga dapat memiliki teman. Namun, kehadiran Lilypad justru mengancam posisi para mainan yang telah lama menemani Bonnie. Setelah percakapannya dengan Jessie, Sheriff Woody bersama Buzz Lightyear membantu para mainan menangani kehadiran Lilypad.

Toy Story 5
2026
4/5
Directed by Andrew Stanton
Producer

Lindsey Collins

Writer

Andrew Stanton, Kenna Harris

Age Rating

SU (Semua Umur)

Genre

Animasi, Keluarga, Komedi, Petualangan

Duration

102 Minutes

Release Date

17-06-2026

Theme

Animasi, mainan, teknologi, petualangan seru, persahabatan

Production House

Pixar

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinepolis

Cast

Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack, Greta Lee, Conan O'Brien

Trailer Toy Story 5 (2026)

Cuplikan Toy Story 5 (2026)

1. Hadirkan cerita yang relevan dengan generasi anak masa kini

Toy Story 5 tampaknya memiliki gaya tersendiri dalam menyuguhkan cerita kepada penonton. Dari segi plot, kisah yang dikemas di dalamnya terbilang relevan dengan generasi anak-anak masa kini. Seperti diketahui, anak-anak sekarang, terutama di kota-kota besar, cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan gadget daripada bersama mainan klasik mereka sendiri.

Premis yang diangkat pada film ini pun dieksekusi secara baik dengan memperlihatkan bagaimana pola perilaku anak ketika terpaku pada gadget yang kemudian menyebabkan pergeseran dalam pergaulan mereka. Meski begitu, film ini tidak serta-merta menghakimi kehadiran teknologi untuk anak-anak. Sebaliknya, Toy Story 5 merangkul kisah tentang persahabatan dan teknologi ke dalam ceritanya.

Alhasil, kehadiran Toy Story 5 sebenarnya bukan sekadar menjadi film untuk mengobati kerinduan para fans saja. Poin plusnya, kisah yang ada di dalamnya justru menjadikan Toy Story 5 sebagai film keluarga yang dapat disaksikan lintas generasi.

2. Keputusan menjadikan Jessie sebagai tokoh utama turut memperdalam cerita

Selain ceritanya yang baru, Toy Story 5 juga berani membuat keputusan soal karakter utama. Alih-alih memilih Woody maupun Buzz, justru Jessie-lah yang terpilih menjadi tokoh utama pada cerita kali ini. Bagi saya, keputusan menjadikan Jessie sebagai tokoh sentral dalam Toy Story 5 terbilang tepat.

Terlebih lagi, background kisah pahit Jessie dengan Emily sebelumnya yang ada pada Toy Story 2 jelas menambah kedalaman cerita saat posisi mainan mulai terancam ditinggalkan karena kecanggihan teknologi yang memukau anak-anak. Inilah yang membuat kisah dalam Toy Story 5 gak hanya terasa menghibur, tapi juga dihiasi momen haru yang bikin emosi penonton naik-turun.

Walaupun Jessie menjadi tokoh utama, cerita Toy Story 5 tak melulu sepenuhnya menampilkan tentang koboi perempuan itu saja. Menariknya, hadir pula subplot lain tentang Buzz Lightyear versi upgrade yang sebenarnya bisa dibuat menjadi satu serial atau film pendek tersendiri, sampai pergaulan Bonnie dengan teman-temannya. Ketika subplot tersebut dijahit menjadi satu di dalam cerita, rasanya tidak tumpang tindih dan masih dapat dinikmati oleh penonton.

3. Visual memukau yang bikin penonton masuk ke dunia para mainan

Kualitas visual Toy Story 5 memang gak perlu diragukan lagi. Selama 102 menit, film ini mampu memanjakan penonton dengan visual yang mengesankan dan membuat siapa pun yang menontonnya seperti ikut berimajinasi dan masuk ke dunianya para mainan. Faktor inilah yang membuat penonton merasa betah dan gak boring ketika menyaksikan cerita sepanjang film diputarkan.

Dari semua visual yang tersaji, salah satu di antaranya yang paling menarik perhatian penonton adalah perubahan fisik Woody. Jauh sebelum film Toy Story 5 dirilis, fans sudah lebih dulu dikejutkan dengan perubahan Woody yang mengalami kebotakan dan punya perut buncit. Selain itu, visual para karakter baru seperti tablet Lilypad, Smarty Pants, Snappy, hingga Atlas juga ditampilkan dengan sangat oke yang membuat kehadirannya turut memperkaya film.

Bahkan, visual ciamik dari Toy Story 5 gak hanya terlihat dari karakter-karakternya saja karena latar tempat yang menjadi lokasi petualangan bagi para mainan dalam film ini juga terlihat realistis, sehingga sangat mendukung cerita.

4. Toy Story 5 layak untuk ditonton langsung di bioskop

Kesimpulannya, saya dapat dengan mudah mengatakan kalau Toy Story 5 sangat layak ditonton secara langsung di bioskop. Pasalnya, film ini tidak hanya memiliki visual memikat mata, tapi turut memiliki cerita gak kalah menarik yang dapat menjangkau para fans yang sudah mengikuti waralabanya sedari awal maupun penonton-penonton baru. Terlebih lagi, Toy Story 5 menggali lebih dalam tentang Bonnie yang ternyata gak sekadar menjadi pengganti Andy bagi para mainan.

Kalau mau ditelaah lebih jauh, Toy Story 5 juga sebenarnya membawa refleksi dan pesan berharga untuk para orangtua agar lebih bijak lagi saat memberikan gadget kepada anak. Pesan tersebut ditampilkan secara smooth tanpa terkesan menggurui penonton lewat kisah hubungan pertemanan yang dihadapi Bonnie sampai berujung bullying karena ia tampak berbeda dari anak-anak seusianya di luaran sana.

Toy Story 5 tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 17 Juni 2026. Jangan sampai lewatkan kesempatan nonton langsung di bioskop kalau kamu sudah sangat penasaran dengan ceritanya, ya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More