Adu Domain Expansion jadi salah satu momen memorable yang jadi puncak musim ketiga. (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)
Shōta Goshozono kembali menjadi sutradara untuk musim ketiga. Ia berhasil menyajikan perubahan tema dari musim kedua. Dari sebuah insiden yang mencekam dan emosional, ia mengubahnya menjadi sebuah turnamen pertarungan yang intens pada musim ketiga. Ia mengubah tema cerita melalui gaya visual, tata suara, dan penyesuaian laju cerita agar penonton tetap merasa terhibur. MAPPA sudah tahu kekuatan utama The Culling Game Arc ialah adegan pertarungan sehingga ia menonjolkan aspek tersebut.
Karena termasuk story arc panjang, The Culling Game Arc tidak selesai dalam satu musim. Keputusan untuk mengakhiri musim ketiga dengan pertarungan paling epik dalam Culling Game, yakni Yuta melawan dua Ryu dan Takako Uro, sangat tepat. Tentu saja, MAPPA menambahkan berbagai adegan aksi untuk memperpanjang dan membuat pertarungan lebih heboh. Alhasil, meski berhenti di tengah jalan, akhir musim ketiga masih terasa seperti sebuah puncak yang memuasakan setelah dibangun selama 12 episode.
Jujutsu Kaisen Season 3 seperti sebuah transformasi cerita dengan balutan visual yang memanjakan mata. Berdasarkan penilaian pribadi penulis, Jujutsu Kaisen Season 3 mendapatkan skor 4,5/5. MAPPA berhasil menonjolkan kekuatan utama dari cerita The Culling Game Arc dengan hanya beberapa kelemahan, seperti soundtrack dan laju cerita yang kadang melompat-lompat. Namun, Jujutsu Kaisen Season 3 kemungkinan masih menjadi kandidat kuat untuk Anime of the Year tahun ini.