- Genre: coming of age, komedi
- Pemain: Ryo Yoneda, Masaki Motai
6 Film Jepang Terapeutik Karya Naoko Ogigami buat Healing

- Naoko Ogigami dikenal sebagai sutradara Jepang yang konsisten mengangkat tema found family dan kisah sederhana penuh makna untuk menenangkan hati penonton.
- Enam filmnya seperti Kamome Diner, Close-Knit, hingga Rent-a-Cat menampilkan karakter unik yang menemukan kedamaian melalui hubungan tak terduga dan kehidupan sehari-hari.
- Karya Ogigami memadukan drama, komedi, serta isu sosial seperti LGBTQ+ dengan sentuhan hangat dan gaya penceritaan terapeutik khas Jepang.
Sedang mencari film terapeutik untuk menenangkan hatimu yang gundah? Kebetulan, ini bisa jadi momen yang tepat untuk kenalan dengan Naoko Ogigami. Sutradara perempuan Jepang ini setia mengusung cerita-cerita bertema found family.
Tak hanya soal koneksi dari orang tak terduga, pertemuan itu juga bisa menjadi motivasi, bahkan jalan menuju kedamaian jiwa raga yang sesungguhnya. Tak perlu basa-basi lagi, ini enam film Jepang terbaik karya Naoko Ogigami yang bisa jadi teman nyantaimu.
1. Yoshino’s Barber Shop (2004)

Di sebuah kota kecil di Jepang, semua murid laki-laki diwajibkan mencukur rambut mereka dengan gaya yang sama. Nama gaya itu “Yoshino-gari”.
Tak ada yang berani membantah atau melawan sampai seorang murid baru asal Tokyo datang dengan gaya rambut nyentriknya. Kocak, sederhana, tetapi sebenarnya sedang menyindir masyarakat Jepang secara umum.
2. Kamome Diner (2006)

Kamome Diner adalah salah satu film Naoko Ogigami yang berhasil membuatnya dikenal oleh audiens global. Lakon film ini adalah Sachie, diaspora Jepang di Helsinki yang mencoba peruntungan dengan membuka kedai masakan Jepang. Selama berhari-hari, restorannya sepi pengunjung. Sampai satu waktu, satu orang datang, disusul beberapa orang lainnya. Cocok buat penggemar film slice of life dan found family.
- Genre: drama, komedi, slice of life
- Pemain: Satomi Kobayashi, Hairi Katagiri
3. Close-Knit (2017)

Kalau suka genre found family, kamu wajib nonton Close-Knit karya Naoko Ogigami. Film berkutat pada pertemanan hangat seorang bocah perempuan dengan pamannya setelah ditelantarkan oleh ibu kandungnya.
Menariknya, sang paman ternyata punya kekasih transgender yang tinggal serumah dengannya, jadi mau tak mau bakal ikut merawat si bocah. Gak heran kalau Close-Knit sering dilabeli progresif. Ini berkat keberanian Ogigami menyenggol isu LGBTQ+ yang masih tabu di Jepang.
- Genre: drama keluarga
- Pemain: Toma Ikuta, Kenta Kiritani
4. Riverside Mukolitta (2021)

Seorang mantan napi dapat pekerjaan di sebuah pabrik pengolahan ikan. Profesi ini mengharuskannya pindah ke sebuah apartemen tua di pedesaan Jepang yang ternyata mempertemukannya dengan beberapa orang nyentrik. Seorang tetangga yang suka numpang makan dan mandi, pengurus jenazah yang tak pernah lelah menawarkan jasanya ke orang-orang, sampai janda independen.
- Genre: drama, coming of age
- Pemain: Kenichi Matsuyama, Tsuyoshi Muro
5. Glasses (2007)

Bagaimana jadinya kalau rencana slow-living kamu ternyata tak berjalan sesuai dugaan? Ini jadi tema besar film Glasses karya Ogigami. Konflik bermula dari seorang perempuan karier yang memutuskan untuk berehat sejenak dari pekerjaannya yang menguras emosi dan tenaga ke sebuah pulau terpencil di Jepang. Tak pernah ia sangka, pulau itu ternyata dihuni penduduk nyentrik yang semuanya berkacamata.
- Genre: drama, komedi
- Pemain: Satomi Kobayashi, Mikako Ichikawa
6. Rent-a-Cat (2012)

Butuh ide bisnis? Mungkin bisnis persewaan kucing bisa jadi jawabannya. Tentu dengan etika dan batasan yang jelas. Seperti yang dilakukan Sayoko, perempuan yang menemukan kalau kucing ternyata bisa jadi terapis buat orang-orang kesepian. Bersamanya, kita akan diajak melihat keampuhan kucing-kucing pilihan Sayoko dalam “menyelesaikan” masalah klien-kliennya.
- Genre: drama, slice of life
- Pemain: Mikako Ichikawa, Reiko Kusamura
Naoko Ogigami bisa jadi sutradara yang kamu cari saat butuh film terapeutik. Karya-karyanya gak muluk, sederhana, tetapi punya relevansi tinggi dengan masalah sehari-hari. Coba ngaku, sudah pernah nonton film-filmnya belum?






















