Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Review The Undertaker 2, Renungan Kematian yang Dibalut Komedi
The Undertaker 2: Afterlife (dok. Taibaan Studio/The Undertaker 2: Afterlife)
  • The Undertaker 2: Afterlife mengangkat tema kematian dan kehilangan dengan pendekatan emosional, menyoroti batas tipis antara hidup dan mati melalui kisah Nenek Joy dan Thup.
  • Film ini memadukan horor, komedi khas Thailand, serta drama keluarga yang hangat, sambil menampilkan budaya lokal dan tradisi masyarakat Thailand Timur Laut secara autentik.
  • Meskipun berdurasi panjang dan memiliki alur ganda yang tidak seimbang, film ini tetap menawarkan pengalaman sinematik yang menyentuh, lucu, serta visual budaya pedesaan Thailand yang memukau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sinema Thailand kembali menghadirkan sesuatu yang berbeda lewat The Undertaker 2: Afterlife (2026). Setelah kesuksesan film pertamanya yang menjadi fenomena box office di Negeri Siam, sekuel ini kembali mengajak penonton menyelami tema kematian, kehilangan, dan kehidupan setelah kematian dengan pendekatan yang sangat unik.

Tak cuma mengandalkan penampakan hantu atau jumpscare, The Undertaker 2: Afterlife sukses memadukan elemen horor, komedi khas Thailand, drama keluarga, hingga sentuhan fantasi spiritual yang terasa lekat dengan kehidupan sehari-hari. Hasilnya? Sebuah tontonan yang menghibur sekaligus menyentuh secara emosional. Berikut ulasannya!

Sinopsis The Undertaker 2: Afterlife (2026)

The Undertaker 2: Afterlife mengisahkan kehidupan sebuah desa yang perlahan kembali normal setelah berbagai tragedi yang terjadi pada film pertamanya. Namun ketenangan tersebut mendadak berubah ketika Nenek Joy, yang sebelumnya meninggal akibat tersambar petir, tiba-tiba hidup kembali secara misterius. Peristiwa yang seharusnya dianggap sebagai keajaiban justru memicu kepanikan di seluruh desa.

Kembalinya Nenek Joy diikuti berbagai kejadian aneh yang membuat warga mulai mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi setelah kematian. Apakah Nenek Joy benar-benar kembali hidup, atau ada sesuatu yang ikut pulang dari dunia yang seharusnya tidak dapat disentuh manusia?

Di sisi lain, seorang pria bernama Thup masih bergulat dengan rasa kehilangan mendalam setelah kehilangan istri dan anaknya. Kerinduannya untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang dicintainya perlahan membawanya ke jalan yang berbahaya. Ketika batas antara dunia orang hidup dan mati mulai kabur, seluruh desa harus menghadapi konsekuensinya.

The Undertaker 2: Afterlife
2026
3.5/5
Directed by Thiti Srinual
ProducerSachuch Boonkosum, Suphanat Namwong, Awirut Akabut
WriterThiti Srinual
Age RatingR13
GenreHorror, comedy
Duration128 Minutes
Release Date17 Juni
ThemeTragicomedy, dark comedy, supernatural horror
Production HouseTaibaan Studio
Where to WatchBioskop
CastEisaya Hosuwan, Dongdeng Nattawut Sanyabut, Tata Chatchai Chinnasri, Phuwasit Ananbhornsiri, Phuwanet Seechomphu, Boonta Kutyapila, Thanwaporn Nasombat

Trailer The Undertaker 2: Afterlife (2026)

1. Sajikan perenungan tentang kehilangan, dan kehidupan setelah mati

Salah satu hal paling menarik dari The Undertaker 2: Afterlife adalah caranya membangun kengerian. Film ini tidak terlalu bergantung pada jumpscare atau kemunculan hantu yang mengagetkan. Sebaliknya, ketegangan muncul dari rasa kehilangan yang sangat manusiawi.

Film ini mempertanyakan satu hal sederhana tetapi mengerikan, bagaimana jika kita benar-benar diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan orang yang telah meninggal? Pertanyaan tersebut menjadi fondasi utama cerita. Ketika batas antara hidup dan mati mulai kabur, teror yang muncul terasa jauh lebih mengganggu dibandingkan sekadar penampakan makhluk gaib.

Melalui karakter Nenek Joy dan Thup, film ini memperlihatkan bagaimana kerinduan terhadap orang yang telah tiada dapat berubah menjadi obsesi yang berbahaya. Unsur spiritual lokal dari Thailand pun membuat premis tersebut terasa semakin kuat dan autentik.

2. Padukan komedi, budaya lokal, dan drama keluarga yang heartwarming

Meski mengangkat tema yang cukup berat, yakni kematian, The Undertaker 2: Afterlife tetap mempertahankan komedi khas Thailand yang menjadi daya tarik utama waralaba ini. Karakter-karakter eksentrik, ekspresi lebay, humor deadpan, hingga situasi absurd muncul di sepanjang film tanpa merusak nuansa emosional cerita. Justru perpaduan inilah yang membuat film terasa hidup.

Film ini juga menjadi jendela budaya yang menarik bagi penonton internasional. Berbagai tradisi masyarakat Thailand Timur Laut dalam menghadapi kematian dan berkabung ditampilkan secara natural sepanjang cerita.

Selain itu, hubungan keluarga dan persahabatan menjadi elemen yang sangat kuat. Di balik seluruh misteri supranatural yang ditampilkan, film ini sebenarnya berbicara tentang bagaimana manusia belajar menerima kehilangan dan move on.

Akting para pemain terasa sangat alami, bahkan beberapa dialog tampak seperti hasil improvisasi yang membuat suasana desa terasa nyata. Kesederhanaan inilah yang menjadi pesona utama filmnya.

3. Apakah The Undertaker 2: Afterlife recommended untuk ditonton?

Direkomendasikan, terutama bagimu yang menyukai horor emosional dengan sentuhan budaya lokal yang kuat. Film ini memang memiliki beberapa kelemahan. Durasinya yang mencapai dua jam membuat beberapa bagian terasa bertele-tele. Alur cerita ganda yang berfokus pada Nenek Joy dan Thup juga terkadang terasa tidak seimbang, terutama di paruh pertama film.

Beberapa konflik sebenarnya bisa digali lebih dalam, terutama terkait trauma, rasa bersalah, dan kondisi psikologis para karakternya. Penyelesaian cerita juga terlalu cepat dibandingkan pembangunan konfliknya. Meski begitu, kekurangan tersebut tidak menghilangkan kekuatan utama film ini.

The Undertaker 2: Afterlife tetap berhasil menghadirkan pengalaman yang hangat, lucu, sekaligus menyentuh. Ditambah lagi, sinematografinya tampil memukau dengan visual yang memperlihatkan keindahan budaya dan pedesaan Thailand. Film ini membuktikan bahwa kisah tentang kematian tidak selalu harus menakutkan.

Bagi yang mencari horor penuh jumpscare, film ini mungkin bukan pilihan terbaik. Namun bagimu yang menyukai kisah tentang kehilangan, keluarga, kehidupan setelah kematian, serta horor atmosferik, The Undertaker 2: Afterlife adalah tontonan yang tepat.

Editorial Team

Related Article