Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Strategi Jenius Revolusi 8 Negara di One Piece, Bikin Gempar!
Monkey D. Dragon (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Monkey D. Dragon memanfaatkan kekurangan personel militer pasca-Marineford dan pengalihan keamanan saat Reverie, ketika para raja serta pasukan penjaga meninggalkan negara masing-masing.

  • Revolutionary Army disebut menanam ideologi kebebasan selama time skip di wilayah terdampak pajak tinggi, lalu memakai deklarasi perang Sabo sebagai sinyal pemberontakan serentak.

  • Revolusi delapan negara memutus sumber pajak dan logistik World Nobles, sementara Sabo mengalihkan perhatian Admiral hingga propaganda pemerintah justru membentuk citra Flame Emperor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat kamu sibuk menyoroti pertarungan Luffy di Wano, pergerakan masif justru terjadi di belahan dunia One Piece lainnya. Monkey D. Dragon diam-diam mengeksekusi rencana besarnya lewat Revolusi 8 Negara yang sukses mengguncang tatanan dunia rancangan Oda Sensei. Strategi ini berjalan sangat rapi dengan memanfaatkan celah kelengahan musuh secara maksimal.

Keberhasilan kudeta serentak ini membuktikan kapasitas Dragon sebagai ahli taktik yang sangat berbahaya bagi World Government. Rencana jangka panjangnya sanggup melumpuhkan titik vital angkatan laut tanpa perlu mengerahkan armada tempur berskala besar. Penasaran bagaimana strategi brilian ini bekerja? Mari langsung bongkar daftarnya di bawah ini.

1. Memanfaatkan kelemahan militer setelah perang Marineford

New Marineford (dok. Toei Animation/One Piece)

Monkey D. Dragon secara cermat mengamati dampak besar pasca perang Marineford yang menelan banyak korban jiwa di pihak angkatan laut. Kekurangan personel ini memaksa World Government melakukan wajib militer dengan menarik prajurit pelindung dari berbagai negara sekutu. Kondisi tersebut praktis membuat banyak kerajaan kehilangan pasukan pertahanan utamanya, sehingga sangat rentan terhadap ancaman revolusi dari dalam.

2. Menjadikan momen Reverie sebagai celah utama

Pasukan Revolusi di Reverie (dok. Toei Animation/One Piece)

Kamu mungkin menyadari bahwa pertemuan Reverie di Mary Geoise menjadi titik lengah paling fatal bagi World Government. Seluruh fokus keamanan angkatan laut dialihkan demi menjaga keselamatan para raja yang hadir. Monkey D. Dragon memanfaatkan absennya para penguasa dari negara masing-masing serta menipisnya pasukan penjaga di lapangan sebagai momen paling aman untuk meluncurkan kudeta.

3. Menanamkan ideologi pemberontakan secara perlahan

Pasukan Revolusi (dok. Toei Animation/One Piece)

Sebuah revolusi tentu tidak mungkin meledak hanya dalam semalam. Selama masa time skip dua tahun, pasukan Revolutionary Army diam-diam menyusup ke wilayah yang paling menderita akibat pajak tinggi. Mereka tidak menyerang pemerintah setempat secara langsung, melainkan menanamkan ideologi kebebasan dan mendorong rakyat untuk bangkit merebut kemerdekaan negaranya menggunakan kekuatan sendiri.

4. Menjadikan deklarasi perang Sabo sebagai sinyal

berita Sabo membunuh Cobra (dok. Shueisha/One Piece)

Menyatukan pergerakan delapan negara secara bersamaan, menjadi tantangan logistik yang sangat besar. Monkey D. Dragon secara cerdas mengatasi hal ini dengan memanfaatkan jaringan berita World Economic Journal milik Morgans. Aksi Sabo yang menghancurkan simbol World Nobles di tanah suci langsung disiarkan ke seluruh dunia sebagai sinyal utama bagi delapan negara tersebut untuk memulai pemberontakan.

5. Memutus rantai pasokan logistik World Nobles

suplai makanan berkurang di Mary Geoise (dok. Shueisha/One Piece)

Keberhasilan delapan negara merebut kemerdekaan berdampak sangat mematikan pada kondisi finansial musuh. World Government langsung kehilangan delapan sumber utama pajak yang selama ini menyokong kemewahan mereka. Rencana ini disempurnakan lewat aksi pasukan Monkey D. Dragon yang rutin menghancurkan lumbung makanan dan membajak kapal kargo agar pasokan logistik World Nobles benar-benar terputus total.

6. Menahan pergerakan Admiral Fujitora dan Ryokugyu

Morley melawan Admiral Ryokugyu (dok. Toei Animation/One Piece)

Pasukan elit seperti Admiral seharusnya bisa memadamkan pemberontakan delapan negara dengan sangat mudah. Monkey D. Dragon mengantisipasi ancaman ini dengan mengirim Sabo dan agen terbaiknya langsung ke sarang musuh untuk memancing perhatian Fujitora dan Ryokugyu. Arena pertarungan di tanah suci memaksa kedua Admiral ini menahan kekuatan penuhnya agar tidak menghancurkan rumah para penguasa dunia.

7. Melahirkan Sabo sebagai Flame Emperor

Sabo menjadi simbol revolusi (dok. Toei Animation/One Piece)

Strategi brilian ini membuahkan hasil tak terduga berupa lahirnya simbol perlawanan baru di mata dunia. Berita propaganda World Government yang menuduh Sabo membunuh raja Cobra justru berbalik menjadi senjata makan tuan. Tuduhan tersebut malah membuat rakyat di berbagai belahan benua memuja Sabo layaknya juru selamat dengan sebutan Flame Emperor yang kiprahnya kini sangat ditakuti.

Rangkaian strategi jenius di balik Revolusi 8 Negara ini menegaskan betapa berbahayanya taktik Monkey D. Dragon bagi eksistensi World Government di dunia One Piece. Oda Sensei berhasil meracik alur kudeta yang rapi, membuat intrik politik Revolutionary Army terasa sama menegangkannya dengan bentrokan fisik di medan laga. Apakah ini bukti kalau Dragon mulai serius menghancurkan World Government?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article