Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Angga Yunanda Punya Banyak Scene Berat di Film Para Perasuk, Apa Saja?

Angga Yunanda Punya Banyak Scene Berat di Film Para Perasuk, Apa Saja?
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Angga Yunanda menghadapi tantangan fisik berat di film Para Perasuk, termasuk berlari mengelilingi pohon dengan pengambilan gambar 360 derajat hingga harus dibantu tabung oksigen karena kelelahan.
  • Adegan menjadi manusia silver disebut Angga paling sulit secara teknis karena proses makeup rumit dan efek glitter yang sulit dihapus bahkan setelah beberapa hari syuting.
  • Adegan bersama Maudy Ayunda di kandang ayam juga menantang karena dilakukan di lokasi asli yang tidak nyaman, namun keduanya saling mendukung agar tetap profesional dan menikmati prosesnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Angga Yunanda kembali menunjukkan totalitasnya sebagai seorang aktor lewat film Para Perasuk yang dijadwalkan tayang perdana di bioskop pada 23 April 2026. Berperan sebagai calon Perasuk, suami Shenina Cinnamon tersebut terlihat menjalani berbagai adegan berat yang bisa dibilang cukup jarang ia lakukan di film-film sebelumnya, seperti digantung terbalik, melata, hingga bermain slompret.

Dalam sesi press conference di XXI Epicentrum, Selasa (14/5/2026), Angga mengungkap, ia harus menghadapi berbagai tantangan fisik, teknis, hingga kondisi syuting yang tidak biasa selama proses produksi. Nah, dari sekian banyak adegan ikoniknya di film ini, kira-kira adegan mana yang terasa berat bagi Angga?

1. Ungkap scene terberat di film Para Perasuk, Angga sebut harus lari hingga akhirnya di bantu tabung oksigen

press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026)
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Kepada awak media, Angga menyebut, salah satu adegan yang paling sulit baginya adalah saat ia harus berlari mengelilingi pohon ketika mencari roh binatang antara kuda, macan, dan lintah. Meski terlihat sederhana di layar, ia menjelaskan, proses syuting adegan tersebut justru sangat menguras tenaga karena jarak yang ditempuh cukup jauh, bahkan setara sekitar dua kali lapangan padel.

“Yang paling sulit sebenarnya justru kelihatan simple di layar. Ada yang pas aku nyari roh kuda, macan, sama lintah. Itu lari, aku kelilingin pohon. Sebenarnya kalau aslinya lumayan kayak dua kali lapangan padel,” ungkap Angga Yunanda.

Ia melanjutkan, adegan tersebut juga memiliki tantangan teknis dengan pengambilan gambar 360 derajat serta long shot yang membuatnya harus terus bergerak mengikuti blocking kamera. Kondisi tersebut menjadi semakin berat karena kontur tanah yang tidak rata. Saat beradegan melata dan merayap, ia pun mendadak susah napas dan harus dibantu tabung oksigen karena debu-debu yang berterbangan dan masuk ke hidungnya.

“Teknis kameranya ada yang satu di tengah, jadi muter 360 derajat. Terus yang satunya dari jauh long shot terus aku harus muter-muter juga dan yang paling sulit itu karena kontur tanah, terus karena pas melata dan merayap otomatis kan debunya naik ke atas. Jadi semuanya tuh masuk ke hidung aku sampai pakai oksigen,” lanjutnya.

2. Jadi manusia silver ternyata termasuk salah satu adegan terberat Angga Yunanda di film Para Perasuk

press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026)
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Saat ditanya oleh salah satu reporter tentang adegan mana yang paling sulit antara digantung terbalik atau menjadi manusia silver, Angga dengan tegas menjawab bahwa peran sebagai manusia silver lebih berat secara teknis. Ia menjelaskan, prosesnya cukup rumit karena harus dikerjakan dua kali, termasuk uji coba makeup terlebih dahulu.

“Lebih berat jadi manusia silver teknisnya lebih rumit. Terus yang bikin susah karena ngerjainnya dua kali,” kata Angga Yunanda.

Angga melanjutkan, bahkan makeup untuk menjadi manusia silver tersebut sulit dihilangkan hingga beberapa hari setelah syuting.

Makeup-nya tuh di awal pakai shimmer, jadi glitter-nya itu kayak tiga hari masih dengan glitter-nya. Jadi gak keangkat. Kayak gak bisa hilang hilang gitu,” lanjut Angga sambil tertawa.

Sebelumnya, potongan adegan Angga sebagai manusia silver tersebut sempat dibagikan oleh tim produksi dan langsung membuat heboh netizen karena transformasinya dinilai sangat totalitas.

3. Angga dan Maudy Ayunda sepakat adegan di kandang ayam juga berat dijalani

press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026)
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Selain itu, adegan intens bersama Maudy Ayunda di kandang ayam ternyata juga menjadi salah satu scene terberat bagi Angga Yunanda.

“Yang berat juga yang sama Laksmi pas di kandang ayam,” ungkap Angga.

Maudy Ayunda sebagai pemeran Laksmi pun langsung sepakat dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, adegan di kandang ayam menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan di kandang ayam asli. Meski kondisi lokasinya kurang nyaman, Maudy menyebut bahwa ia dan Angga justru saling membantu dan menguatkan selama proses syuting, sehingga pengalaman tersebut tetap terasa seru dan menyenangkan.

“Kandang ayam itu challenge karena itu kandang ayam beneran. Secara sensorial, memang tidak sepenuhnya nyaman, tapi justru kami saling menguatkan dan itu yang bikin seru,” ujarnya.

Maudy menambahkan, adegan lain yang tak kalah sulit adalah saat ia harus syuting di tengah hujan karena menuntut ketepatan teknis sekaligus emosi yang tinggi dalam waktu yang terbatas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More