Para Artis Soroti Kenaikan Harga Pertamax, Ferry Irwandi sampai Ernest

- Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026, masing-masing menjadi Rp16.250 dan Rp17.000 per liter.
- Sejumlah artis seperti Ferry Irwandi, Rizky Alatas, Melanie Subono, Ernest Prakasa, Edy Khemod, Awan .Feast, dan Kemal Palevi menyoroti kebijakan kenaikan harga BBM ini di media sosial.
- Kritik para artis beragam, mulai dari sorotan soal kondisi fiskal negara, komunikasi publik pemerintah yang buruk, hingga dampaknya terhadap beban ekonomi masyarakat kelas menengah.
PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green, mulai 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut pun membuat harga Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp3.950 atau yang dari awalnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan harga Pertamax ini pun langsung menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah artis pun turut menyoroti kebijakan tersebut. Lalu, apa kata mereka?
1. Ferry Irwandi

Sambil membagikan hasil tangkapan layar yang menampilkan kabar kenaikan harga Pertamax, Ferry Irwandi menyoroti kondisi fiskal Indonesia yang menurutnya sedang menghadapi tekanan berat di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil.
Ia menilai pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) saat ini cenderung agresif, sementara berbagai tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global membuat kondisi fiskal semakin rentan.
“Like I said before, kalau kondisi kek gini, fiskal penanganannya jauh panggang dari api, jebol pasti, Belanja APBN seagresif itu, konflik geopolitk belum kelar, kontrak gak bisa selamanya bertahan di angka yang sama, pengelolaan fiskal kita bener-bener harus dibenahi,” tulis Ferry Irwandi di Instagram, Rabu (10/6/2026).
Sementara itu, melalui Instagram Story-nya, Ferry menyarankan agar pemerintah menghentikan dulu program Koperasi Merah Putih (KMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menangani persoalan yang dianggap lebih mendesak.
2. Rizky Alatas

Aktor Rizky Alatas turut menanggapi kenaikan harga Pertamax. Pemain sinetron Terbelenggu Rindu tersebut menilai bahwa kenaikan harga BBM seharusnya juga diiringi dengan keringanan dari pemerintah. Ia mengusulkan adanya kompensasi, seperti penurunan pajak atau subsidi biaya listrik pada jam tertentu.
“Saat harga BBM naik harusnya pemerintah kasih keringanan dengan penurunan biaya pajak-pajak atau biaya listrik dikasih gratis dari jam 12 malam sampe subuh. Karena kan ga mungkin gaji naik atau biaya pemasukan para pengusaha naik. Gimana ok gak usulan saya?,” tulis Rizky Alatas.
Dalam postingan di Threads miliknya, Rizky Alatas juga menuliskan sarkas yang merujuk pada lagu viral “MBG (Mas Bahlil Ganteng).” Ia menuliskan, “My little bolu ketan masih ganteng ga?.”
3. Melanie Subono

Selanjutnya ada Melanie Subono yang bahkan terang-terangan menyindir dirinya menanti gebrakan baru apalagi yang akan dihadirkan oleh para pemangku kebijakan setelah kenaikan harga Pertamax ini.
“Taukah kamu, SEMALAM DISAHKAN: HARGA PERTAMAX dari 12.300 ke 16.250 dan pertamax green dari 12.900 ke 17.000? Sementara Pertalite sudah jarang. 2 MALAM LALU RUU TNI, SEMALAM NAIKKIN HARGA INI. NANTI MALAM KIRA KIRA APA?” tulisnya di Instagram.
4. Ernest Prakasa

Sementara itu, Ernest Prakasa menyoroti kenaikan harga Pertamax yang dilakukan pada malam hari. Co-Founder Imajinari tersebut menuliskan kalimat sarkas, “Biasanya sih yang mengendap-endap tengah malem itu garong.”
5. Edy Khemod

Sama seperti Melanie Subono, Edy Khemod juga mengkritik kenaikan harga Pertamax yang dilakukan tak lama setelah RUU POLRI disahkan menjadi Undang-Undang. Meski sudah memperkirakan pemerintah saat ini berjalan tidak baik, namun Edy mengaku tidak menyangka kondisinya justru bakal separah ini.
“Naikin harga bensin disaat mensahkan UU polisi. Rakyat dibikin teriak satu hal biar tidak awas soal lainnya. Gua tau rezim ini akan buruk tapi ngga nyangka segininya.”
6. Awan .Feast

Menurut Awan .Feast, hal lain yang perlu menjadi sorotan dari kenaikan harga Pertamax ini adalah cara pemerintah mengesahkan kebijakan tersebut pada tengah malam tanpa adanya komunikasi ke publik.
“Another thing to be highlighted (Hal lain yang perlu disorot). Naikin harga dan teken kebijakan tengah malem, ga pake komunikasi ke publik,” tulis Awan di akun Threads miliknya.
Menurutnya, komunikasi publik yang buruk merupakan tanda dari negara yang gagal.
“Komunikasi publik yang buruk adalah tanda dari negara yang gagal (dan jelas jahat). Kita semua akan hancur. Jika kamu berpikir politik tidak memengaruhi hidupmu, pikirkan lagi.”
7. Kemal Palevi

Ada juga Kemal Palevi yang menilai kenaikan harga Pertamax dan berbagai harga kebutuhan lain membuat beban masyarakat kelas menengah semakin kerasa karena tidak diiringi dengan peningkatan gaji yang sepadan.
“Mau bikin usaha, kena pajak laba bersih. Dan sekarang hutang RI naik, pemerintah mau genjot pajak dari rakyat demi selamatkan fiskal,” lanjutnya.
Di samping itu, Kemal juga menyinggung soal pidato Presiden Prabowo yang sempat viral, terkait pandangannya bahwa rakyat Indonesia tidak bermimpi untuk memiliki kehidupan yang kaya raya, melainkan cukup hidup layak.
“Ya gimana, kan kata presiden juga rakyat Indonesia tidak bermimpi memiliki kehidupan yang kaya raya, tapi bermimpi bisa hidup layak. Gak perlu kaya, yang penting bisa makan.”


















