cuplikan Barbie (Instagram.com/barbiethemovie)
The New York Time menyebut bahwa negosiasi antara Warner Bros. dengan para talenta utama di balik film Barbie sudah berlangsung selama beberapa bulan. Kabarnya, Warner Bros. bahkan telah menawarkan kenaikan bayaran di muka dan skema pembagian keuntungan jika film mencapai target tertentu di box office.
Di sisi lain, sempat beredar kabar bahwa CEO David Zaslav menganggap penawaran tersebut terlalu menguntungkan bagi para talenta. Namun, juru bicara Warner Bros. telah membantahnya. Menurut pihak studio, justru perwakilan para talenta yang menolak penawaran terakhir pada Mei lalu. Hingga kini, mereka disebut belum mengajukan proposal balasan.
Adapun negosiasi tersebut berlangsung pada momen yang krusial bagi Warner Bros. Rencana merger antara Warner Bros. Discovery, perusahaan induk studio tersebut, dan Paramount baru saja tertunda setelah sejumlah jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat mengajukan gugatan untuk memblokir kesepakatan itu.
Selama proses merger masih tertunda, Warner Bros. harus tetap beroperasi secara mandiri. Di tengah kondisi tersebut, waralaba Barbie pun menjadi salah satu aset penting dalam strategi bisnis studio.
Di sisi lain, performa Warner Bros. di box office belakangan juga belum memuaskan. Setelah mencatat hasil gemilang sepanjang 2025, studio itu mengalami periode yang kurang menguntungkan. Film Supergirl dan The Bride bahkan dilaporkan belum mampu menutup biaya produksi maupun biaya pemasarannya.