Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukannya Untung, 10 Film Reboot Ini Justru Rugi di Box Office

Bukannya Untung, 10 Film Reboot Ini Justru Rugi di Box Office
imdb.com

Mem-boot ulang waralaba adalah pilihan yang sulit. Namun ketika berhasil, itu akan berakhir seperti trilogi The Dark Knight karya Christopher Nolan, Planet of the Apes versi Matt Reeves, atau James Bond yang dibintangi oleh Daniel Craig. Sayangnya, tidak semua reboot waralaba berhasil seperti yang diharapkan oleh studio film.

Daftar reboot waralaba yang gagal adalah daftar yang panjang, tetapi beberapa kegagalan tampil begitu spektakuler sampai membuat kita bertanya-tanya mengapa studio terus menginvestasikan waktu dan uang mereka ke dalamnya.

Berikut 10 reboot waralaba yang gagal dan mengecewakan para penggemarnya, studio, dan kritikus.

1. Robocop

Ada sesuatu yang unik tentang nostalgia film lama, sampai-sampai para penggemar menyerukan reboot. Namun reboot RoboCop di tahun 2014 justru menjadi contoh dari seberapa buruknya sebuah remake film. Demi menarik khalayak yang lebih luas, konten film diubah menjadi PG-13, dan ini menjadi kesalahan terbesar yang pernah dilakukan oleh studio.

RoboCop asli yang dirilis pada tahun 1987 dikenang secara khusus karena penggunaan kekerasan yang berlebihan (R-rated). Unsur satire di dalam film ini pun berbatasan dengan kekonyolan, walau pada akhirnya film ini berhasil menyampaikan pesan tentang moralitas dan masalah dengan perusahaan Amerika.

Jelas kalau hal ini membuat reboot Robocop di tahun 2014 gagal secara kritis di box office. Film ini bahkan tidak dapat menghasilkan seperempat penghasilan dari anggarannya yang US$100 juta selama pekan pertamanya, dan hanya menghasilkan kurang dari US$60 juta di dalam negeri. 

2. The Wolfman

Universal Pictures telah lama berjuang untuk menemukan audiens baru demi monster film klasiknya. Salah satunya bentuk perjuangan mereka adalahThe Wolfman. Pada tahun 2010, Universal Pictures merogoh US$150 juta untuk membuat reboot dari film klasik horor tahun 1941-nya.

Dibintangi oleh Benicio del Toro, Anthony Hopkins, dan Emily Blunt, The Wolfman bisa saja menjadi terobosan bagi film monster modern. Sayangnya, ia terlalu terjebak dalam upaya tersebut, dan malah mengulang elemen-elemen lama dari film tahun 40-an. Selain gagal secara kritis, The Wolfman juga hanya dapat menghasilkan US$139 juta di seluruh dunia.

3. Superman Returns

Faktanya, Superman Returns buatan Bryan Singer bukanlah reboot waralaba terburuk yang pernah dibuat. Dirilis pada 2006, film ini dimaksudkan sebagai kelanjutan dari kisah Superman II di tahun 1980 (sementara mengabaikan fakta kalau Superman III dan Superman IV pernah dibuat).

Dalam film ini, Superman diperankan oleh Brandon Routh. Diceritakan kalau ia baru saja kembali ke Bumi setelah menghabiskan lima tahun untuk menyelidiki planet asalnya, Krypton, hanya untuk mengetahui kalau segala sesuatunya menjadi kacau karena ketidakhadirannya. Secara keseluruhan, film ini berhasil dengan baik dengan kritik.

Meskipun para kritikus mungkin menikmati visi Singer untuk film superhero DC, para penonton justru tidak bisa "masuk" ke dalamnya. Dengan anggaran US$270 juta, Superman Returns hanya bisa mengembalikan US$52 juta selama akhir pekan pembukaannya, dan secara total film ini hanya menghasilkan US$391 di seluruh dunia.

Sekuel film ini pun tidak pernah dibuat, dan butuh waktu selama tujuh tahun sebelum akhirnya Clark Kent kembali ke layar besar di film Man of Steel buatan Zack Snyder.

4. Power Rangers

Anak-anak yang tumbuh di depan TV pada tahun 90-an pasti pernah menonton serial Power Rangers. Nampaknya sulit untuk membuat sesuatu yang sederhana tapi berkesan seperti itu, sampai pada tahun 2017 Lionsgate me-reboot Power Rangers sebagai film layar lebar. 

Sayangnya, Power Rangers versi Lionsgate ini gagal, baik secara kritis maupun komersial. Film ini tidak memiliki daya tarik dari pendahulunya di televisi, dan sebaliknya malah menjadi seperti sebuah rip-off Transformers. Akhirnya, film ini hanya dapat menghasilkan US$142 juta dari anggaran US$100 juta.

5. Ghostbusters

Bill Murray, Ivan Reitman, Harold Ramis, dan Dan Aykroyd menciptakan sesuatu yang benar-benar istimewa pada tahun 1984 dengan Ghostbusters. Film ini memiliki konsep orisinal, pemeran yang luar biasa, dan merupakan perpaduan sempurna antara fiksi ilmiah, aksi, dan komedi.

Film ini akhirnya di-reboot pada tahun 2016 oleh Paul Feig, dibintangi Melissa McCarthy, Kristen Wiig, Kate McKinnon, dan Leslie Jones. Terlepas dari dukungan para pemain dan kru asli Ghostbusters, film yang dipimpin oleh kelompok perempuan ini justru flop di box office.

Menurut Feig saat berbicara dengan Vulture, banyak kegagalan film ini yang dapat dikaitkan dengan kaum misogini, mengingat kalau film ini mengangkat isu feminisme. Masalah besar lain untuk film ini yaitu anggarannya terlalu tinggi. Dengan anggaran sebesar US$144 juta, Ghostbusters hanya dapat menghasilkan US$229 juta di seluruh dunua.

6. Conan the Barbarian

Jika kalian tidak ingat upaya reboot Conan the Barbarian pada tahun 2011, jangan khawatir, karena kalian tidak sendirian. Walau dibintangi oleh Jason Momoa, bisa dibilang kalau film ini gagal dalam semua segi. Menurut Momoa (via Den of Geek), kegagalan film ini dikarenakan naskah yang dibuat oleh Sean Hood.

Dengan anggaran US$90 juta, Conan the Barbarian hanya menghasilkan US$10 juta di akhir pekan pembukaannya. Secara total, film ini hanya menghasilkan US$48,7 juta di seluruh dunia. 

Apa pun masalahnya, pelajaran nyata yang harus kita ambil dari Conan adalah bahwa waralaba yang dibangun oleh Arnold Schwarzenegger benar-benar tidak boleh di-reboot tanpa kehadiran Arnold Schwarzenegger. 

7. The Lone Ranger

Menurut The Hollywood Reporter, film ini awalnya direncanakan rilis pada tahun 2012, tetapi Disney menghentikan produksi setahun sebelumnya karena masalah anggaran. Pada akhirnya, The Lone Ranger dirilis pada tahun 2013, walaupun dengan setengah hati.

Dengan anggaran US$215 juta, film ini hanya mendapatkan kurang dari US$30 juta di minggu pertamanya, menandainya sebagai salah satu kegagalan box office terbesar di Hollywood dalam beberapa tahun terakhir.

Perselisihan keuangan juga tampaknya mengganggu film ini dengan cara lain. Bintang Johnny Depp dan Armie Hammer mengatakan kepada Variety bahwa The Lone Ranger gagal karena para kritikus telah mencap buruk film ini berbulan-bulan sebelum ia dirilis.

Memang benar kalau kritikus tidak bersikap "baik" terhadap film ini. Diberi label "hambar" dan "kembung," The Lone Ranger benar-benar telah dihancurkan oleh Rotten Tomatoes.

8. Terminator Genisys

Sejak tahun 1984, waralaba Terminator telah mengalami naik-turun yang tak terhitung jumlahnya. Pada tahun 2015, Genisys seharusnya berhasil memuaskan audiensi dari semua omong kosong yang muncul di waralaba sebelumnya.

Film ini bahkan mendapat dukungan dari James Cameron, yang mengatakan kepada Yahoo! (via Cinema Blend), kalau ia merasa waralabanya telah "dihidupkan kembali." Film ini seharusnya menjadi awal dari trilogi baru, walau kenyataannya tidak seperti itu.

Dengan kucuran dana dari Paramount Pictures sebesar US$155 juta, Terminator Genisys hanya mampu menghasilkan US$27 juta selama akhir pekan pertamanya. Konflik di belakang layar juga sepertinya menjadi penyebab utama mengapa film ini gagal.

Sama seperti Genisys, Dark Fate yang dirilis pada tahun ini juga mengalami kegagalan di box office, walau tidak separah Genisys.

9. The Mummy

Setelah kegagalan The Wolfman dan Dracula Untold, Universal Pictures memutuskan untuk mengambil rute lain dengan menciptakan Dark Universe-nya sendiri. Idenya sederhana: dunia berkesinambungan yang terdiri dari monster film klasik mereka. Pikirkan saja waralaba itu seperti MCU, hanya saja Robert Downey Jr. diganti dengan Tom Cruise.

Sayangnya, film ini sudah mati sejak awal, tepatnya saat reboot The Mummy di tahun 2017. Film ini hanya menghasilkan US$32 juta di akhir pekan pertamanya, jauh dibandingkan anggarannya yang sebesar US$125 juta. Meski diberi label horor, The Mummy tidak seram sama sekali, dan pada akhirnya malah menjadi film aksi ala Tom Cruise.

10. Fantastic Four

Meskipun menjadi salah satu seri komik paling populer, Fantastic Four tidak pernah mendapatkan kesuksesan di layar lebar. Walau versi tahun 2005-nya sedikit kacau, setidaknya film itu berupaya untuk mempertahankan tone ringan untuk menceritakan asal usul versi komiknya. Namun ketika reboot Fantastic Four dirilis, semuanya jadi agak gelap.

Diberi label "membosankan dan suram" oleh para kritikus, Fantastic Four gagal mengesankan penonton karena tone-nya yang lebih kasar dan alur ceritanya yang terlalu disederhanakan. Hal ini diperparah dengan proses pembuatan filmnya yang berantakan, sampai-sampai Stan Lee tidak mau mendiskusikan cerita film ini.

Dengan anggaran sebesar US$120 juta (anggaran yang cukup kecil untuk film superhero Marvel), Fantastic Four hanya membawa US$26 juta di pekan pertamanya. Secara total, film ini hanya menghasilkan US$167 juta di seluruh dunia.

Nah, itu tadi 10 film reboot yang justru flop di box office. Bagaimana, apakah kalian pernah menonton salah satunya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Shandy Pradana
EditorShandy Pradana
Follow Us

Latest in Hype

See More

Shiloh Anak Angelina Jolie Muncul di MV Baru Dayoung, Kok Bisa?

04 Apr 2026, 21:54 WIBHype