Comscore Tracker

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi Zheng

Silakan kalian menilai dari dua sisi

Gak heran kalau fleksibel kebanyakan dipilih sebagai satu kata yang merepresentasikan pekerjaan seorang jurnalis. Paling tidak itu yang aku rasakan hari itu, Rabu tanggal 21 Agustus 2019. Janjian dengan Livi Zheng untuk wawancara khusus dengan output video dan artikel membuatku menghabiskan banyak waktu untuk riset, menyusun daftar pertanyaan, menyiapkan konsep video dan koordinasi untuk eksekusinya. Tapi nyatanya, rancangan yang sudah disusun sangat rapi pun, bisa dengan mudah berubah hanya dari satu dua kalimat saja.

Aku akan membawa kalian mengikuti perjalanan tim IDN Times mengulik kisah sang sutradara fenomenal, Livi Zheng. Sebisa mungkin aku akan membawa kalian dalam penjabaran dua sisi.

1. Sambutan hangat sekaligus representatif

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengIDN Times/Aldila Muharma

Baru sampai di IPMI International Business School, aku dan tim disambut dengan dua hal menarik, pertama poster film Livi, Bali: Beats of Paradise nangkring di sebelah kanan pintu masuk dan dua, molornya waktu janjian dan harus menunggu di lobi karena sang narasumber sedang mengisi acara seminar. Ya, seperti yang sudah kita semua tahu film terbaru Livi akan tayang hari ini, 22 Agustus 2019 di bioskop-bioskop Indonesia. Rupanya Livi sendiri tak main-main untuk mempromosikan filmnya hingga ke kampus.

Waktu yang ada kami gunakan untuk melakukan pekerjaan masing-masing; aku sibuk dengan daftar pertanyaan, opening, closing speech dan mengulangnya berulang kali di pikiran, serta rekan-rekanku yang sibuk mempersiapkan kamera, clip-on mic dan alat-alat pengambilan gambar lainnya, meskipun kami bahkan belum tahu di ruangan mana kami akan syuting.

2. Kedatangan ramah Livi Zheng yang siap diwawancarai

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengIDN Times/Aldila Muharma

Sesaat setelah kami dipersilakan masuk ke dalam salah satu ruangan untuk set kamera dan mempersiapkan pengambilan video, Livi hadir dengan senyum ramah. Pertama kali lihat aku merasakan aura ketegasan dalam dirinya.

Orang ini gesit,” kataku dalam hati melihat pergerakannya yang cepat dan tak-tek-tak-tek ke sana kemari. Setelah bersalaman dengan kami semua, Livi langsung sibuk memasang microphone yang ditujukan untuknya.

“Ini sampai jam berapa mbak durasinya?” tanyaku.

“Cuma sampai jam 2 siang aja,” katanya.

Oke. Waktu yang kami miliki hanya satu jam mengingat jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Aku berkoordinasi dengan rekanku soal posisi dan tempat yang pas supaya terlihat bagus di kamera, sekaligus briefing soal apa saja yang akan aku diskusikan dalam video dengan Livi.

3. Obrolan singkat, pengubah segala

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengIDN Times/Aldila Muharma

Negosiasi nyatanya tak berjalan lancar, Livi menolak berbagai daftar pertanyaan yang sudah kusiapkan sebelumnya. Livi awalnya, mengatakan bahwa dia tidak ingin membahas apa pun soal artikel di Geotimes karena "sudah mengeluarkan press release yang membahas jelas dan runtut tentang komentar-komentar yang diterimanya."

Tapi, sayangnya rilis yang cukup panjang itu sebagian besar membahas film Bali: Beats of Paradise miliknya bukan tanggapan rinci soal berita yang beredar. Ada juga keterangan tentang sejarah pendidikan dan prestasi apa saja yang telah didapatkannya, tapi tetap saja rilisan tersebut belum mampu menjawab dengan jelas detail pertanyaan yang muncul sekarang ini. Makanya kami ingin menanyakannya lebih lengkap lagi.

Baca Juga: Klarifikasi Livi Zheng Soal Isu Miring Terdengar Seperti Lagu Usang

Perlu diketahui, Geotimes menerbitkan sejumlah artikel yang mencoba membongkar siapa Livi Zheng sebenarnya pada 14 hingga 18 Agustus lalu. Sayangnya, penulis artikel-artikel tersebut, Limawati Sudono, menggunakan foto profil Woodlawn Jane Doe yang bisa diambil bebas dari internet. 

'Jane Doe' adalah nama yang sering disematkan untuk orang yang tidak diketahui atau sengaja disembunyikan identitasnya. 

Livi berdiri dari tempat duduknya, menarik paksa clip-on yang sebelumnya sudah bersarang di kerah baju batik cokelat yang dikenakannya. “Saya gak mau wawancara soal ini, saya gak mau bahas apa pun soal kontroversi tersebut,” katanya sambil berjalan menjauh.

Aku hanya memandanginya sambil sesekali menatap daftar pertanyaan yang sudah siap diluncurkan di depan mata. Menarik napas, mencoba menyelaraskan frekuensi dengan situasi yang terjadi. Aku menjawab, “Saya butuh tahu apakah berita itu benar atau tidak. Mbak bisa sampaikan dari perspektif mbak di sini. Kalau ada yang mau dikurangi, bisa saya kurangi pertanyaannya tapi intinya saya tetap mau bahas itu,” kataku.

Livi ingin wawancara dihentikan bahkan sebelum kami memulai. Boro-boro bertanya soal artikel yang diterbitkan Geotimes, soal pernyataannya yang mengatakan berita itu ‘tidak akurat’ saja dia enggan menjawab rinci. Livi yang menjauh dan aku yang tak mau menyerah masih mencoba bertahan dalam negosiasi ini.

Aku mulai menyebutkan satu demi satu pertanyaanku mulai dari modal awal bikin film, hubungan Livi dengan pejabat-pejabat Indonesia, proses produksi film-film Livi sebelumnya, 32 kali penolakan sampai frasa "menembus Hollywood" pun Livi bersikukuh menolak dengan berkata, “Saya gak mau jawab, karena saya sudah bekerja sama dengan NU. Nanti biar NU yang jawab,” katanya.

"Nah loh berubah lagi alasannya," lirih hatiku.

4. Yang mempengaruhi Livi sampai berkarier di dunia film

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

Kami sepakat tetap mengadakan wawancara singkat namun hanya membahas pertanyaan yang disetujui oleh narasumber saja. Begini jawaban Livi dalam wawancara tersebut, tanpa saya tambahkan atau kurangi narasinya.

“Sejak kecil itu saya hobi bela diri. Terus saya dan adik saya (Ken Zheng) kebetulan passion banget di bidang itu sampai akhirnya pindah ke Beijing untuk menekuni bela diri wushu di sekolah yang jadi sekolahnya Jet Li, jadi di situ mulai interest ke film. Tapi waktu kuliah S1 karena background keluarga gak ada yang di film akhirnya saya memutuskan untuk mengambil ekonomi. Karena ekonomi itu kan bisa dipakai di mana aja, even di film itu kan juga sebuah industri, ya. Jadi saya pikir nanti gampang cari kerja di ekonomi.

Saya kuliah S1 di University of Washington Seattle, dan di situ saya pertama kali terjun di set film, saya bantu-bantu di set film waktu itu jadi asisten, bagian kostum dan macem-macem lah, pokoknya ada opportunity saya ambil aja. Dan ternyata saya passionate banget di film."

5. True story dari seniman Nyoman Wenten, seniman gamelan

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

“Film Bali: Beats of Paradise ini based on true story diambil dari kisah hidupnya Nyoman Wenten, seniman gamelan yang sudah di Amerika lebih dari 40 tahun dan menyebarkan gamelan. Kisah ini menurut saya sangat inspiratif.

Film ini mengangkat kebudayaan dan kesenian Indonesia di antaranya gamelan yang ternyata sudah dipakai film Avatar, dipakai di TV series Star Trek dipakai di Nintendo Game. Tapi orang tahu Avatar belum tentu tahu itu ada kesenian Indonesianya. Makanya saya pikir ini harus difilmkan, kita harus terus mempromosikan kesenian dan kebudayaan Indonesia.”

6. Tentang rekam jejak Livi sebagai pembuat film yang masih dipertanyakan

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

“Biarkan karya saya yang menjawab. Film saya, Bali: Beats of Paradise tayang di bioskop tanggal 22 Agustus 2019. You can watch the film and see it for yourself.

7. Menggunakan Bali: Beats of Paradise untuk menampik berita-berita yang ada

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengIDN Times/Aldila Muharma

“Sebetulnya saya membuat film-film kebudayaan dan kesenian Indonesia itu sudah cukup lama, ya. Saya sering bekerja sama dengan Konsulat Jendral RI yang ada di Los Angeles, saya juga pernah menyutradarai film Amazing Blitar untuk Pemkab Blitar. Bahkan tesis saya S2 itu membahas soal Karapan Sapi Madura. Jadi sebetulnya udah lama banget saya memasukkan unsur-unsur Indonesia, mengangkat kebudayaan dan kesenian Indonesia di film-film saya.

Nah, itu karena pertama kali saya ke Amerika itu banyak yang belum tahu Indonesia. Makanya selain membuat film action karena saya passion di bela diri, saya juga sering mengangkat kebudayaan dan kesenian Indonesia dari karya saya.”

8. Fokus dalam membuat film, apakah lebih fokus ingin mengenalkan Indonesia ke kancah Internasional atau membuat film yang bagus dan bisa dinikmati?

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

“Jadi kalau buat saya, script and story is everything, it’s the foundation of filmmaking. Jadi saya selalu mencari cerita yang bagus, yang topiknya I’m passionate about and that’s the kind of movie I make.”

9. Konsentrasi Livi waktu bikin film

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

“Sebetulnya kalo film action itu karena saya suka bela diri makanya kalau bikin script suka ada adegan-adegan action-nya. Kalau untuk film yang tentang kebudayaan dan kesenian itu karena saya sudah tinggal di luar negeri 15 tahun, and when you live abroad, you’ll appreciate Indonesia even more.

Karena kalau kita di Indonesia, makan enak kan bisa di mana-mana, saya pertama kali ke Beijing itu nasi pecel sama rawon itu langka. Nah makanya di situ saya amat sangat lebih lagi mengapresiasi Indonesia.”

10. Daya saing perfilman Indonesia dengan Hollywood

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

“Kalau menurut saya di Indonesia itu banyak banget talent, cuma di Indonesia layarnya kurang. Gak semua kabupaten punya bioskop. Jadi harapan saya semoga setiap kabupaten punya bioskop.”

11. Tips sebagai filmmaker di Indonesia

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

“Kita sebagai filmmaker harus terus mengasah skill kita. Saya itu hampir setiap hari kalau gak motret, ngedit, video, untuk mengasah skill. Jadi kalau kita nunggu budget baru bikin film kan mungkin gak bisa sering. Jadi setiap hari tuh kita bisa dengan handphone, kamera kecil atau kamera besar, itu ngeshoot, ngedit, motret, itu untuk terus mengasah skill jadi ketika kita dapet budget, kita udah sering latihan.”

12. Proses produksi Bali: Beats of Paradise

[EKSKLUSIF] Mengorek Kebenaran dari Sutradara 'Fenomenal' Livi ZhengInstagram.com/livizheng

“Prosesnya setahun lebih sedikit. Jadi waktu itu awalnya, dimulai itu karena Konsulat Jendral RI di Los Angeles itu meminta saya untuk membuat teaser untuk sebuah konser gamelan Bali yang concert directornya itu Nyoman Wenten.

Nah, di situ saya ngobrol-ngobrol dengan Pak Wenten dan kisah hidupnya ini sangat inspiratif, akhirnya kita kembangkan jadi sebuah film pendek. Dari situ saya banyak belajar, gamelan itu udah dipakai di mana-mana, udah mendunia, tapi sayangnya orang kok gak tahu kalau itu that’s Indonesia.”

Wawancara kami dengan Livi nyatanya hanya berakhir membahas seputar perfilman pada umumnya, dan film terbarunya yang akan tayang. Ya, klasik memang, tapi inti dari artikel ini adalah kami ingin mengajakmu untuk lebih terbuka pada segala kemungkinan yang ada. Kalau sekarang banyak yang mempertanyakan kredibilitas jurnalis Indonesia, mengkritisi ataupun prihatin, itu boleh-boleh saja. Asal juga jangan lupa untuk jadi konsumen berita yang optimis bahwa di balik isu yang ada, kami juga sedang berusaha menyampaikan berita yang jelas tanpa berat sebelah.

Jadi, buat kamu yang termasuk menjadi penikmat perjalanan karier Livi Zheng, silakan merangkai puzzle misteri ini satu demi satu dan lihat apakah potongan puzzle yang tersusun bisa menghasilkan sebuah gambar yang baik atau tidak.

Lalu kalau ada pertanyaan apakah semua sikap defensif yang dikeluarkan Livi dengan menolak segala macam pertanyaan terkait berita yang membahasnya itu sama saja dengan menjawab bahwa berita Geotimes tentang dirinya itu benar adanya? Ya belum tentu juga. Livi mengatakan akan mengundang IDN Times dalam press conference yang akan digelar di PBNU tanggal 28 Agustus 2019. Jadi mari kita lihat apakah statementnya yang mengatakan “Saya akan jelaskan semua jelas lengkap di press con itu,” terbukti benar adanya.

Baca Juga: Film Bali: Beats of Paradise Bakal Tayang Mulai 22 Agustus

https://www.youtube.com/embed/SagTXk1NDSE

Topic:

  • Erina Wardoyo
  • Yogie Fadila

Just For You